
Waktu begitu berharga sekali termasuk bagi Lea yang tinggal menghitung hari untuk kembali ke negara Paman Sam.
Semua jejak kaki yang Lea tinggalkan sebelum pergi ke Amerika kembali Lea datangi untuk bersilaturahmi termasuk ke bengkel dulu dia bekerja.
"Permisi bisa bertemu pak Aji ?"
Pinta Lea pada lelaki muda yang Lea tidak kenal, hampir pegawai yang bekerja di bengkel mas Aji tidak Lea kenal bisa diartikan semua orang baru yang bekerja di sini.
"Oh..mas Aji sebentar saya panggilkan"
Ujar lelaki muda yang langsung menuju ketempat keberadaan lelaki yang bernama mas Aji.
"Itu mas mba yang ingin bertemu mas "
Lelaki muda itu menunjukkan dimana Lea berdiri tapi membelakangi mas aji.
"Ada yang bisa saya bantu mba?"
Tanya mas Aji sopan seperti biasanya dalam melayani pelanggan.
"Ada mas,masih bisa terima karyawan baru mas ?"
Ucap Lea yang langsung berbalik badan menghadap mas Aji yang terlihat begitu terkejut dengan penampilan Lea yang semakin dewasa walaupun masih dengan style yang sama casual, sepatu sporty dipadukan dengan celana jeans yang tidak ketat juga kaos serta kemeja lengan panjang yang di gulung sampai lengan dan rambut panjang yang di ikat asal menambah kesal manis dirinya.
"Lea..kamu kemana aja ?"
"Ga, kemana-kemana mas"
Jawab Lea asal membuat pelanggan yang kebetulan menunggu motornya yang di servis melihat keakraban keduanya.
'Masih belum jawab lamaran kerja saya mas'
"Kalau saya terima berapa saya harus gaji kamu Lea.."
Aji tertawa lepas berbeda dengan Lea yang hanya melihat Aji yang masih tertawa.
"Berapa aja mas yang penting cukup untuk membeli secangkir susu coklat dingin "
Jawab asal Lea yang membuat Aji kembali tertawa karena menurutnya Lea lucu.
"Murah amat harga kepintaran kamu "
"Mas,anak lama pada kemana..saya lihat semua anak baru "
Aji hampir tidak percaya dengan pernyataan Lea yang begitu detail memperhatikan kondisi bengkel miliknya sampai pergantian pegawai lama dan baru dia tahu.
"Mereka terinspirasi dengan kamu, anak-anak ada yang kuliah ada yang nikah dan buka bengkel sendiri walaupun kecil-kecil tapi cukup untuk menghidupi keluarganya "
Lea cukup senang dengan penjelasan Aji,menandakan ada perubahan untuk kearah yang lebih baik.
"Mau minum apa,saya siapkan?"
"Terimakasih mas,ga perlu hanya ingin mampir saya untuk sekedar tahu kabar mas juga teman satu perjuangan "
Aji hanya tersenyum mendengar penuturan Lea yang makin terlihat dewasa dan manis.
"Gimana kuliah ?"
"Beres mas.. tinggal mengajukan skripsi "
__ADS_1
Aji bingung dengan penjelasan Lea,yang dia tahu skripsi Lea sudah sidang lalu ini skripsi yang mana.
"Jangan bingung mas ini skripsi saya yang baru.. universitas Texas, Austin Amerika "
Kebingungan Aji terjawab,tapi Aku mendengar kata Amerika dirinya menjadi sedikit terkejut.
"Jauh bener..memang disini ga ada yang bagus"
"Bukan ga ada mas,saya dapat beasiswa di sana"
Rasa kagum yang Aji lihat dari diri Lea dengan kepandaiannya dia mampu mencapai sesuatu yang tidak semua orang dapat lakukan sebab jalur beasiswa di universitas ternama itu sesuatu kebanggaan.
"Masih lama di sini Lea ?
Tanya Aji yang sepertinya tahu tidak mungkin Lea ada di tempat ini kalau bukan libur atau memang ada penting, sebab Lea bukan tipe orang yang melalaikan kewajibannya.
"Libur semester mas, beberapa hari lagi harus balik "
Sebenarnya Aji senang dengan kehadiran tapi tidak mungkin untuk meminta Lea untuk tetap bersama walaupun hanya sekedar ngobrol santai,saat Lea meminta ijin untuk menemui temannya dan mereka pun berpisah.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Tawa canda yang terlihat disalah satu sudut Cafe yang sengaja mereka pilih, tepatnya Lea yang lebih dulu datang.
"Inces..."
Teriak Juna membuat pengunjung Cafe melihat kearah Juna yang berlari kecil ke arah meja dimana Lea duduk menikmati satu gelas minuman dingin.
"Hai..ee.. Jirayut inget jangan peluk"
Lea lebih dulu melarang Juna yang akan memeluk dan dengan terpaksa Juna hanya bersalaman dan duduk didepan Lea.
Lea hanya tersenyum membalas tanpa berbicara lagi karena mulutnya penuh makanan.
"Hai..gila loe ya, nongol ga bilang bilang-bilang,nanti gue samain loe sama si jae..yang datang ga di undang pergi juga ga gue anterin"
Oceh Mawar yang baru menampakkan batang hidungnya langsung menghabiskan minuman milik Lea.
"Haus..nek,kasihan bener sepertinya habis maraton nih,juara ga nek"
Ujar Juna asal yang langsung dapat timpuk tas yang masih menempel di pundak kanan Mawar.
"Sakit tahu..nek"
Protes Juna dengan mengusap lengannya yang kena pukul tas milik Mawar.
"Sakit pala loe empuk..tas cuma isinya ponsel sama alat lipstik sama bedak..loe laki apa laki"
Sewot Mawar lagi yang langsung duduk di samping Lea dengan napas masih turun naik beraturan.
"laki lah..mau coba, kalau langsung tek dung,gue ga tanggungjawab loe yang minta bukti "
"Gila loe ya..siapa juga yang mau punya loe"
Kedua orang ini memang kaga ada akurnya tapi beberapa menit kemudian pasti baikan bahkan heboh ghibah orang yang mereka lihat.
"Sebenarnya ini yang gue kangen dari loe berdua..sebab di sana ga ada yang kayak beginian "
Ujar Lea yang langsung membuat kedua orang yang seperti kucing dan si dogi langsung diam.
__ADS_1
"Ga..gitu Lea,habis tuh si Juna mulai duluan"
"Ya..iya,gue ngaku salah,maafin gue "
Lea hanya diam menyaksikan keduanya yang saling bermaafan walaupun belum lebaran,tapi tidak aneh pemandangan seperti ini bagi Lea, sebentar akur sebentar ribut kayak monyet rebutan makanan.
"Bakalan lama di sini Lea ?"
Tanya Mawar yang sibuk menikmati makanan yang sudah di pesannya.
"Ga, beberapa hari lagi gue balik.. untuk persiapan sidang yang sudah terjadwal"
"Gila loe ya..Lea gue aja baru selesai wisuda lah..loe udh mau skripsi lagi,otak loe ga waras apa..apa isinya kabel kayak robot "
Cecar Juna yang sebenarnya kagum bukan mencemooh dengan kepandaian yang di miliki Lea.
"Emang gue gila dan ga waras kalau gue waras ga bakal jadi temen loe pada "
Mereka tertawa bersama dengan kegilaan mereka yang memang selalu rame kalau bertemu.
"Mumpung gue masih di sana,kapan loe pada ke tempat gue..sebab gue ga tahu lagi kapan akan ke sana lagi karena mimpi dan misi gue di sini "
"Pengen sih..tapikan loe bakal sibuk sidang lah gue sama Juna bakal bikin ganggu loe ga..ga"
Mawar yang sadar bagaimana seorang Lea bila sudah menargetkan sesuatu bakal mengalahkan robot.
"Kalian datang pas gue udah kelar sidang kak Rose biar gue bisa temani kalian mau kemana..masa jauh-jauh cuma lihat bule dan pale doang,di sini juga ada "
Juna dan Mawar ketawa dengan penuturan Lea yang benar adanya kalau mau lihat yang mahluk seperti itu datang saja ke Bali, Lombok atau Yogyakarta banyak.
"Ok..gue nabung dulu deh"
Ucap Juna dengan tersenyum tanpa dosa yang membuat dua wanita cantik langsung mengacak rambut Juna asal.
"Terus kekayaan bokap loe buat apa..mau di bawa mati..anak semata wayang harus nabung dulu untuk sekedar jalan-jalan pelit bener bokap loe..seduhin kopi sianida aja biar mam***sekali dan habisin semua yang dia punya Jun.."
Cecar Mawar seperti memarahi pacarnya yang ketahuan selingkuh didepan matanya.
"Ini contoh anak durhaka jangan di tiru"
Ucap Juna yang tidak mau bokapnya di kasih racun seperti permintaan Mawar yang menurutnya sesat.
"Dimana letak sesatnya Jirayut..dia yang pelit"
Balas Mawar dengan menggebu-gebu, seperti ingin memarahi orang yang telah membuat sakit hati padanya.
"Lah..pelit dari mananya gue belum juga minta,mana bokap gue tahu kalau gue mau pergi ke Amerika.. kalau tahu pasti gue dibekali duit sekoper takut anaknya mati kelaparan dan nyasar..mana anak juga satu,mau bikin lagi pabriknya udah bangkrut "
Kini Juna yang banyak bicara membela bokapnya mati-matian didepan Mawar,Lea seperti biasanya hanya jadi penonton lenong yang lagi rame ga tahu gimana nanti endingnya.
"Maaf gue kira bokap loe pelit "
Dengan nyengir kuda Mawar meminta maaf pada Juna yang mau menerima ucapan maaf dari Mawar,ini acara maaf memanfaatkan untuk kesekian kalinya dalam beberapa jam pertemuan.
Waktu seakan tidak berasa bila bersama kedua mahluk yang selalu bikin suasana hati senang sejenak melupakan beban.
Kapan kebersamaan mereka akan kembali karena Lea akan kembali menjalani rutinitasnya yang banyak menguras pikiran bagi Lea hidup ada berjuang untuk kebaikan jadi tidak ada kata lelah,menyerah,pasrah tetap di jalani dengan semangat..see you.
**Note
__ADS_1
Mohon kirim sarannya..saya takut pembaca bosan.πππ**