
Suara ketukan pintu hotel membuyarkan lamunan Lea yang baru saja membersihkan diri selepas melaksanakan sholat sunah dan dilanjutkan sholat subuh.
"Maaf mba sudah mengganggu"
"Tidak apa-apa,saya yang sudah merepotkan "
Lea menunjukkan senyumnya dan mempersilakan untuk pihak MUA untuk melakukan tugasnya membuat dirinya akan berbeda dalam beberapa saat nanti.
"Terimakasih untuk kerjasamanya"
"Ya, sama-sama"
Wanita yang mendadani Lea tidak butuh waktu lama untuk bisa membuat Lea cantik karena memang Lea sudah cantik.
"Mba, cantik banget sih.."
Ungkap salah satu MUA yang mendandani Lea,mengangumi kecantikan Lea yang sudah cantik sebelum dipoles.
"Mba juga cantik"
Puji Lea dengan tersenyum manis lawan bicaranya yang membuat wanita itu memberikan senyuman manisnya.
Tidak lama kemudian muncul biang rese yang sengaja langsung masuk keruangan dimana Lea di buat cantik.
"Lea.. serius ini loe ?"
Lea yang mendapatkan pertanyaan seperti itu terlihat berpikir,apa ada perubahan dari wajahnya.
"Kalau bukan gue terus siapa, kembaran gue gitu?"
"Ga,gitu Lea..loe makin cantik tahu "
"Terimakasih, kalau gue ganteng baru loe bingung"
"Ini anak gue ngomong serius malah becanda"
"Iya..Juna,loh kok loe tahu gue ada disini?"
"Bareng gue, tadi ketemu mba Titi didepan"
Ucap Mawar yang tiba-tiba masuk langsung duduk di atas sofa yang tidak jauh dari Lea.
"Tumben mau di belakang layar..ga ingin lihat barisan babang tampan didepan sana "
Goda Lea pada Mawar yang langsung tersenyum,dia sangat paham dengan ucapan Lea.
"Ga,enak sama keluarga loe Lea..gue sadar diri sebab darah yang mengalir dalam tubuh gue masih merah ga seperti loe "
"Keluarga gue masih manusia biasa juga kak Rose "
"Gue sadar diri aja Lea.."
__ADS_1
"Bagus,dari pada terlalu percaya diri benarkah kakak Rose?"
"Tumben loe dukung gue "
Belum sempat Juna memberikan penjelasan mba Titi terlebih dahulu meminta Lea untuk bersiap diri karena rombongan dari pihak Sigit sudah memasuki ballroom hotel.
"Lea, kenapa gue yang jadi pengen pipis ya.."
Lea ingin membalas ucapan Juna tapi tidak mungkin dia lakukan saat ini karena dia susah diapit kedua kakak iparnya.
Di dalam ballroom sudah berlangsung acara sambutan dari kedua belah pihak bahkan saat ini pihak urusan agama sudah hadir untuk pelaksanaan acara sakral ucap janji suci Sigit dan Lea.
"Mba,kok Lea ga disandingkan dengan mas Sigit sih?"
Tanya Juna yang terlihat bingung,Kinan yang kebetulan berada tidak jauh dengan Juna menjelaskan.
"Ada dua cara dan sesuai pemahaman kami, pilihan kami tidak menyandingkan mempelai wanita dalam acara ijab kabul"
"Oh..maaf saya baru tahu,sebab yang saya tahu keduanya di sandingkan "
"Stt..bisa ga sih diam dulu "
Juna yang mendapatkan peringatan diri Mawar langsung diam karena sudah mulai berlangsung acara ijab kabul yang langsung dipimpin pihak urusan agama dan wali nikah langsung oleh Deandra.
Deandra yang sudah diminta untuk menjadi wakil nikah Lea tidak dapat menahan rasa haru, terlihat sesekali Deandra tertunduk menahan air matanya yang tidak ingin jatuh.
Tangan Sigit sudah dalam genggaman Deandra untuk mengucapkan janji suci,bukan sekedar jabat tangan yang Sigit rasakan tapi lebih pada rasa tanggungjawab Deandra akan berpindah pada dirinya.
"Bismillahirrahmanirrahim,nak..Sigit Hanenda binti Hardi Adiwangsa hari ini aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Leandra Ardistia binti Deandra Adiwangsa dengan mahar satu gedung pelatihan serbaguna dan satu set perhiasan "
"Saya terima nikah dan kawinnya Leandra Ardistia binti Deandra Adiwangsa dengan mahar satu gedung pelatihan serbaguna dan satu set perhiasan di bayar tunai"
Ucap Sigit tanpa ada keraguan sedikitpun bahkan terdengar lantang dengan satu tarikan nafas dengan satu keyakinan.
"Bagaimana saksi ?"
Tanya pihak penghulu pada kedua saksi yang menjadi saksi nikah Lea dan Sigit yang menyimak dan menyaksikan dengan baik.
"Sah...!!"
Balasnya dengan didukung oleh kerabat dan keluarga yang turut hadir dalam acara sakral ini.
"Alhamdulillah.."
Doa pun terucap dari pihak penghulu untuk pernikahan yang saat ini baru saj selesai dilakukan ada raut sedih dan bahagia dalam suasana ini.
"Mohon dihadirkan pihak mempelai wanitanya"
Pinta pak penghulu dengan tersenyum jail menggoda Sigit yang masih terlihat diam seperti mencari sosok ibu yang duduk tidak jauh dari dirinya.
"Ini mah bukan cuma cantik tapi sangat cantik"
__ADS_1
Ungkap pak penghulu pada Lea yang berjalan diapit Titi dan Kinan untuk disandingkan dengan Sigit saat ini.
Wajah gugup serta malu Lea tunjukkan dan ini bukan Lea yang seperti biasanya, karena dia merasa semua mata tertuju padanya saat ini apalagi dengan dandanan yang dia sendiri tidak tahu secantik apa dirinya sebab dia dilarang untuk bercermin oleh Titi dan Kinan menurut Lea akan banyak protes bila tahu dirinya saat ini.
"Silahkan cium tangan suaminya"
Pinta pak penghulu dengan tersenyum membuat Lea makin malu bukan karena ucapan pak penghulu tapi ini hal yang baru dia lakukan.
Sigit memberikan tangan kanannya untuk di cium oleh Lea sebagai tanda hormat seorang istri pada suaminya, sedangkan tangan kirinya menyentuh ujung kepala Lea dan doa pun terucap untuk Lea dari Sigit dengan khusyuk diakhiri dengan Sigit mencium dahi Lea penuh kasih sayang.
Semua yang hadir memberikan teriakan ikut merasakan kebahagiaan dalam momen ini tapi tidak dengan Lea yang semakin malu.
"Maaf "
Bisik Sigit pelan yang dapat didengar oleh Lea yang hanya bisa tertunduk menahan malu.
"Mohon diberikan pada istri mu nak"
Pihak penghulu memerintahkan Sigit untuk memberikan mahar pada Lea dan Lea menerimanya dengan menatap kedua mata Sigit penuh tanya.
Kini giliran pemasangan cincin kawin oleh Sigit pada Lea dan sebaliknya, godaan dari pihak yang hadir semakin membuat suasana semakin membuat Lea ingin sekali menghilang saat ini juga.
Dan tidak lama berlangsung acara permohonan restu dari kedua mempelai kepada orang tua kedua belah pihak.
Haru biru kembali terasa Lea rasakan apalagi saat ini hadir diantara orang yang sangat Lea sayangi mbok nah yang kini berubah menjadi ibu sekaligus ibu mertuanya.
"Aku titipkan putri ku pada mu nak..aku yakin kamu bisa lebih baik dari aku dalam menjaga dan mendidik jadi lebih baik lagi..,bila ada kesalahan tegur lah dengan cara yang lembut dan baik-baik karena aku tahu putri ku keras kepala tapi aku yakin kmu bisa menyayanginya dengan tulus "
"Aku janji Pi..akan menjaga dan menjaga Lea dengan sepenuh hati ku dan aku janji tidak akan membuatnya kecewa "
Deandra memeluk Sigit dengan erat seakan menyerahkan tugas beratnya pada Sigit untuk dilanjutkan.
Begitupun dengan Romo yang langsung memeluk Sigit dengan erat bahkan terlihat tegas dan serius.
"Aku percaya kmu mampu melindungi dan menjaga serta menyayanginya lebih baik dari pada kami semua tapi ini semua tidak mudah perlu kesabaran yang tinggi karena cucu ku bukan gadis biasa kamu tahu..?,jadi tugas mu tidak mudah tapi aku yakin kamu bisa "
"Insyaallah..akan aku jaga amanah besar ini sepenuh hati dan mohon doa dan bimbingannya karena tqnpa Romo aku tidak ada artinya "
Romo menepuk pundak Sigit cukup keras menandakan beliau siap menjadi seseorang yang akan memberikan dukungan untuk Sigit.
"Bu.. terimakasih sudah selalu ada untuk Lea,maaf bila selalu memberikan beban dan sering menyusahkan ibu..mohon doakan Lea untuk selalu jadi yang terbaik dalam menjalani kehidupan yang pastinya tidak mudah.. mudah-mudahan ibu makin sayang dan Lea minta ibu selalu ada untuk Lea,bu Lea sayang ibu "
Mbok nah tidak dapat berkata-kata hanya air mata yang turun dengan derasnya seakan tidak percaya kalau gadis kecil yang dulu kini telah menjadi putrinya dalam artian putri menantu.
"Ibu akan selalu ada didekat mu cah ayu.."
Peluk mbok nah pada Lea yang memeluknya dengan mengusap lembut punggung Lea.
Dalam momen sakral ini air mata seakan tidak bisa tertahan, seorang anak merasakan dirinya belum memberikan yang terbaik begitu juga dengan orang tua merasa begitu cepatnya waktu tanpa terasa dirinya sudah harus melepaskan anak untuk mandiri dengan keluarga yang baru saja terbentuk.
Tidak hanya rasa haru tapi juga ada rasa bahagia karena orang tua bisa menyaksikan anaknya melalui tahapan pendewasaan dengan melakukan pernikahan.
__ADS_1
Note
Maaf baru bisa update, terimakasih untuk yang masih menanti guratan karya saya yang masih belum sempurna ini.🙏🙏🙏