My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Mencari kado untuk dua keponakan baru


__ADS_3

Lamanya waktu berjalan begitu terasa Lea rasakan padahal dengan berbagai cara sudah Lea isi dengan kesibukan berharap waktu cepat berlalu.


Dari padatnya jadwal kuliah,Lea sempatkan untuk berkunjung ke rumah Adrian yang kini sudah lebih baik kehidupannya berkat bantuan Lea menyewakan ruko untuk membuka usaha jahitan (sewing business)berharap tidak lagi bekerja pada orang lain.


"Aunty..kemana saja ?"


Adrian memeluk Lea erat, begitu juga dengan ibunya yang menyambut Lea dengan tersenyum manis dan pelukan hangat pada Lea.


Untuk pekerjaan di bengkel Lea hanya sesekali datang dan tidak meminta bayaran hanya sekedar berkunjung serta ikut membantu untuk mengusir rasa jenuh berdiam diri hanya merapikan apartemen miliknya


Selebihnya Lea menyelesaikan menulis tugas skripsinya yang sudah setengahnya disela-sela tugas kuliah lain yang dia kerjakan.


Kerinduan akan keluarganya beberapa hari ini begitu menggelayuti pikirannya bahkan sampai terbawah mimpi dalam tidurnya.


Bahkan Lea sampai melewatkan masa-masa melihat kehamilan dua wanita yang dekat dengannya,mba Kinan dan putih yang kini sudah mendekati bulan kelahiran.


Lea bukan gadis muda yang lemah bahkan bukan pula gadis yang cengeng,hanya lewat ponsel dirinya bertukar kabar serta doa selepas sholat dia panjatkan kehadirat Robb untuk kesehatan dan keselamatan kedua wanita yang begitu dekat dengannya.


Sudah tiga hari ini Lea menunggu kabar baik dari keluarga di tanah air, kalau mba Kinan sudah mulai mengalami mulas-mulas berarti waktu kelahiran anak dalam kandungan akan segera lahir begitu juga dengan putih sudah lebih dulu di bawa ke tempat bidan untuk persalinan pertamanya.


"Ada yang ulang tahun kamu mau hadiah ?"


Tanya Keiora yang kebetulan ikut menemani Lea masuk kedalam satu toko perlengkapan anak.


"Putih sama mba Kinan,akan melahirkan dalam waktu dekat ini "


Lea terlihat senang bahkan sampai bingung untuk memilih hadiah apa yang kan dia kirim karena semuanya lucu kebetulan kedua ibu hamil mengandung baby girl.


"Uni, yang ini cantik kan ?"


Keiora ikut dilibatkan untuk memberikan penilaian dan memberikan masukan apa yang pantas dan tidak untuk hadiah yang akan Lea kirimkan.


"Ih..jadi pengen punya baby"


Ujar Keiora yang memegang baju mungil dan terlihat lucu dimatanya dengan warna pink.


"Nikah dululah Uni baru punya baby "


Ucapan Lea membuat Keiora malu dan memerah pipinya.


"Biar saya bilang ke Abang untuk secepatnya melamar Uni..biar cepat launching Abang Uni junior "


"Lea..ih,jangan bilang ke Abang "


Keiora tidak ingin secepatnya meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan karena ingin sedikit waktu mengenal Arjun.


"Mau tunggu apa Uni,Abang udah baik, tanggungjawab dan tidak main-main..lebih baik secepatnya dihalalkan "


Sebenarnya apa yang Lea ucapkan semu benar adanya tapi Keiora baru sedikit mengenai Arjun secara pribadi beberapa waktu dekat ini.


"Aku masih belum banyak tahu tentang Arjun Lea, apalagi keluarganya "


Ada benarnya juga, pernikahan bukan hanya dua hati tapi dua keluarga yang dilibatkan dalam hubungan ini, perlu pemikiran yang matang tidak bisa juga di buru-buru.

__ADS_1


"Ya,benar Uni..yang jelas saya harus jadi orang pertama yang mendengar kabar baik ini tanpa penolakan..ok"


Keiora menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu Lea yang memintanya dengan terpaksa.


"Iya,adik ku yang makin cerewet "


Balas Keiora dengan mencubit kedua pipi Lea bersamaan yang membuat Lea protes.


"Tapi makin manis kan ?"


"Ya..manis sampai mengalahkan gula "


"Bikin diabetes dong"


"Bener mau bukit..lihat Mr.Nathan sampai kecanduan karena mu"


Lea langsung memicingkan matanya dengan apa yang Keiora ucapakan.


"Jangan bahas dia Uni..nanti orang muncul tiba-tiba"


Lea terlihat tidak antusias pertama kali memasuki toko bahkan dia bergegas menuju kasir untuk membayar barang yang akan dia beli.


Ternyata benar adanya tidak lama sosok yang jadi omongan menampakkan dirinya dengan menyapa sopan pada Lea.


"Masih ada yang ingin dibeli ?"


Tanya Nathan pada Lea yang kedua tangannya menenteng dua kantung besar belanjaan yang baru saja dibelinya.


'Benar kata Lea..dari mana datangnya tiba-tiba muncul di dekat sini, bagaimana Lea nyaman dengan keadaan seperti ini '


"Baby..ada teman atau kerabat mu yang melahirkan atau ulang tahun?"


Nathan memperhatikan isi dari kantung belanjaan yang Lea bawah, sedangkan Keiora membawakan barang berbentuk kotak terbungkus rapi dengan jelas terlihat barang apa yang ada didalam sesuatu yang bayi butuhkan.


"Kakak yang akan melahirkan"


Lea menjelaskan sesuai dengan fakta,semua apa yang dia beli untuk hadiah yang akan melahirkan.


"Tidak terlihat kalau kakak mu hamil "


Nathan memperhatikan Keiora dengan intens,tidak nampak kalau wanita di samping Lea dalam keadaan hamil atau masih belum nampak pikirnya.


"Bu..bukan saya Mr.kakak Lea yang di sana "


Keiora langsung menjelaskan pada Nathan, sebab tidak ingin dirinya dinyatakan hamil padahal belum menikah.


"Oh..apa aku juga boleh mengirimkan hadiah untuknya ?"


"Tidak perlu kak..karena kakak belum mengenal mereka, cukup saya saja "


Tolakan halus kembali Lea berikan pada Nathan yang selalu kecewa pada akhirnya.


"Secepatnya mereka akan mengenal ku "

__ADS_1


Untuk seorang Nathan percaya diri terlalu tinggi itu wajar karena dia memiliki semua yang dia punya.


'Percaya diri anda terlampau tinggi tuan'


Ucap Lea dalam hati dengan tersenyum menunduk yang sebenarnya ingin tertawa lepas tapi takut mempermalukan seseorang.


"Kenapa tersenyum?"


Lea langsung menarik senyumnya kembali normal seperti tidak terjadi apa-apa.


"Ada yang membuat mu menarik dari ku, sehingga senyum manis mu terlihat"


Pernyataan konyol apa yang dia ungkapkan,bukankah dirinya yang bersikap terlalu percaya dirinya pikir Lea.


"Tidak ada hanya terlintas sesuatu yang lucu beberapa saat lalu "


Balas Lea asal tapi dengan sikap santai seperti biasanya tidak menampakkan sesuatu yang membuat Nathan curiga.


"Kak..kit pamit pulang ya, sudah terlalu lama kita disini ayo Uni,mari kak "


Lea berpamitan dan bergegas mengajak Keiora untuk secepatnya meninggalkan tempatnya berbelanja.


"Boleh aku antar pulang ?"


Nathan menawarkan dirinya pada Lea dan Keiora berharap mau menerima tawarannya.


"Terimakasih kak..bukan menolak tapi sayang sekali kak Arjun sudah menunggu di lobby"


Sebenarnya Lea berbohong tapi berharap Arjun benar-benar datang untuk menolongnya saat ini.


"Bukankah dia akan menjemput pacarnya?"


Nathan cukup tahu Arjun dan Keiora wajar dia mengatakan hal itu.


"Iya..tapi kita berdua akan ketempat kak Arjun untuk mengambil buku yang saya titipkan pada kak Arjun"


'Mampus aku..ih ga bisa apa membiarkan aku seperti mau ku'


Sebenarnya Lea kesal tapi di bikin sesantai mungkin berharap Nathan tidak membaca apa yang ada di dalam hatinya.


"Oh..boleh bergabung"


"Ga..bisa kak,cuma mampir sebentar lalu pulang lagi bersama uni,ya..kan ni ?"


"Ya..ya Mr.."


Keiora terlihat gugup untung dia bisa jawab cepat kalau tidak pasti Lea ngomel padanya.


"Ya..sudah hati-hati dijalan,ingat kalau ada yang kamu butuhkan hubungi aku"


Pinta Nathan sebelum keduanya menjauh meninggalkan Nathan yang kembali terlihat kucewa...bengeeet.


"Ayo..ni, sebelum manusia titisan jinny itu muncul lagi "

__ADS_1


Keiora terkejut dengan sebutan yang diberikan Lea untuk Nathan titisan jinny ada-ada saja Lea pikir Keiora.


__ADS_2