My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Lulusan terbaik


__ADS_3

Hari ini Lea mendapatkan banjir ucapan dari orang-orang yang mengenalnya termasuk dari Nathan yang dengan sengaja mengirimkan buket bunga mawar besar ke apartemen milik Lea yang dititipkan pada penjaga apartemen.


"Miss Lea,has a bouquet of flower on Mr.Nathan's name"


(Nona Lea,ada kiriman buket bunga dari tuan Nathan).


Penjaga apartemen menghampiri Lea yang kebetulan baru saja pulang dan memberikan buket bunga besar tertera kartu ucapan selamat dari Nathan.


"Thank's for bothering you "


(Terimakasih sudah merepotkan Anda).


Ucap Lea pada lelaki penjaga apartemen yang sangat ramah pada siapapun.


"You're welcome,you also help me"


(Sama-sama,anda juga suka membantu ku).


Balas lelaki itu pada Lea dengan sopan dan berterima sudah sering Lela bantu.


"I'm sorry, bye "


Lea berpamitan untuk masuk ke dalam apartemen miliknya dan lelaki itu mempersilakan Lea untuk pergi ke dalam apartemennya.


"Ih..aku tahu maksud mu taun coconut,tapi ya.. sudahlah malas juga di bahas"


Lea ngedumel sendiri didalam apartemen pemberian Deandra, meletakkan buket bunga besar itu.


Tidak lama Lea menerima kunjungan dari Arjun dan Keiora yang langsung mampir ke apartemen Lea sepulang kerja.


"Selamat..adik ku"


Arjun menyalami Lea ikut merasakan kebahagiaan atas keberhasilan Lea yang sudah menyelesaikan wisuda tanpa kehadiran keluarga.


"Kenapa tidak meminta kamu untuk mewakili keluarga mu "


Keiora bertanya pada Lea yang terlihat biasa saja tidak menunjukkan kesedihan diwajahnya dengan ketidak hadiran keluarga di momen bahagianya.


"Saya tahu kakak dan Uni bukan orang santai..,bukan keluarga tidak mau hadir saya yang melarang mereka datang sebab selesai dengan urusan di sini saya akan secepatnya kembali"


Mendengar kata kembali Keiora terlihat sedih, karena kehadiran Lea berarti baginya hubungan keduanya sudah seperti saudara.


"Keluarga besar saya di sana Uni.. apalagi saya anak perempuan satu-satunya mohon pengertiannya"


Lea menggenggam tangan Keiora erat seperti menyakinkan pada Keiora semau akan baik-baik walaupun tanpa dirinya karena ada Arjun yang akan selalu ada disisinya kapanpun.


"Saya janji sesekali akan mengunjungi kalian berdua.. seandainya kalian ada di Malaysia saya akan datang berkunjung sesuai keinginan kalian..saya janji,kita bisa bertukar kabar lewat ponsel kapan pun..jangan sedih "


"Kamu yang menyatukan kami berdua kenapa kamu harus pergi Lea ?"


Tanya Keiora pada Lea yang kini sudah menangis terisak dan bersandar di bahu Lea dengan tangan memeluk pinggang Lea erat.

__ADS_1


"Karena dunia saya bukan disini Uni.. keluarga menunggu kepulangan saya"


Lea menjelaskan dengan hati-hati tidak ingin menambah kesedihan Keiora yang terlihat masih menangis padahal dirinya belum pergi.


"Kapan kamu akan kembali Lea ?"


Kini Arjun yang bertanya,dia berusaha tegar walaupun kesedihan nampak dari kedua matanya yang sedikit berkaca-kaca.


"Tenang kak..masih cukup waktu kita bisa jalan bersama karena perlu waktu juga untuk mengurus kepulangan ya..kakak tahu lah"


Arjun mengangguk seperti paham akan perkataan Lea, apalagi Lea mengurusnya sendiri perlu waktu tentunya, sebenarnya bisa saja dia meminta bantuan Abi lewat orang kepercayaannya tapi menurut Lea tidak asyik kalau melakukan sesuatu secepat kilat tidak ada sensasinya.


"Aku akan merindukan momen seperti ini "


Ucap Keiora yang hari ini terlihat banyak bicara menurut kedua orang yang cukup dekat dengannya.


"Tiap momen itu berkesan Uni..hanya bagaimana kita menyikapinya saja"


Lea bagaikan dua sisi mata uang ada kalanya dia terlihat konyol dengan candaan recenya tapi di waktu lain dia bisa menenangkan bahkan lebih bijak,tapi ini yang membuat orang didekatnya nyaman bahkan akan merindukan sosok Lea.


Keduanya pamit pulang karena Lea tahu mereka harus istirahat karena tidak mungkin harus bermalam di apartemen Lea, apalagi kedua pasti lelah karena berkunjung sepulang kerja.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ucapan selamat tidak sebatas dari orang yang ada di Amerika saja tapi dari luar Amerika pun tidak mau ketinggalan diantaranya dari grup kawan kecil dan dua manusia yang selalu berantem hanya akur saat mengghibah.


"Selamat incess.."


"Terimakasih..sudah menyemangati gue "


Balas Lea yang duduk santai di temani secangkir teh hangat berbeda dengan Juna dan Mawar yang terlihat akur saat ini.


"Gue juga ucapin selamat ya.. kapan loe balik ?"


Mawar yang kini bicara bertanya kapan Lea balik di negaranya.


"Loe dulu lah yang kemari.. cepat sebelum gue balik, pokoknya gue ga salah ya..udah nawarin loe berdua kemari "


Kedua mahluk suka ghibah hanya diam sesaat,tapi tidak lama keduanya langsung jawab bersamaan.


"Ok.. secepatnya kita ketempat loe, pokoknya siap-siap kita repotin"


Juna dengan semangat menyampaikan permintaannya pada Lea yang terlihat santai saja dengan tersenyum manis.


"Kita serius Lea !"


Teriak Mawar yang membuat Lea menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Woi..gue denger kali,ya udh tinggal datang terus apa masalahnya,gue siap kapan pun kalian datang "


"Jangan sewot lah,biasa aja kali"

__ADS_1


Balas Mawar yang tertawa bukan marah begitu juga dengan Lea ikut tertawa.


"Mau gue siapin apa..ehm"


"Memang loe mau siapin apa gitu buat kita ?"


"Gue juga ga tahu, mungkin siapin iman kali ya..sebab bakal sering liat loe berdua berghibah"


Lawan bicara Lea tertawa karena ucapan Lea yang memang benar adanya.


"Su'udzon loe,kita bukan ghibah tapi bicara fakta,benarkan Jirayut "


"Bener tuh Lea.."


"Ya..dimata loe bener dimata gue ga tuh"


"Jahat loe Lea..temen apaan ga dukung temen"


Mawar terlihat merajuk pada Lea yang terlihat biasa saja tidak merasa bersalah sedikitpun.


"Loe bila gue teman apaan..temen yang besok menarik loe dari dalam neraka karena loe berdua hobi ghibah, karena gue teman yang baik..puas loe jangan bilang gue teman apaan"


Juna dan Mawar tertawa setelah mendengar balasan dari Lea yang menohok langsung kena ke hati.


"Maaf..gue kira loe seperti teman yang lain Lea..maaf suhu murid mu yang telah jauh tersesat "


"Gila loe ya,gue ngomong bener malah ditanggapi becanda loe kira kita lagi main film son go Kong si kera sakti..tidak berakhlak ya kalian"


"Sepertinya suhu terkena sihir siluman monyet terbukti ngomel tidak jelas"


"Jun..salah loe,mukanya tadi Lea diantara kita yang jadi son go Kong ngapa jadi suhu kena sihir monyet.. penulis ceritanya puyeng kali jadi ceritanya seputar monyet dan monyet "


Pada akhirnya mereka tertawa bersama,ada saja candaan mereka yang sebenarnya bicara serius tapi ujung-ujungnya ya..gitu ambyar.


"Bilang aja loe pada kangen sama moyang loe yang bermukim di kebun binatang"


Ucap Lea dengan tersenyum dan disambut kedua temannya ikut mengiyakan pernyataan Lea.


"Kapan bisa kita berkunjung ke sana ya.."


"Oh..jadi loe beneran kangen moyang "


"Gila loe ya..Lea gue hanya bercanda kali"


"Serius juga ga apa-apa,gue siap temenin kok.."


"Ni.anak ga bis diajak becanda sih"


Mawar dan Lea tertawa menertawai Juna yang kita terlihat murung karena candaan kedua wanita yang selalu memberikan rasa nyaman bila bersama


Berteman dengan orang baik akan mendapatkan kebaikan, begitu sebaliknya jadi bijaksana dalam memilih teman..see you.

__ADS_1


__ADS_2