My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Bertemu para pengagum


__ADS_3

Kehamilan Lea membuat dirinya enggan jauh dari Sigit,yang membuat Romo melarang Sigit pergi dari sisi Lea termasuk mengajak Lea ikut serta dalam menghadiri pertemuan perusahaan.


Kabar kehamilan Lea baru diketahui setelah Sigit benar-benar drop yang membuat Sigit pingsan di kantor perusahaan.


Dari sanalah diketahui kalau Lea hamil dan Sigit yang merasakan gejala kehamilan itu,yang membuat Sigit dan Lea jadi bulan-bulanan keluarga besar Deandra terutama Arya.


"Ini salah satu contoh lelaki bucin "


Goda Arya yang melihat Sigit mengalami muntah-muntah pagi hari,bahkan terlihat lemas tidak berdaya.


"Mba Kinan tolong mas Arya sekap dalam kamar untuk beberapa saat"


"Tidak bisa, istri ku kan baik "


"Mas,kasihan apa..lihat tuh sampai lemas banget " akhirnya Kinan menegur Arya karena dia tahu bagaimana rasanya merasakan muntah-muntah saat awal hamil.


"Nan.. mudah-mudahan kalau kamu hamil lagi dia yang rasain,biar tahu "


Titi ikut menimpali karena dia juga tahu rasanya tidak enak pada momen itu.


"Janganlah mba "


"Dia tahu mba Titi " Kinan tertawa melihat Arya yang menolak merasakan seperti Sigit.


"Dek.. sebaiknya ajak ke kamar saja biar mas mu istirahat "


Deandra meminta Lea mengajak Sigit kembali ke dalam kamar untuk beristirahat.


"Kok bisa ya.. suaminya yang mengalami itu ?" kini Abimana yang bertanya.


"Bisa mas, karena Sigit begitu menyayangi dan mencintai Lea jadi kedekatan dalam ikatan itu yang membuat Sigit merasakan seperti wanita di awal kehamilan"


"Jadi seperti itu ya..sayang rasanya " Abimana menatap Titi sepertinya dia merasa simpatik merasa betapa tidak nyaman merasa momen itu.


"Momen itu paling tidak enak sekali mas,mau marah tapi tidak tahu penyebabnya,ingin nangis juga apa yang membuat sedih pokoknya tidak jelas saja dan serba salah "


"Jadi ingat ya..para laki-laki jangan seenaknya saja sama kita kaum hawa" tegur Lea yang tiba-tiba muncul dengan bertolak pinggang membuat Deandra mengusap punggung Lea.


"Kamu yang ternyata mewakili mami mu "


"Ehm..mami juga sama seperti aku waktu hamil ya..saat hamil kedua mas mu papi yang merasakan itu seperti Sigit "


"Ya..elah,ternyata papi biang bucin juga "


Dengan tertawa Arya menyindir Deandra tapi tidak membuat Deandra tersindir.


"Pi..apa perlu diwakilkan saja pertemuan itu, kasihan Sigit "

__ADS_1


"Kita tanya saja sama Sigit nanti karena dia juga salah satu tamu undangan yang mewakili Romo "


"Apa dia akan kuat Pi..?"


"Eh..mas Arya jangan menyepelekan mas Sigit ya..dia lelaki yang kuat belum tentu mas Arya akan kuat dalam keadaan seperti mas Sigit saat ini "


Sewot Lea pada Arya yang sebenarnya mengkhawatirkan Sigit tanpa bermaksud menyepelekan Sigit.


"Cuit..ciut,singa betina mulai mengaung menunjukkan nyalinya, untuk siap membela pasangannya "


"Mas Arya.. kalau aku singa mas Arya ulet bulu yang bikin geli,ih.."


Lea membayangkan bentuk ulet bulu yang hitam dengan mata besar melekat di daun.


"Dek..kamu ga bisa lihat apa badan segede ini disamain dengan ulat bulu yang sekecil itu"


Arya tertawa dengan menunjukkan jari kelingking miliknya yang sebesar jari telunjuk Lea.


"Ha..ha,ulat bulu jumbo"


Tawa Lea bersamaan dengan beberapa anggota keluarga yang lain.


"Dek..kamu ada-ada aja " Abimana yang bisanya hanya tersenyum simpul kini ikut tertawa.


"Habis mas Arya yang mulai duluan"


"Arya berhenti !!" ucap Abimana dan Deandra bersamaan sebab khawatir Lea akan lari secara refleks tanpa dia sadari saat ini dalam keadaan hamil muda sangat rawan keguguran.


"Aku tahu mas,Pi.." ujar Arya yang kini memeluk Lea dengan menepuk punggungnya.


"Dek..bukan adik kecil ku yang dulu lagi kini akan jadi seorang ibu,jaga baik-baik karena kamu pasti sudah lama menantikan kehadirannya"


"Ehm..mas Arya bikin aku meleleh.. terimakasih mas " entah dorongan dari mana keduanya saat ini tidak seperti Tom dan Jerry.


🌼


🌼


Pada akhirnya Sigit sanggup memenuhi undangan pertemuan yang dihadiri oleh banyak pebisnis dari beberapa kalangan, bahkan ajang ini dijadikan untuk mencari relasi bisnis untuk kerja sama.


"Sepertinya pertemuan kali ini ga ada yang bikin mata seger ya..bos " tutur Diki asisten Mr.Arsena yang sebenarnya tidak ingin ikut menghadiri undangan tapi Arsena memaksanya untuk menemani.


"Itu.. didepan kamu banyak hidangan seger tinggal pilih "


"Bukan yang itu bos.. cewek-cewek "


"Cewek-cewek sudah diam berisik " tegur Arsena yang terlihat dingin.

__ADS_1


"Widih..makin gemoy aja tuh,apa semua cewek kalau sudah jadi istri orang terlihat makin menarik bos ?" goda Diki yang melihat Lea bersama suaminya hadir dalam pertemuan saat ini.


"Loe mau di kuliti sama suaminya,sudah jaga tuh mata " ujar Arsena yang asal bicara saja tanpa terlihat sosok Lea.


"Serius bos..makin cantik bos,makin seger dilihat..apa sebahagia itu hidupnya saat ini "


Diki makin bikin Arsena penasaran dengan masih memanas-manasi memberikan penilaian pada seorang wanita.


"Cewek seperti apa sih yang loe maksud ?"


Pada akhirnya Arsena terpancing dan penasaran ingin melihat sosok yang dikagumi Diki.


"Katanya takut di kuliti tapi penasaran kan " Diki menahan tawanya dengan menutup mulutnya.


"Bukannya loe ngomong terus,dimana letak salah gue..yang mana pasti seperti biasa loe hanya halusinasi saja "


"Untuk kali ini tentu tidak..arah jam tiga dia pakai gaun warna peach "


Sesaat Arsena hanya bisa terperangah dengan tidak bisa berkata-kata yang ada dirinya ingin menyapa wanita itu tapi kakinya berat untuk melangkah.


'Kenapa kamu makin cantik dan mempesona Lea.. bahagianya suami mu memiliki mu '


Arsena hanya bisa memandang untuk menikmati pesona dari Lea dari jauh tanpa bisa menyentuh, bibirnya berasa keluh untuk sekedar menyapanya.


"Gue ga lagi halu kan bos "


Diki merasa di acuhkan oleh Arsena yang lebih memilih diam tetapi memperhatikan gerak-gerik Lea yang sesekali tersenyum simpul membalas lawan bicaranya sekedar menghormati suaminya.


"Cui..awas di kuliti sama suaminya" goda Diki yang sebenarnya dia juga mengagumi Lea yang makin cantik bahkan auranya begitu susah dilepaskan.


"Loe bis diam ga sih.."


"Seger bener kan bos "


"Tapi sayang sudah dimiliki orang ya..bos,luka tapi tak berdarah itu seperti ini ya..bos " sindir Diki pada atasnya.


"Kalau loe bosan disini,los boleh pulang"


"Serius nih..ngusir gue,ga nyesel kalau gue pulang..loe ga bakal bunuh diri kan ?"


"Bisa diam ga, lagian gue ga selemah itu bro "


"Ga.. lemah dari mananya,lihat tangan loe berkeringat dingin"


Arsena tidak bisa pungkiri dia masih memendam rasa pada Lea, makanya hingga saat ini dirinya belum menemukan seseorang untuk mengisi kekosongan hatinya selepas putus dari calon tunangannya dan menghindari pernikahan Lea dan Sigit makin luka hati Arsena.


Pesona bumil ternyata tidak menyurutkan semangat para pengagum yang masih menaruh hati, walaupun setelah sekian lama tidak bertemu.

__ADS_1


__ADS_2