My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Momen sebelum kembali ke perkebunan


__ADS_3

Kedua pengantin baru ini masih bercengkrama bersama keluarga besarnya terutama Lea yang tengah asyik menggoda putri Arya yang kini sudah bukan bayi lagi,tapi sudah jadi gadis kecil yang cantik.


"Rencana mau honeymoon dimana nih ?"


Goda Arya pada Lea yang pura-pura tidak mendengar pertanyaan yang dilontarkannya oleh Arya.


"Apa honeymoon Pi ?"


Tanya Alleia pada Arya dengan menatap Arya serius, membuat Arya bingung untuk menjelaskan pada putrinya.


"Ehm..coba tanya aunty"


"Aunty apa honeymoon?"


"Kita jalan-jalan sayang "


Lea menatap Arya dengan tangan mengepal tanpa keduanya saling mengejek dan membuat Arya terkekeh.


"Aunty ga bohong kan "


"Ga,coba tanya papi Arya aunty bohong apa tidak"


"Pi.. aunty ga bohong kan ?"


"Aunty ga bohong sayang,tapi jalan-jalannya hanya aunty berdua sama om saja "


"Kita ga ikut aunty gitu Pi..kenapa tidak bersama-sama saja seperti biasanya Pi ?"


Gadis kecil itu makin kritis dan ada saja dalam pikiran untuk menyampaikan apa yang akan disampaikan pada orang dewasa yang saat ini ada didekatnya.


"Biar Alleia mendapatkan adik bayi kecil dari aunty dan om "


Ucap Ganendra asal yang sibuk merakit miniatur robot miliknya,tidak jauh dari mereka bercengkrama.


"Oh..ya,asyik akan ada adik bayi "


Gadis kecil itu bersorak kegirangan merasa akan mendapatkan adik kecil,terbayang akan kehadiran bayi kecil dikediamannya semakin ramai dan merasa dirinya menjadi seorang kakak.


"Mas.. Ganendra sok tahu "


Cibir Biantara dengan muka penasaran menghampiri Ganendra seakan ingin memastikan kebenarannya karena merasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Ganendra.


"Kata Saka,om sama tantenya baru pulang berlibur dan didalam perut tantenya sudah ada adik bayi padahal waktu berangkat belum ada adik bayi "


Ganendra menjelaskan walaupun tetap berfokus pada robot yang di rakitnya tanpa ingin berpaling sedikitpun.


"Memang kalau mau ada adik bayi harus jalan-jalan berdua dulu ya..Pi ?"


Sepertinya rasa penasaran itu masih menggelayuti pikiran putra Arya yang masih bertanya pada Arya sepertinya ingin memastikan kebenarannya.


"Ehm.. sepertinya nak "


"Aunty ayo cepat jalan-jalan biar cepat ada adik bayi "


Pinta Alleia pada Lea dengan menggoyangkan tangan Lea seakan memaksa Lea untuk pergi.


"Ga, sekarang sayang aunty masih capek.. tunggu aunty hilang capeknya ya.."

__ADS_1


Dengan malas Lea memberikan alasan pada gadis kecil yang terus memaksa dirinya untuk melakukan perjalanan bulan madu.


"Kalau capek mami suka dipijat papi "


Entah dari mana ada asal pemikiran itu tapi ada saja dalam benak kecil gadis kecil itu untuk membuat orang dewasa mati gaya di hadapan bocah-bocah kritis keturunan Arya dan abimana ini.


"Oh..ya, pintanya anak siapa sih ?"


Mata Lea membulat sempurna menatap Arya yang akan kena batunya karena ulahnya sendiri.


"Sudah sana aunty minta dipijat om saja "


Pinta gadis kecil itu yang menarik Lea untuk meminta tolong pada Sigit yang hanya tersenyum melihat tingkah gadis kecil dengan istrinya.


"Ya,nanti aunty minta dipijat sama mba Nur saja ga sama om "


Lea mengalihkan perhatian pada keponakannya yang semakin memaksa dirinya.


"Kenapa aunty ?"


Gadis kecil seakan tidak bisa dialihkan sedikit ada saja yang terlibat dipikirkannya untuk membuat Lea menurut akan permintaannya


"Om juga capek sayang "


Lea terlihat lelah juga mengikuti arah berdekatan dengan bocah kecil ini yang tidak bisa diduga.


"Kan bisa gantian seperti papi sama mami "


'Pintarnya anak mu mas Arya..'


"Sini aunty cium "


"Ga,mau di cium aunty.."


Gadis kecil itu menghindar dari Lea bahkan terlihat menjauh dari Lea yang membuat Lea bingung.


"Tumben,kenapa ga mau aunty cium ?"


"Aunty bau om "


Dengan polosnya Alleia menutup hidungnya seperti orang yang merasakan bau.


"Kok bau om..?"


Lea bingung dengan penuturan Alleia yang menurutnya, banyak pertanyaan terlintas dalam benak Lea.


Dan hal yang tidak terduga pun akhirnya menjawab rasa penasaran Lea yang membuat Lea dan Sigit menahan malu yang luar biasa saat ini.


"Om cium aunty disini "


Alleia menunjukkan bibir mungilnya yang membuat Lea malu bukan kepalang bahkan sampai memerah pipinya.


"Aunty bisa ga untuk yang itu di tempat yang semestinya"


Ujar Kinan pada Lea yang masih menahan malu karena dirinya tidak tahu kalau saat Sigit menciumnya ada Alleia didekatnya.


"Maaf mba,aku ga pernah melakukan hal seperti itu didepan mereka"

__ADS_1


Protes Lea yang tidak merasa melakukan hal itu karena dia juga masih memegang teguh tradisi kesopanan walaupun saat ini hal itu boleh dilakukan.


"Aku ga sengaja mau masuk ke kamar aunty terus om langsung cium aunty"


Sigit langsung menahan senyumnya walaupun dia berhak atas Lea seutuhnya tapi tidak semestinya melakukan hal itu didepan keluarga yang masih memegang teguh tradisi kesopanan, walaupun bukan kesalahan ada pada Sigit dan Lea hanya kebetulan saja Alleia yang melihat itu.


"Sayang yang sayang lihat itu hanya untuk orang dewasa ya.."


"Maaf Ade ga tahu "


Lea masih menahan malu tapi harus bagaimana lagi sebab kesalahan bukan sepenuhnya dia lakukan.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


"Sudah hapal mah bebas "


Goda Arya yang kebetulan berpapasan dengan Lea di depan pintu menuju teras.


"Jangan mau deh mas "


"Manis,manis gimana gitu "


"Mas Arya !!!"


Teriak Lea yang langsung mengejar Arya yang berlari menghindar berharap tidak tertangkap Lea.


"Kalian itu ya..tidak ada lelahnya saling menggoda "


Deandra mengingatkan Arya yang terus tertawa dan berlari menghindar dari Lea.


"Mas Arya Pi.. kebiasaan jahilnya ga bisa dikondisikan "


"Tapi suka kan "


"Ih..biang rese "


Lea langsung menjauh dari Arya dan Deandra yang hanya tersenyum melihat rasa kesal Lea.


"Hobi sekali sih kamu membuat adik mu marah "


"Asyik aja Pi, kalau lihat Ade kesal apalagi kalau sampai cemberut tambah lucu aja dimata aku "


"Apa ga kasihan lihat adik mu kesal "


"Kasihan sih tapi ga enak aja kalau lihat Ade diam apalagi kalau lagi serius ga asyik "


"Kamu tuh aneh..ingat umur anak mu sudah dua bukan bocah lagi "


Deandra mengingatkan Arya,yang diingatkan hanya senyum-senyum tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Deandra tahu ini cara Arya untuk lebih dekat dengan Lea walaupun membuat Lea kesal akan keusilan Arya.


Begitu juga dengan Arya yang sebenarnya tidak ada niat untuk membuat Lea kesal tapi dia ingin lebih dekat hubungannya dengan Lea yang cenderung serius hampir sama dengan abimana bila melakukan sesuatu.


Hubungan persaudaraan, setiap individu akan berbeda caranya untuk dekat satu sama lain dalam mengapresiasikannya termasuk Arya dengan Lea begitupun dengan Arya dengan Abimana dan Abimana dengan Lea.


Pada dasarnya mereka merasa memiliki tapi berbeda dalam kedekatannya.

__ADS_1


__ADS_2