My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Lelaki muda,mbok nah ??


__ADS_3

Lea kembali disibukkan dengan persiapan sidang skripsinya dan sebagian waktu untuk membantu Juna juga Mawar walaupun sekedar menemani mencari buku untuk referensi.


"Bu.."


Suara Lea tertahan tidak lagi ingin melanjutkan mencari keberadaan mbok nah yang saat ini terlihat bersama lelaki yang beberapa saat lalu membantu mas Abimana membawakan mobil untuk mengantarkan Ganendra ke rumah sakit.


"Siapa dia?"


Ucap Lea pelan hanya bertanya pada dirinya sendiri,tanpa ingin mencari tahu lebih banyak karena waktu tidak memungkinkan dirinya bertanya pada mbok nah karena harus pergi ke kampus secepatnya.


Di perjalanan Lea sempat teringat kedekatan mbok nah dengan lelaki itu seperti ibu dan putranya begitu dekat yang Lea lihat.


Lea masih terpikir dengan sosok lelaki itu sehingga membuat dirinya melamun.


"Dipatok ayam non.. pagi-pagi sudah melamun"


Tegur Juna yang entah dari mana arah datangnya yang mengejutkan Lea tersadar dari lamunannya.


"Loe, mengejutkan saja"


Ujar Lea yang memukul lengan Juna membuat Juna protes pada Lea.


"Loe melakukan KDRT Lea, perlu gue laporkan pada komnas ham"


Ujar Juna dengan muka masam berbeda dengan Lea yang terkekeh karena Juna salah melaporkan dirinya.


"Bukannya nyadar malah tertawa"


Ujar Juna yang memperhatikan Lea yang masih terkekeh melihat Juna memaki dirinya.


"Kenapa tidak sekalian saja di laporkan ke NATO atau Who pemukulan gue "


Lea meminta pada Juna yang terlihat bingung dengan penuturan Lea.


"Gue salah ya..?"


"Loe pikir aja sendiri"


"Apa sih pagi-pagi bukannya sarapan malah berdebat,kasihan kantin Bu Mar kosong"


Kini Mawar yang datang menengahi perdebatan kedua orang yang sangat dekat dengannya.


"Ga, penting mau gue temani kemana nih hari ini ?"


Lea langsung meminta kejelasan dari kedua mahluk yang selalu merepotkan dirinya.


"Hari ini gue ga ingin kemana-mana hanya perlu ketemu dosen pembimbing"


Tutur Mawar yang membawa beberapa buku dan lembaran kertas ditangannya.


"Loe..juga ga butuh gue ?"


Tanya Lea pada Juna yang terlihat santai hari ini tampah membawa hasil kerjaannya.


"Sama gue juga hanya melihat jadwal sidang gue"


"Berhubung loe pada ga butuh gue,gue cabut"

__ADS_1


Lea siap melangkah pergi tanpa menunggu kedua temannya bertanya terlebih dahulu.


"Busyet dah..ga harus cabut juga kali non.."


Teriak Juna pada Lea yang langsung melihat kebelakang dimana kedua orang yang merepotkan dirinya meminta kembali.


"Gue cuma sebentar kok ketemu dosen,ga sabar banget sih "


Mawar menunjukkan rasa tidak suka Lea yang akan meninggalkan dirinya dengan Juna.


Dengan sangat terpaksa Lea menunggu kedua orang temannya menghadap dosen.


"Melamun lagi..apa sih yang loe pikirin ?"


Sepertinya Juna cukup peka dengan Lea yang seharian ini banyak diam seperti memikirkan sesuatu.


"Udah beres urusan loe, cepat bener "


Lea tidak ingin Juna mengetahui apa yang saat ini yang Lea pikirkan sebab tidak penting juga pikir Lea.


"Loe udah cari tahu siapa lelaki art ganteng di rumah loe ?"


Pertanyaan Mawar mengingatkan Lea pada lelaki pagi tadi bersama mbok nah,apakah lelaki yang Mawar maksud adalah lelaki yang sama dua kali di lihat di rumahnya.


"Kenapa sih loe,gue lihat banyak bengong"


Tegur Juna lagi karena Lea bukan menjawab pertanyaan Mawar,Lea terlihat seperti mengingat sesuatu tapi apa Juna tidak tahu.


"He..he,otak gue penuh memori perlu healing"


Balas Lea yang membuat kedua temannya hanya saling memandang sebab selama mengenal Lea belum pernah melihat Lea seperti orang bingung,sosok cerita,cuek masa bodoh tampa beban itu Lea yang mereka kenal.


Juna berniat memeriksa kepala Lea tanpa berpikir yang membuat Lea sewot tapi lucu juga pikir Lea tindakan spontan Juna.


"Loe mau lihat isi otak gue..harus ke dokter mas bro"


Lea menepis tangan Juna yang hampir saja memegang kepalanya.


"Loe bilang memori loe penuh mau gue kuras isinya kali aja bisa sedikit berkurang"


"Loe samain isi otak Lea sama otak sapi yang ada dalam kulkas bisa loe kuras"


Lea tertawa kecil mendengar penuturan Mawar yang sibuk memainkan game di ponselnya.


"Bukannya ada bank otak..gue pikir sama kak Rose"


"Loe pikir otak Lea secerdas Einstein yang isi otaknya perlu diawetkan bahkan masuk museum "


Mawar kembali memberikan penjelasan pada Juna yang terlihat diam mendengarkan penjelasan Mawar dengan seksama.


Perdebatan mereka ternyata memakan waktu hingga siang, berhubung tidak ada hal yang penting mereka bubar jalan ke tujuan masing-masing.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Lea sudah bertekad untuk mencari tahu siapa lelaki yang dua kali di lihatnya setiba di rumah tapi rencana itu tinggal rencana sebab setiba di rumah Lea diminta menemani jagoan kecil ke tempat les.


Bosan yang kini Lea rasakan hanya duduk-duduk memainkan ponselnya berbagi kabar dengan kawan kecilnya lewat grup chat yang beberapa hari ini ramai membahas nama yang asing di telinga Lea.

__ADS_1


'Putih boleh aku minta penjelasan siapa itu mas Han ?'


Lea meminta Melati menjelaskan siapa mas Han yang seperti berperan penting diperkebunan sebab nama itu tidak pernah dia kenal selama tinggal di perkebunan.


'Oh..mas Han,dia yang mengaktifkan kembali karang taruna di tempat kita, jenderal'


Lea makin bingung dengan penjelasan putih,sebab sosok Han itu bedah generasi wajar Lea tidak mengenalnya.


'Mas Han asyik kok orangnya jenderal hampir seperti kamu '


Bujang ikut memberikan komentar di grup chat membuat Lea penasaran akan sosok Han.


'Memang selama ini dia ngumpet dimana kok baru nongol?'


Tanya Lea lagi dengan membayangkan sosok yang selalu di banjiri pujian oleh kawan kecilnya.


'Dia studi di luar jenderal..yang aku tahu'


Pak kyai ikutan menjelaskan walaupun tidak akan juga Lea mengerti sebab tidak mengenal siapa Han.


'Oh..maaf aku ga tahu he..he'😁


Balas Lea dengan emoticon ketawa yang mereka paham Lea bingung dengan pembahasan mereka saat ini.


'Kami akan kenalkan kamu sama mas Han bila kamu berkunjung ke sini'


Si Gundul yang kini ikut meramaikan grup membuat Lea makin merindukan suasana perkebunan.


'Sibuk apa jenderal saat ini ?'


Tanya putih yang tahu kesibukan Lea,tidak mungkin seorang Lea meramaikan grup chat bila saat ini dalam kesibukan.


'Sibuk mikirin kalian saat ini sedang apa..bikin kangen '🤗


Balas Lea dengan emoticon memeluk yang membuat kawan kecilnya membalas sama dengan dirinya.


'🤗'


Putih,pak yai,bujang, gundul bersama membalas emoticon memeluk.


'Secepatnya aku berkunjung ke perkebunan doa kan urusan ku lancar disini ya..'


Pinta Lea lewat chat dengan tersenyum seorang diri membayangkan wajah-wajah kawan kecilnya saat ini.


Saling bertukar kabar pun berakhir karena jagoan kecil sudah meminta Lea pulang ke rumah karena perut kecilnya sudah ingin di isi makanan rumahan.


"Aunty..Romo menitipkan salam untuk aunty"


Ucap Biantara dengan mulut mungilnya membuat Lea mengerutkan dahinya karena merasa heran sekaligus terkejut.


"Salam..memang Romo kemana menitipkan salam untuk aunty?"


Tanya Lea penasaran dengan penuturan Biantara yang fokus melihat jalanan.


"Romo harus pulang ke perkebunan"


Lea semakin terkejut tidak mungkin Romo tidak berpamitan padanya bila tidak ada yang darurat pikir Lea.

__ADS_1


Belum hilang rasa rindu sama Romo sudah harus terpisah lagi tapi mau bagaimana lagi perkebunan adalah tempat ternyaman bagi Romo dan juga dirinya.


Lea tersenyum bila mengingat perkebunan tempat dimana dirinya merasa menjadi dirinya sendiri tanpa topeng yang harus menurut dirinya.


__ADS_2