My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Permintaan Romo


__ADS_3

Usia tuanya semakin bertambah sedangkan dirinya belum mendapatkan pengganti untuk memegang tanggungjawab perkebunan dan beberapa aset penting lainnya.


"Seharusnya Romo lebih banyak istirahat bukan mengurusi semua ini "


Tegur Deandra pada Adiwangsa selaku ayah yang lebih sering di panggil Romo baik oleh dirinya,cucu bahkan cucu buyutnya.


"Aku juga sedang pikiran itu,siapa yang mau mengantikan tugas ku,kamu sepertinya ga mungkin apalagi kedua cucu laki-laki ku..dia punya tanggungjawab yang besar ditempat lain..hanya satu yang belum aku tanyakan apakah mau dia mengurusi semua ini.."


Bukannya Romo tidak percaya dengan orang lain tapi harus ada penerus dari keluarganya yang menjaga aset keluarganya.


"Apakah Lea mau Romo..sebab Romo tahu dia baru saja memulai mewujudkan mimpinya, tapi apa salahnya di coba "


Deandra hanya memberikan gambaran saja tidak ingin mematahkan semangat Romo,sebab bagaimanapun aset milik Romo tidak mungkin harus jatuh ke tangan yang bukan penerus keluarga.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Langkah kaki yang terlihat cepat hampir setengah berlari menuju ruangan yang telah diberi tahukan lewat telepon siang tadi kalau Romo masuk rumah sakit.


"Assalamualaikum,mo..kok bisa sih,terus gimana sekarang kesehatan Romo ?"


Lea langsung memberondong pertanyaan selepas mengucapkan salam pada Romo yang kebetulan sedang makan buah yang disiapkan pihak rumah sakit.


"Waalaikumsalam..satu,satu kalau mau bertanya cah ayu "


Tutur Romo yang ditemani Deandra yang duduk di sofa tidak jauh dari tempat tidur Romo.


"Aku baik-baik saja,hanya perlu istirahat saja"


"Makanya mo..nurut, lagian undangan kemana aja di hadiri sudah tahu ga boleh capek,nurut ya..mo"


Romo hanya tersenyum mendengar Lea mengingatkan dirinya, sekarang terbalik dulu dirinya yang mengingatkan Lea bila sakit untuk tidak banyak main harus ada waktu untuk istirahat kini dirinya yang diingatkan untuk beristirahat.


"Di ingatkan kok malah senyum,senyum..lagi bahagia mo ?"


"Ya..Romo mau dapat menantu baru"


"Papi mau nikah lagi ?"


"Hus..kamu,mana ada papi ingin nikah lagi"


Deandra mengusap lembut kepala Lea,yang membuat Lea menatap Deandra seakan ingin mencari penjelasan.


"Terus..siapa yang mau nikah?"


"Kamulah dek "


Arya yang baru datang menjawab pertanyaan Lea yang terkejut dengan jawaban yang keluar dari mulut Arya.


"Mas Arya suka asal deh..ga ada angin ga ada hujan langsung nikah aja,aneh mas Arya tuh"


"Yang aneh itu kamu dek.. wajarlah perempuan seusia kamu sebaiknya ada yang mendampingi mu dek.."


"Ga usah khawatir mas,aku banyak memiliki bodyguard..mas ga percaya"


Lea menunjukkan satu persatu lelaki yang selama ini ada didalam hidupnya,dari Romo,papi,kedua kakak laki-lakinya dan ketiga jagoan yang selalu nempel bila berada di rumah.


"Itu mah beda dek.."

__ADS_1


"Sama mas,intinya lelaki kan..mana bedanya "


"Susah mas kalau debat sama anak yang suka main oli akan licin,ngelak terus dek"


Tawa Arya hingga terkekeh pada Lea yang terlihat memanyunkan bibirnya karena di goda Arya.


"Jujur sebenarnya Ade udah punya pacar belum?"


Kini giliran mas Abi yang langsung nembak pada sasaran seperti biasanya dia tidak mau bertele-tele.


"Kelamaan bilang aja jomblo gitu"


Kembali Arya yang menjawab lebih dulu karena Lea terlihat masih mikir untuk mencari jawaban.


"Enak aja jomblo,aku singel mas.."


"Ga ada bedahnya juga"


"Beda mas jomblo itu ga punya pasangan sedangkan singel itu pilihan..ga bisa disamakan dong"


"Benarkan aku bilang,makin licin aja jawabannya "


Semua ketawa mendengar ucapan Arya tapi tidak dengan Lea yang terlihat masam karena Arya kembali menggodanya.


"Gimana kalau Romo aja yang cariin..?"


Semua mata tertuju pada Romo, seperti tidak percaya dengan ucapan Romo yang tiba-tiba.


"Jangan aneh-aneh Romo,Lea ga suka"


"Nanti ujung-ujungnya seperti yang sudah-sudah,males ah.. Romo"


Ucap Lea yang langsung memilih duduk di sofa dengan malas,wajar bila Lea enggan menanggapi ucapan Romo sebab dia merasa di lecehkan saat itu.


"Ga,usah khawatir cah ayu..kamu akan suka dengannya"


Kedua kakak lelakinya di buat penasaran siapa yang akan di calonkan dengan adik perempuannya yang terlalu spesial menurut kedua kakaknya.


"Dia lelaki yang baik bukan hanya pribadinya tapi juga memiliki kemampuan, kami yakin kamu akan menyukainya"


"Lea ga yakin Pi.. lelaki itu bisa sejalan dengan jalan pikiran Lea "


"Jangan terlalu percaya diri cah ayu.. karena hati itu mudah di bolak-balik jadi gimana?"


"Ah.. males,Romo ga asyik "


"Loh kok ga asyik sih ?"


"Iya..lah,aku kesini ingin lihat kondisi Romo bukan ngomong gituan males.."


"Jangan ngambek nanti tambahan jelek"


Goda Arya pada Lea yang makin kesal dengan candaan Arya yang menurutnya tidak guna.


"Papi janji kalau menurut kamu dia tidak baik,maka tidak akan di lanjutkan"


"Dia juga tidak ingin kami memaksa kamu cah ayu"

__ADS_1


Mendengar penuturan Romo terdiam seperti berpikir keras berarti sosok itu mengenal dirinya dan berada tidak jauh dari lingkungannya.


"Malah bengong.."


"Apa sih..mas, bisa diam ga sih"


"Maksud mas baik loh dek,takut kamu kesambet kalau bengong kelamaan "


"Bercanda mas ga lucu "


"Memang mas bukan badut..ya maaf kalau ga lucu, kalau ganteng mah pasti ya kan..Pi..?


"Sepertinya mba Kinan salah pilih, untung Biantara ga seperti mas..rese"


"Karena mas rese Kinan mau sama mas "


"Ih..males ah,mending pulang,Romo cepat sehat nanti Lea balik lagi kalau biang rese sudah tidak disini lagi"


Lea memilih keluar setelah berpamitan pada keluarganya kecuali pada Arya yang hanya di berikan juluran lidah seperti meledek.


"Weh..mas Arya rese"


"Bocil.."


Balas Arya dengan tidak mau kalah menggoda Lea yang membuat keluarganya tertawa melihat keduanya yang saling meledek.


Lea berniat kembali ke tempatnya bekerja,dia bekerja disalah satu perusahaan otomotif yang di tempatkan di bagian perencanaan.


Tapi di lorong rumah sakit dia kembali melihat sosok yang selama ini menimbulkan pertanyaan yang belum terjawab dan entah sudah berapa kali dirinya melihat sosok itu di tempat yang berbeda.


'Siapa sih,dia dan kenapa bisa berada di mana saja atau hanya kebetulan semata '


Lea hanya diam memperhatikan sosok itu dari kejauhan yang di penuhin tanda tanya dalam pikirannya.


Tapi sayang sosok yang di perhatikan Lea tiba-tiba menghilang bersamaan sapaan mba Titi yang Lea tidak memperhatikan datangnya.


"Loh..kok disini,ayo ke ruangan Romo "


"Aku baru saja dari sana mba, sendiri mba?"


"Ya,Kinan jaga anak-anak yang sebentar lagi pulang sekolah"


"Mba,aku pamit harus kembali ke tempat kerja..paling pulang kerja aku ke sini lagi"


"Sebaiknya pulang dulu baru kesini,biar bergantian..kamu juga perlu istirahat dek"


"Ya,sudah aku ikut gimana baiknya saja..aku langsung pamit mba"


"Ya.. hati-hati jangan ngebut"


"Siap bos"


Titi hanya tersenyum melihat tingkah Lea yang terlihat tidak berubah sedikitpun masih seperti dulu, kadang manja,lucu,jail tapi mandiri.


Dalam perjalanan Lea masih memikirkan ucapan Romo, menikah terbayang sosok seperti apa lelaki yang sanggup bersamanya karena selama ini nyaman dengan dirinya sendiri.


Lea akan mencari tahu atau membiarkannya dengan sikap masa bodoh...see you.

__ADS_1


__ADS_2