My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Kehilangan mbok nah


__ADS_3

Beberapa hari ini Lea selalu pulang malam, sehingga tidak bertemu mbok nah seperti biasanya sepulang kerja yang membuat Lea merindukan sosoknya saat ini.


"Ibu..bu"


Panggil Lea pada mbok nah,tapi sayang sosok yang Lea cari tidak menampakkan dirinya, membuat Lea mencarinya hingga kedalam kamar milik mbok nah yang didapat kamar mbok nah terlihat rapi,kosong dan dingin.


Bisa disimpulkan kamar mbok nah telah beberapa hari di tinggalkan mbok nah,tapi kemana pikir Lea dan kenapa tidak memberitahukan kepadanya.


"Maaf mba Lea mencari mbok nah ya..mbok nah pulang kampung "


Salah satu art menghampiri Lea dan menjelaskan keberadaan mbok nah membuat Lea terlihat sedih karena mbok nah pergi tanpa pamit.


"Terimakasih mba"


Ucap Lea yang langsung meninggalkan art yang usia lebih muda dari Kinan,yang langsung melanjutkan pekerjaannya.


'Kok mbok nah ga pamitan sama aku'


Ucap Lea seorang diri berjalan menuju kamarnya,dan kebetulan bertemu dengan Deandra yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Pi..ibu pulang kok ga bilang aku sih ?"


"Maaf papi lupa kasih tahu kamu nak..ibu pulang karena anaknya baru pulang dari luar negeri,ibu minta ijin hanya beberapa hari saja untuk bertemu anaknya nak "


Ada aura kecemburuan yang Deandra rasakan dari tatapan mata Lea, karena kedekatan keduanya membuat Deandra semakin merasa bersalah.


"Seharusnya ibu bilang aku Pi.."


"Maaf nak.. karena menunggu mu terlalu lama maka ibu tidak bisa menunggu lama jadi papi ijinkan tanpa menunggu mu nak"


Lea hanya diam meninggalkan Deandra tanpa berbicara sepatah katapun, nampak kesedihan diwajahnya yang tidak bisa disembunyikan.


Kesedihan Lea berlanjut hingga sarapan pagi bersama dengan keluarga besar Deandra.


"Sariawan non..?"


Goda Arya yang melihat Lea hanya diam menikmati makan paginya yang terlihat tidak berselera tidak seperti biasanya.


"Kalau tidak enak badan tidak usah masuk kerja nak.."


Ujar Deandra yang melihat Lea tidak bersemangat seperti biasanya,wajah cantiknya terlihat mendung tidak secerah biasanya.


"Ada masalah di kantor dek ?"


Tanya Abimana merasakan perubahan Lea yang sangat berbeda hari ini,seakan pagi ini mentari di tutupin awan mendung.


"Tidak ada masalah mas "


Akhirnya Lea membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Abimana yang memang jarang bicara hanya hal-hal penting saja dirinya bicara kepada siapapun.


"Kenapa aunty diam saja ?"


Erlangga pun bisa merasakan perubahan Lea yang membuat dirinya bertanya pada Lea.


"Aunty baik-baik mas "

__ADS_1


Jawab Lea dengan senyum yang dipaksakan walaupun sudah berusaha terlihat tidak terjadi sesuatu dengan suasana hatinya saat ini.


Lea lebih cepat menghabiskan sarapannya walaupun dirinya tidak ingin menghabiskan makanan yang sudah diambilnya.


Setelah berpamitan Lea meninggalkan kediaman Deandra yang diantar sopir karena permintaan Deandra yang khawatir dengan keadaan Lea pagi ini yang terlihat berbeda.


"Pak..bisa langsung pulang saja,biar saya pesan taksi saja untuk pulang "


Pinta Lea pada sopir keluarganya dengan sopan walaupun suasananya hatinya tidak nyaman masih memikirkan mbok nah.


"Tidak mba,saya tunggu mba pulang saja sesuai perintah tuan besar "


Dengan hormat sopirnya menjelaskan pada Lea sesuai perintah Deandra untuk menunggu sampai Lea pulang.


"Ya..sudah terserah bapak saja,saya permisi masuk dulu"


Pamit Lea setelah mendengarkan penjelasan sopir keluarganya yang lebih menurut perintah Deandra.


"Silahkan mba "


Jawab sopir itu yang membukakan pintu mobil yang sebenarnya sudah Lea tolak tapi selalu aja lebih dulu sopir itu membuka pintu untuk Lea.


❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️❄️


Suasana departemen Lea yang biasanya hangat seperti diliputi mendung karena mentari pagi ini tak secara biasanya.


Lea langsung menuju meja kerjanya dan memeriksa kembali pekerjaan yang tidak belum terselesaikan kemarin.


"Pagi mba Lea "


Sapa office boy yang seperti biasanya menyiapkan minuman disetiap meja karyawan dengan tersenyum ramah.


Balas Lea dengan tersenyum tipis yang terlihat dipaksakan,tidak seperti biasanya selalu ada candaan yang Lea ucapakan pada Rahmat selaku penanggungjawab kebersihan departemen yang Lea tempati.


"Ada tambahan lain mba ?"


Tanya Rahmat pada Lea sebab ada yang aneh pagi ini menurut lelaki yang usianya lebih muda dari Lea tapi rajin dalam berkerja dan bertanggungjawab.


"Tidak Mat, terimakasih"


Balas Lea yang terlihat malas untuk berbicara yang Rahmat lihat yang langsung pergi menuju meja lain tidak enak ikut campur urusan orang pikir Rahmat.


"Bang,di luar mendung ya..?"


Tanya lelaki yang kebetulan duduk tidak jauh dari Lea,pada bang Dik yang kebetulan baru saja masuk kedalam departemen dan terlihat bingung dengan pertanyaan bawahannya.


"Ga..tuh,malah terlihat langit tidak berawan..kamu aneh-aneh saja "


Protes bang Dik yang langsung menepuk pundak si penanya dengan tersenyum jail.


"Oh.. berarti suasana hati seseorang nih yang mendung"


Candanya lagi yang membuat bang Dik memperhatikan seluruh bawahannya termasuk Lea yang terlihat serius dengan lektop tanpa memperhatikan sekitarnya.


"Bidadari kita nih yang mendung sepertinya"

__ADS_1


Goda yang lain membuat suasana menghangat tapi hanya sesaat sebab Lea tidak membalas candaan diantara mereka,yang terlihat Lea semakin sibuk dengan pekerjaannya bahkan terlihat serius dan fokus.


"Lagi dapat kali bro"


Yang lain menjelaskan dengan sopan tapi masih dengan candaan tapi tidak merubah posisi Lea yang terlihat diam tidak seperti biasanya walaupun dalam suasana apapun.


"Lea.. diminta datang ke ruangan bang Dik tuh"


Seseorang menepuk pundak Lea dan meminta dirinya menghadap bang Dik yang tidak memberi tahukan apa keperluannya.


"Ya..saya akan ke ruangan bang Dik, terimakasih "


Balas Lea dengan tersenyum ramah sebagai ucapan terimakasih dan merapikan meja kerjanya sebelum menghadapi bang Dik.


Sebenarnya Lea malas untuk menghadap bang Dik dalam suasana hatinya yang tidak nyaman, pilihannya ingin diam seorang diri tanpa terganggu oleh siapapun.


"Iya..bang,ada yang bisa saya bantu"


Lea langsung pada intinya saja bertanya pada bang Dik yang sebelumnya mengetuk pintu ruangan bang Dik sebagai bentuk kesopanan.


"Suntuk bener neng"


"Sudah bang langsung intinya saja "


"Serius bener,tumben..ada apa sih ?"


"Lagi pengen diam aja bang "


"Loe sakit,pulang aja kalau sakit "


"Ga,bang..ada yang penting panggil saya bang"


"Sebenarnya penting ga penting sih.."


"Ya, ngomong aja bang dari pada mati penasaran "


"Loe masih muda jangan mati, apalagi matinya penasaran "


"Alah bang saya serius malah diajakin becanda "


"Lah..loe yang mulai ngomongin mati "


Lea menggaruk kepalanya karena ulah bang Dik yang membuat dirinya sedikit kesal tapi melihat posisinya atasan dan secara usia di atas dirinya bahkan hampir di atas Abimana.


Bang Dik bila berdua saja dia akan mengunakan kata loe gue pada Lea yang menurut Lea biasa saja mungkin itu bentuk ternyaman bang Dik pada Lea.


"Menurut loe gimana setelah bos besar melihat secara langsung presentase di lapangan ?"


"Ga, gimana-gimana bang..memang ada pengaduan dari bos besar bang ?"


"Belum sih..cuma tangan kanan bos nanyain perihal loe ?"


"Lah,kok gue..memang ada urusan apa sama gue bang ?"


"Mana gue tahu, pokoknya diluar kerjaan "

__ADS_1


"Udah ah..bang,bikin mood saya makin ga enak aja"


Lea pun berpamitan pada bang Dik yang juga terlihat bingung sepertinya banyak tanda tanya besar di kepala bang Dik yang belum ada jawabannya dengan diamnya Lea yang tidak seperti biasanya.


__ADS_2