
Sore menjelang malam ini ada yang berbeda,Lea memilih tidak ikut kerja lembur malam ini karena hari ini hari spesial untuk Juna yang berulang tahun.
Sebagai teman Lea memberikan selamat dan hadiah yang sebenarnya tidak di butuhkan oleh Juna karena secara finansial Juna berkecukupan.
"Sudah lama non..?"
Sapa Lea pada Mawar yang lebih dulu datang ke salah satu restoran mahal yang Lea tahu,tentu saja atas permintaan Juna untuk berkumpul bersama,sebab mereka sudah jarang berkumpul hanya pada even spesial atau membuat janji terlebih dahulu.
Mereka saling memaklumi sebab keadaan sudah berbeda mereka masing-masing memiliki kesibukan apalagi Juna kini sudah memegang tanggungjawab besar mewakili papinya.
"Baru.. gimana kabarnya sis ?"
Tanya Mawar yang mendapat peluk cium dari Lea sebagai tanda pelepas rindu lama tidak bertemu.
"Alhamdulillah,bisa lihat sendiri "
"Makin bening aja loe..padahal bergulat dengan oli dan asap kenalpot "
Canda Mawar pada Lea yang memang benar adanya, mereka cukup tahu apa kerjaan Lea.
"Berkat oli dan kenalpot gue jadi bening karena hanya gue yang princess.. selebihnya bodyguard gue "
Mawar tertawa karena sudah pasti Lea di kelilingi lelaki dalam dunia kerja,tapi tidak membentuk Lea jadi maco tetap menunjukkan sisi feminim hanya style Lea lebih nyaman dengan pakaian casual untuk memudahkan ruang geraknya.
"Serius loe makin bersinar yang gue lihat Lea.."
Puji Mawar pada Lea tapi sayang tidak membuat Lea geer,malah membalikkan pujian pada Mawar.
"Loe yang makin modis kak Rose…ada yang lagi loe taksir ?"
Goda Lea pada Mawar yang terlihat malu-malu meong tapi senang karena Lea tidak berubah masih bisa melihat perubahan diri padahal Mawar belum berbagi cerita.
"Memang kelihatan ya..Lea,jadi malu gue "
"Cie..cie, siapa sih..kasih tahu dong "
Kini bertambah satu lagi biang rumpi yang saat ini berulang tahun dan langsung duduk tanpa menyapa.
"Ih.. datang-datang kasih salam dulu kek, langsung sambar aja..tahu aja ada bahan ghibahan anget "
Sewot Mawar pada Juna yang memilih duduk setelah ikut bicara padahal tidak tahu cerita awalnya.
"Emang telinga gue udah gatel dari tadi "
Ujar Juna yang menunjukkan telinganya tanpa bersalah yang membuat Lea menggelengkan kepalanya.
"Ternyata loe ga berubah walaupun sudah duduk di tempat tajir "
Ucap Lea pada Juna tapi sayang ucapan Lea membuat Juna sedikit tidak nyaman.
"Ga,asyik tahu Lea..enakan saat kita kuliah dulu..pusing kepala gue tiap hari "
"Alah.. tinggal loe atur aja orang kepercayaan loe gampang kenapa loe harus pusing-pusing mikir, bukannya bosnya loe"
__ADS_1
"Hey..kak Rose,enak loe yang kalau ngomong coba loe jadi gue..ga bakal mau"
"Emang gue ga mau jadi loe, menyusahkan "
"Eh..seenak jidat loe ya, kalau ngomong "
"Stop bisa ga sih..kita ga debat,ga enak sama pengunjung yang lain,ingat tujuan kita kesini untuk apa "
Kedua manusia yang no debat tidak akan asyik itu langsung diam dan langsung bersalaman.
"Sorry, selamat hari jadi.. semoga sehat, dimudahkan urusan dan cepat dapat jodoh yang baik"
"Terimakasih,gue juga maaf "
"Ini kan lebih asyik,Jun.. selamat ya..maaf hanya hadiah kecil yang gue kasih "
Lea menyodorkan sebuah kotak kecil tapi cukup berat saat benda itu berpindah tangan pada yang berhak menerima.
"Lea ga harus,loe pada inget hari jadi gue aja udah seneng"
"Ini dari gue "
Kini giliran Mawar memberikan kotak hadiah yang Juna terlihat senang menerimanya.
"Gue merasa jadi bocah yang senang menerima hadiah pas ulang tahun"
Lea dan Mawar saling memandang karena tahu Juna tidak banyak memiliki teman dan hanya keduanya yang saat ini teman terdekatnya.
Lea menepuk pundak Juna seperti menyemangati karena hanya keduanya yang cukup banyak tahu siapa Juna dengan segala rasa trauma masa lalunya.
"Kita berdua akan selalu ada buat loe bro.."
Mawar ikut menepuk pundak Juna yang membuat Juna melo ingin menangis tapi malu kalau saja mereka memilih tempat yang privat mungkin Juna akan mewek abis.
Tidak lama pesanan datang mereka makan dengan diselingi canda tawa walaupun sesekali membuat pengunjung lain melirik meja mereka tapi tidak peduli toh mereka sama-sama bayar dan tidak menggangu aktifitas mereka juga untuk sekedar mendengar ocehan mereka wajarlah namanya juga tempat umum.
"Lea..loe ngerasa ga, lelaki yang dimeja arah jam 9 dari meja kita memperhatikan loe sedari tadi,malah senyum-senyum ga jelas"
"Ehm..emang kenapa?"
Tanya Lea pada Juna yang selalu tahu,apa karena insting Juna sebagai lelaki jadi peka.
"Loe kenal Lea ?"
"Ehm.."
"Tapi loe tahu ga dia bareng cewek tapi matanya terus fokus ke loe tahu..ih..apa matanya perlu gue colok atau bila perlu gue congkel "
Tangan Juna meremas tissue hingga tidak berbentuk lagi yang disaksikan oleh kedua bidadari yang makin menunjukkan pesonanya.
"Selama ga mengganggu gue sih is ok,bila gue sudah merasa terganggu loe tahu lah gimana gue "
"Emang loe the best,jangan kasih kendor Lea"
__ADS_1
"Tunggu aja tanggal mainnya"
Lea cukup tahu saat ini dengan keberadaan Arsena dengan seorang wanita yang pasti dia wanitanya Arsena,tampak dari kejauhan wanita itu bersikap manja pada Arsena yang tidak sepantasnya di lakukan di tempat umum.
"Loe mau nambah apa..biar gue yang pesan "
Tanya Lea yang berniat menuju tempat pesanan karena dia menginginkan segelas minuman segar.
Dan tanpa di duga wanita yang bersama Arsena pun menuju meja yang sama tapi dengan sengaja menumpahkan saos sambal pada kemeja Lea yang membuat Lea terkejut.
"Sorry..saya bantu untuk membersihkannya"
Ucapnya dengan mengambil tissue untuk membersihkan kemeja Lea tapi langsung ditolak dengan halus oleh Lea.
"Is ok..tidak masalah mba,biar saya bersihkan sendiri"
"Sekali lagi maaf saya tidak sengaja "
Ucapan dengan suara memelas tapi Lea yang peka hanya bisa menunjukkan sikap santai dan tersenyum datar.
Dan tanpa di sadari Arsena langsung menghampiri keduanya membuat wanita yang bersama Arsena gugup dan pura-pura menunjukkan sikap bersalahnya.
"Sayang tadi aku tidak sengaja menumpahkan saos,ya..jadi kotor bajunya maaf "
Terlihat kemarahan dimata Arsena pada wanitanya dan bisa dilihat oleh Lea juga teman wanita Arsena.
"Mba,saya sudah bilang tidak masalah..ini bisa di bersihkan kok dan saya juga tidak meminta mba untuk membersihkan jadi cukup sampai disini.. permisi"
"Oh..jadi kamu minta baju kamu aku ganti gitu,ok..berapa harganya kamu tinggal bilang"
Ucap wanita itu yang sudah ditinggalkan oleh Lea tanpa ingin mendengarkan apapun yang keluar dari mulut wanita itu,bahkan Lea seperti tidak mengenal Arsena dengan acuh tidak perduli padahal dia pemilik perusahaan dimana dirinya bekerja sepertinya Lea menunjukkan dirinya tidak takut.
Arsena bukan marah tapi sebaliknya membuat dirinya semakin menyukai sikap yang Lea tunjukkan yang tidak bisa diremehkan siapapun walaupun dengan diri lelaki yang memiliki kekuasaan ditangannya.
"Silvia..sudah apa kamu ga denger dia bilang masih bisa di bersihkan dan dia tidak ingin memperpanjang kenapa kamu malah mempersulit diri kamu sendiri sih..aneh "
Ucap Arsena yang terlihat malu karena mata pengunjung memperhatikan keduanya yang beradu argument.
"Sayang..kenapa kamu membela dia sih "
"Ga,membela tapi kamu yang salah tapi kamu yang ngotot tahu ah.."
Arsena memilih kembali ke tempat duduknya dengan muka kesal dan masam karena merasa malu jadi pusat perhatian.
"Loe diapain Lea..?"
"Sudah ga penting juga, ayo lanjut makan sayang kalau tidak dihabiskan di luaran sana banyak yang kelaparan..jangan sia-sia rejeki yang kita terima"
Mereka kembali melanjutkan makan tanpa memperdulikan kedua pasangan yang masing mode diam dalam kemarahan sepertinya Arsena bersiap untuk pergi karena lebih dulu memanggil pelayan untuk menyelesaikan pembayaran.
Kembali pesona Lea membuat sepasang kekasih beradu akting di depan umum tanpa sebab yang tidak berfaedah.
Haruskah kamu bersembunyi Lea karena akan banyak korban berjatuhan akibat pesona mu Lea..see you..
__ADS_1