
Momen sakral ini berlangsung dengan hikmat hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang dihadirkan, walaupun pada kenyataannya keluarga besar Romo yang mendominasi acara ini.
"Selamat menempuh hidup baru semoga sakinah, mawadah serta warohmah,jaga dengan baik sebab kamu tahu seperti apa adik ku..semoga tidak membuat kamu sakit kepala "
"Apa sih mas "
Balas lea yang tidak mau Arya mengolok-olok dirinya pada Sigit yang terlihat santai bahkan terlihat biasa saja dengan ucapan Arya.
"Akan aku jaga mas,dan tidak akan bikin ku sakit kepala "
Sigit menatap Lea seperti biasanya dia selalu menuju kalau dirinya akan melindungi Lea.
"Serius kamu ga akan sakit kepala dengan segala ulahnya yang diluar dugaan "
"Ih..mba, sepertinya mas Arya kurang minum deh..makin ga fokus tuh "
Lea mendengus kesal karena Arya makin menggodanya padahal kalau Arya tahu Lea saat ini merasakan malu pada Sigit yang kini sudah sah jadi suaminya.
"Mas..udah kasihan Ade"
Ucap Kinan yang menarik tangan Arya untuk menjauh dari Lea dan Sigit yang akan mendapatkan ucapan selamat dari kerabat dan orang yang khusus diundang dalam momen sakral ini.
"Dek..jadi istri yang baik ya, karena ini tidak mudah perlu kerja sama diantara kalian dan harus saling memahami juga perluasan hati diantara kalian tapi mas yakin kanu bisa membimbing adik ku.."
Abimana memeluk Sigit erat, begitupun Sigit membalas pelukan Abimana yang cukup dia tahu karena dia satu frekuensi sedikit bicara tapi cukup tahu kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan isi hatinya.
"Terimakasih mas, mohon bimbingannya dan tegur saya bila ada kesalahan dalam perjalanan pernikahan kami tidak sesuai harapan keluarga besar Romo dan papi "
"Aku yakin kamu bisa.. komunikasikan semua jangan hanya diam karena adik ku juga butuh ketegasan dari kamu "
Abimana cukup tahu seperti apa Sigit dalam bentuk apapun akan mengutamakan kepentingan Lea dari pada dirinya.
"Bisa ga sih ga bikin gue mewek "
Ujar Juna yang kini berdiri dihadapan Lea dengan muka cemberut dan mata yang sedikit sembab karena bekas menangis.
"Maaf..gue juga ga mau nangis tapi mata ini yang terus mengeluarkan air "
"Selamat ya..semoga kebahagiaan selalu hadir sepanjang perjalanan kali berdua,gue ga mau lihat loe terluka dan cepat kasih keponakan buat gue yang lucu dan menggemaskan"
Juna ingin mencubit pipi Lea tapi Sigit lebih dulu memperlihatkan senyuman tipis tapi terlihat tegas kalau dia tidak suka Juna bersikap lebih pada istrinya.
"He..he,maaf, selamat ya mas..nitip Lea jangan di bikin capek apalagi sampai sakit kasihan kan.."
Juna menunjukkan sikap seperti dirinya lelaki sejati dengan suara teras menyampaikan keinginannya pada Sigit.
__ADS_1
Sigit hanya tersenyum melihat tingkah Juna yang seperti melindungi Lea seperti dirinya lelaki yang akan menyakiti Lea dimata Juna.
"Laki loe posesif juga "
Bisik Mawar saat memberikan ucapan selamat pada Lea yang langsung tersenyum melihat Juna seperti sedikit takut pada Sigit.
"Mas Sigit ga gitu kok"
"Ga gitu gimana loe lihat apa Juna sempai tertunduk "
"Loe belum tahu aja seperti apa mas Sigit, asyik kok orangnya "
"Asyik karena loe bininya "
Sanga Mawar dengan melepaskan pelukannya dari Lea yang sudah resmi memiliki suami.
"Ga,boleh protes mau tinggal ikuti jejak gue "
Goda Lea yang mendapatkan balasan senyuman masam dari Mawar yang sebenarnya tidak ingin ada perdebatan dihari penting untuk sahabatnya.
Empat keponakan Lea mendekat dan memberikan pelukan hangat untuk Lea dengan sesekali melirik kea arah Sigit yang masih terbilang orang baru dalam keluarga besar Deandra dimata keponakan Lea.
"Om.. jangan bawa aunty ya.."
Pinta Alleia pada Sigit yang membuat Lea tersenyum melihat tingkah lucu keponakan cantiknya.
Ucap Sigit dengan mengusap lembut kepala Alleia yang terlihat berkaca-kaca matanya.
"Om..sayangi aunty ya,jaga kesehatannya "
Pinta Erlangga yang membuat Lea ingin tertawa sebab penjaga gawang keluarga besar Deandra begitu terlihat dewasa padahal belum waktunya.
"Siap jagoan "
Sigit memberikan hormat pada Erlangga yang tidak bedahnya dengan dirinya yang sedikit bicara tapi banyak bertindak.
Berbeda dengan Garendra dan Biantara yang terlihat santai tapi seakan-akan takut Lea jauh darinya.
"Aunty akan sering berkunjung kan ?"
Ucap Ganendra yang berbisik dengan tertunduk lesu seakan tidak bahagia saat ini.
"Mas takut aunty jauh ya.., tenang aunty akan ada saat kalian butuh aunty"
Lea memeluk ketiga jagoan dalam dekapannya dengan erat ada rasa yang tidak ingin Lea lepaskan tapi dia harus memilih.
__ADS_1
"Aunty sayang kalian semua "
Ucap Lea lagi setelah melepaskan pelukannya yang membuat ketiga keponakannya kembali memeluk erat Lea.
"Love you"
Balas ketiganya dengan menahan tangisnya karena dia tidak ingin melihat Lea bersedih.
Kerabat satu persatu memberikan selamat tapi ada juga yang merasa iri dengan kebahagiaan yang Lea rasakan saat ini.
"Saya kira kamu ga akan nikah,sebab rumor di luaran sana cukup membuat kita tidak nyaman sebagai kerabat tapi..ada juga yang mau menerima kamu syukurlah "
Seringai mengadili Lea sepihak membuat Sigit ingin sekali menutup mulutnya tapi apa daya dirinya hanya bisa menggenggam erat tangan Lea sebagai bentuk pembelaan dirinya.
"Tapi jangan berbesar hati karena suami mu hanya dari kalangan biasa-biasa saja atau hanya untuk menutupi rumor di luaran sana"
Ucapnya lagi sebelum meninggalkan Lea dan Sigit yang sudah mengepalkan tangannya seakan tidak tahan menahan kemarahan.
Tapi sayang Lea lebih memilih meminta Sigit untuk diam karena menutup mulut seseorang bukan dengan cara yang sama tapi ada pembuktian yang harus di tunjukkan.
"Mas,maaf mas harus bisa mengendalikan diri karena aku tidak terbiasa melakukan sesuatu dengan mengotori hati dan tangan tapi kita bisa tunjukkan lewat prestasi"
Sigit cukup terkejut dengan penuturan Lea yang menurut Sigit anak manja tapi terpatahkan dengan apa yang baru saja disaksikannya dengan nyata.
"Aku akan selalu ada untuk mu "
Sigit semakin menggenggam erat tangan Lea seakan menyakinkan Lea dia akan selalu ada untuknya mulai saat ini.
"Terimakasih sudah menerima kehadiran diri ku dengan segala kekurangannya"
"Kalau mau menerima kesempurnaannya saja namanya bukan paket lengkap"
Bisik Sigit yang membuat Lea ingin tertawa tapi dia bisa menahannya hanya bisa tertahan.
"Kenapa,aku salah ngomong ya..?"
Lea hanya menggelengkan kepalanya karena tidak mungkin saat ini menjelaskan pada Sigit karena momentumnya kurang pas.
"Mba..Lea selamat ya "
Ucap salah satu kerabatnya jauh dari pihak maminya yang jarang Lea temui karena berdomisili di luar kota.
"Terimakasih,Tante sudah menyempatkan diri hadir di acara Lea "
"Harus dong, untuk keponakan Tante"
__ADS_1
Ucapnya dengan memeluk erat Lea dan bergantian menjabat tangan Sigit untuk memberikan selamat.
Momen sakral ini berlangsung cukup intim dengan kehadiran kerabat dan teman dekat saja karena untuk kalangan lain akan ada acara resepsi selepas siang nanti.