My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Usaha mendekati Lea


__ADS_3

Untuk hasil maksimal perlu usaha ekstra,saat ini yang sedang di jalani Nathan yang meminta jam masuk kerja serta kepulangan Lea pada Hilmi yang pada akhirnya merasa terganggu karena Nathan tidak tahu waktu menghubungi dirinya.


Tidak peduli Hilmi dalam keadaan apapun termasuk keberadaan Hilmi yang berbeda didalam kamar mandi.


"Lama bener sih kamu angkat telpon dari ku!"


Omel Nathan pada Hilmi yang baru saja menuntaskan hajatnya.


"Berisik..karena suara panggilan masuk dari kamu membuat ampas dalam perutku tidak jadi keluar !"


Nathan yang mendengar hanya menahan tawa tapi bukan itu balasan yang Nathan mau dari Hilmi.


"Sudah kamu baca isi pesan ku"


Hilmi yang masih merasa mulas perutnya ingin kembali ke dalam kamar mandi, tanpa memperdulikan ocehan Nathan yang terpenting saat ini menuntaskan yang terganggu.


"Nanti aku balas,perut ku mulas lagi.. sepertinya sisa ampas dalam perut ku ingin keluar lagi"


Balas Hilmi terdengar menahan sesuatu yang akan keluar dari dalam tubuhnya.


"Jangan kamu matikan ponsel mu,bawa serta saja ke dalam kamar mandi"


Pinta Nathan yang tidak sabar dengan jawaban dari pertanyaan yang dia kirim lewat pesan pada Hilmi.


"Iya.., cerewet bener sih..diam dulu apa,ga tahu apa rasanya di gantung"


Tidak lama terdengar suara dari dalam perut melalui lubang bawah yang sampai bisa terdengar dengan jelas oleh Nathan.


Dut.....preet...preet.


"Ih..suara angin mu tidak elegan, terdengar di telingaku..! ternyata suara dari lubang belakang sultan tidak ada bedanya dengan rakyat biasa "


Hilmi tidak perduli dengan ejekan Nathan baginya ingin segera menuntaskan hajatnya karena rasa sakit dari perutnya yang beberapa saat tertahan.


"Ah..lega"


Hilmi dengan spontan berucap tanpa peduli telinga seseorang mendengarnya karena telah selesai mengeluarkan semua isi ampas dalam perutnya.


"Ih..suara mu menjijikkan,lebih merdu suara dari lubang belakang perut mu bro"


Nathan kembali menghujat Hilmi dengan seenak jidatnya tapi tidak ada balasan dari Hilmi yang masih menuntaskan sisa-sisa hajatnya.


"Hai..kamu masih belum selesai dengan misi mu, sampai kapan.. bagaimana dengan aku,hai kamu dengar bro ?!!"


Tanya Nathan sambil berteriak-teriak pada Hilmi masih dengan tidak sabarnya menunggu pertanyaannya yang belum di jawab oleh Hilmi.


"Ga,sabaran banget sih kayak monyet pengen kawin..aja kamu"


Sewot Hilmi yang sudah menyelesaikan hajatnya sampai tuntas tak bersisa.


"Memang kamu pernah lihat monyet kawin, kalau ngomong suka asal.., jangan-jangan kamu suka ngintip kucing kawin..ayo jawab jujur "


Kini Nathan membalas dengan lantang terdengar membuat Hilmi menyingkirkan ponselnya dari telinganya.

__ADS_1


"Sebenarnya yang butuh kamu apa aku sih..tapi kenapa kamu yang ga sabaran"


Ujar Hilmi yang dengan terpaksa membaca isi pesan yang Nathan kirim padanya.


"Denger ya..Nat..Nat,Lea hari ini ada di lapangan untuk survei uji kecepatan,bisa jadi dia akan kerja lembur jadi.."


Belum selesai Hilmi menjelaskan Nathan sudah lebih dulu berkomentar.


"Kasih tahu dimana tempatnya.. terlalu lama,cara kerja lamban seperti keong saja !"


Terdengar begitu memaksa membuat Hilmi geleng kepala sekaligus dibuat pusing karena ulah Nathan.


"Iya..Nat..Nat,di daerah xx dan ingat jangan.."


Belum juga selesai Hilmi berbicara Nathan menutup ponselnya sepihak membuat Hilmi gemas karena ulah Nathan yang seperti orang kebelet yang tidak bisa di tunda walaupun sesaat.


"Nat...Nat..!!"


Teriak Hilmi dari dalam kamar mandi karena kesal dengan ulah Nathan yang masih pagi buta sudah sibuk menghubungi dirinya.


"Kalau tahu akan seperti ini aku tidak akan melepaskan Lea untuk kamu Nat..Nat..,mending tidak aku kasih kamu Nathan...rese !!"


Teriak Hilmi lagi dengan lebih lantang membuat art yang kebetulan lewat kamarnya lari ketakutan.


"Tuan muda pagi-pagi sudah marah-marah"


Bisiknya pada salah satu art yang lain yang kebetulan akan merapikan kamar Hilmi.


"Jangan ngaco kamu, nanti terdengar nyonya bisa berabe "


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Nathan sudah mengantongi informasi dari Hilmi dan sudah mengatur rencana untuk mengenal Lea dengan cara sewajar mungkin tidak ingin terlihat sengaja mengejar Lea.


Berkat Hilmi juga Nathan tahu siapa saja yang terlibat dalam survei uji kecepatan saat ini yang melibatkan senior yang sudah lama bekerja di bidangnya.


Begitu juga senior yang bertanggungjawab sudah Hilmi hubungi lewat orang kepercayaan Hilmi untuk misi yang akan di jalankan Nathan harus satu frekuensi agar tidak menimbulkan kecurigaan Lea.


"Pagi Mr."


Sapa senior sebagai orang yang memegang tanggungjawab pada Nathan yang baru saja menghampiri mereka yang ada di sana.


"Pagi..dimana Atasan mu,dia minta ku berjumpa dengannya saya disini,batang hidungnya saja tidak terlihat"


Tanya Nathan santai tanpa menunjukkan sesuatu yang mencurigakan.


"Ehm..Mr.Hilmi,oh sepertinya beliau tidak bisa datang karena ada pertemuan mendadak dengan investor dari luar negeri "


Nathan senang tidak terlihat kegugupan dari senior yang menyapanya.


'Awal yang baik'


Ucapan Nathan dalam hati yang iramanya sudah turun naik begitu melihat Lea yang masih fokus pada pekerjaannya.

__ADS_1


"Boleh saya di sini untuk melihat cara kerja kalian..apa tidak menggangu kalian bekerja?"


Nathan berjalan layaknya atasan yang memerhatikan cara kerja karyawannya walaupun sesekali melirik Lea.


"Saya kira akan banyak yang turun langsung ternyata hanya kalian saja.."


Benar-benar bos besar yang teliti membuat karyawan hanya mengikuti aturan hanya menjawab bila di tanya.


"Ya..Mr. hanya beberapa saja,hanya untuk survei saja "


Jawab lelaki yang bernama Athalla yang Nathan tahu dari Hilmi.


"Oh..ada yang wanita juga saya kira semuanya laki-laki "


Begitu pintanya Nathan mencari cela untuk mengenal Lea yang tidak memperhatikan kehadiran Nathan.


"Ya..Mr,dia salah satu anak magang..maaf Lea minta waktunya sebentar kenalkan.. beliau salah satu pemegang saham di perusahaan"


Athalla meminta waktu pada Lea untuk memperkenalkan dirinya pada Nathan yang terlihat cool walaupun dalamnya tidak detak jantung terpompa seakan siap meledak.


"Lea.."


Ucap singkat tanpa embel-embel apapun tapi dengan sopan memperkenalkan dirinya.


"Nathan..kamu suka berada di lapangan seperti ini ?"


Nathan langsung bereaksi tanpa menunggu lama walaupun tidak mudah dengan detak jantungnya.


"Ya"


Cukup singkat padat jawab Lea cukup membuat Nathan penasaran, sebab begitu bedah saat bersama lelaki kecil didalam restoran yang dia lihat.


"Kamu nyaman bekerjasama dengan mereka yang mayoritas laki-laki ?"


Tanya Nathan lagi dengan berjalan sesekali memperhatikan kendaraan yang dalam uji kecepatan, dengan suara bisingnya.


"Apa..Mr,saya tidak dengar ?"


Lea tahu Nathan melakukan semua ini pura-pura,semua sepertinya sudah diatur sebab terlihat Athalla sengaja memberikan kesempatan untuk Nathan mendekatinya padahal dia tahu pekerjaan ini sangat penting.


"Apa kamu tidak mendengar pertanyaan saya dengan jelas"


Nathan hampir berteriak untuk menyampaikan pertanyaannya pada Lea membuat beberapa lelaki memandang Nathan aneh.


"Bisa kita bicara di tempat lain ?"


Ajak Nathan pada Lea tapi sayang Lea kembali pura-pura tidak mendengar sebab Lea dengan sengaja melakukan itu.


"Ha..apa,apa ?"


Tangan Lea memberikan kode kalau dirinya tidak bisa mendengar dengan jelas.


Membuat Nathan mati gaya,kesal tidak tapi usahanya hanya sebatas berkenalan tidak bisa lebih ah..Hilmi karyawan mu meresahkan.

__ADS_1


**Note


Kasih saran ya..biar saya perbaiki, untuk ide cerita kasih masuk biar asyik isinya..ayo saya tunggu.πŸ‘Œ**


__ADS_2