My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Akan tetap pulang


__ADS_3

Tempat terbaik adalah rumah yang penuh dengan keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang didalamnya,itu yang saat ini Lea harapkan bukan jauh dari keluarga.


"Serius kamu ingin pulang,memang tidak ingin berkarir disini saja ?"


Tanya Arjun berharap Lea tatap menjalankan karirnya di sini tidak kembali ke negaranya.


"Di sana keluarga saya berada,sedangkan di sini hanya ingin menuntut ilmu saja tidak untuk berkarya "


"Bukankah disini juga ada kami,dan sudah menganggap kamu seperti keluarga kami"


Kini Keiora yang bicara seperti memohon pada Lea agar tidak pulang ke negara asalnya.


"Sudahlah sayang kasihan juga Lea kalau kita paksa..sebab bagaimanapun dia milik keluarganya"


"Cie..yang udah,halal mah bebas sayang-sayangan "


"Ngiri..tinggal cari pasangan,lalu nikah jadi bisa sayang-sayangan"


"Ih..ga ngiri tuh,masih nyaman sendiri untuk saat ini,ada yang perlu di prioritaskan"


Balas Lea seperti biasanya tidak mau kalah bila berdebat dengan Arjun bahkan Keiora sudah hafal betul dengan dua manusia ini.


"Kapan balik ?"


"Kalau tidak ada halangan tiga atau dua hari lagi..Abang boleh nitip sesuatu ga ?"


"Kalau ringan ok..tapi kalau berat sepertinya ga deh "


"Ih.. perhitungan banget sih sama adik "


Lea menunjukkan muka masam yang membuat Arjun terkekeh karena berhasil membuat Lea kesal.


"Iya,apa sih buat adik ku yang ga bisa bantu"


"Memang apa ?"


"Sebenarnya saya mengkhawatirkan Adrian dan keluarganya, bagaimana pun saya masih harus bertanggungjawab sebab Adrian masih belum bisa mandiri"


"Oh..soal Adrian dan keluarganya,ga masalah nanti sesekali aku akan datang untuk memastikan keadaannya, kamu ga usah khawatir itu soal itu"


"Terimakasih bang..Uni,sudah merepotkan"


"Ga,Lea aku senang bisa membantu mu"


Keiora memeluk Lea erat seakan tidak ingin melepaskan, karena Lea sudah seperti adik baginya.


Lea tidak hanya berpamitan pada Arjun dan Keiora saja,Adrian dan keluarga juga Lea berpamitan walaupun Adrian menangis karena merasa kehilangan nantinya.


"Aunty..bisa kah tetap disini bersama kami?


"Tidak bisa Adrian, aunty punya keluarga seperti Adrian punya ibu dan kedua adik kembar, begitu pun aunty mempunyai seorang ayah dan kakak juga empat orang keponakan seperti kamu berharap aunty ada diantara mereka setiap saat"


"Lalu kapan aunty akan mengunjungi kami di sini ?"


Adrian terlihat begitu berharap pada Lea dan Lea tahu itu, sepertinya Adrian takut seperti dulu lagi kehidupannya dianggap sebelah mata oleh orang banyak karena keluarganya yang miskin.


"Aunty akan sesekali berkunjung ke tempat mu dan jangan khawatir soal sekolah mu juga keluarga mu akan ada kakak ku yang sesekali berkunjung ke tempat mu,untuk memastikan keadaan mu dan keluarga mu baik-baik saja setelah aku pulang ke negara ku..ok jangan khawatir "


"Kau tahu uncle Arjun dan aunty Keiora dia Ayng akan sering mengunjungi mu"

__ADS_1


Adrian mengerti dan langsung memeluk Lea erat dengan tangis yang sudah tidak bisa dia tahan.


"Doa kan aku selamat sampai tujuan besok aku akan pulang"


"Doa terbaik untuk aunty "


Ucap Adrian dengan mulut kecilnya dan tangan yang diposisikan seperti orang berdoa menurut agama yang dianut Adrian,bagi Lea menolong tidak harus satu pemahaman,baginya siapapun yang perlu pertolongan darinya,dia siap membantu tanpa melihat perbedaan itu.


"Aku akan selalu merindukan mu dan akan selalu menunggu aunty datang kembali"


Ucap Adrian yang mengusap sisa air matanya, membuat Lea terharu dan kembali memeluk Adrian.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Tidak semua tempat yang kita singgahi meninggalkan kesan bahagia ada juga sedih bisa jadi meninggalkan luka bagi sebagian orang.


Begitupun dengan Lea yang sudah menghabiskan waktu di tempat ini sedikit banyak ada kesan yang tertinggal di tempat ini, pastinya meninggalkan sepenggal kisah baik untuk Lea secara pribadi maupun dengan seseorang orang.


"Hai.. sendiri"


Sapa Nathan yang tidak Lea ketahui kedatangannya, tiba-tiba muncul di samping meja sebuah Cafe yang saat ini dirinya berada.


"Kalau berdua namanya pasangan kak"


"Oh..jadi kita pasangan nih"


"Ih.. kepedean,siapa juga yang kakak sebut kita..disini cuma ada saya sendiri "


Nathan hanya nyengir karena Lea mengomel pada dirinya,bagi Nathan semua perkataan Lea bukan menghujat dirinya tapi bentuk perhatian ke padanya.


"Harus pede lah,aku tampan dengan apa yang melekat di diri ku,dan kamu melengkapi ku"


"Ya..saya tahu siapa tuan Nathan dengan segala yang dimilikinya,tapi maaf saya tidak bisa melengkapi anda tuan Nathan karena siapa saya, tuan tahu kan saya hanya.."


"Kamu sempurna dimata ku,Lea jangan bicara apapun yang membuat..."


Nathan tidak melanjutkan ucapannya terlihat ada luka dari sorot mata Nathan yang Lea bisa lihat,sosok sempurna dimata semua wanita yang Lea tahu dari Arjun kini terlihat rapuh tidak menunjukkan kesempurnaannya seperti biasanya.


Keduanya diam tidak ada yang ingin mengeluarkan satu patah katapun dari mulut keduanya seakan berbicara dengan pikirannya masing-masing.


"Kak,mau minum apa biar saya pesankan"


"Tidak,aku tidak ingin minum hanya ingin bersama mu saja sudah menghilangkan rasa dahaga ku"


"Ih..narsis banget"


"Itulah aku..bila dengan mu Lea "


"Jangan terlalu berlebihan kak..bila menyukai seseorang akan sakit bila tidak tersampaikan"


"Makanya jangan biarkan aku sakit dong "


"Tau..ah,bisa ga sih biasa aja"


"Kalau sama kamu ga bisa, bagaimana dong?"


"Ga harus gimana-gimana, tinggal bersikap biasa saja seperti kepada yang lain kak"


"Susah Lea karena kamu luar biasa jadi ga bisa, kalau harus biasa-biasa saja"

__ADS_1


Susah pikir Lea kalau harus berdebat dengan seorang CEO yang jago banget bernegosiasi dalam bisnis ujung-ujungnya tetap kalah telak.


"Terserah deh, capek berdebat dengan kakak"


"Jadi kita jadian nih"


"Ih..ga gitu ya, maksud saya capek debat dengan kakak"


"Padahal aku udah seneng loh Lea,kamu memang paling suka membuat ku melambung tinggi tapi ujung-ujungnya di hempaskan hingga kepaling dasar..tapi aku tetap suka kamu kok"


Lea memilih diam karena memikirkan apa yang Nathan ucapkan itu tidak benar, sebab dirinya tidak pernah memberikan harapan apapun.. padahal faktanya Nathan yang aktif mengejar Lea dengan caranya.


"Aku dengar kamu akan pulang,apa karena aku ?"


"Jangan terlalu percaya diri tuan Nathan,saya pulang karena disini bukan rumah saya..di sana tempat saya berada, bersama keluarga dan semua orang yang dengan tulus menyayangi saya juga semua teman dekat saya berada jadi jangan berpikir karena anda tuan Nathan saya pulang "


"Bukankah disini juga ada seseorang yang menyayangi mu dengan tulus "


"Kenapa sih,anda begitu percaya diri sekali hingga mengklaim seseorang milik anda"


"Karena sesuatu yang aku suka tidak ingin jadi milik orang lain "


"Anda begitu memaksa tuan Nathan yang keras kepala"


"Rupanya kamu tahu banyak tentang aku,baguslah berarti siap menjadi pendamping ku"


"Saya tahu semua karena anda yang menunjukkan bukan saya yang mencari tahu tuan"


Lea menunjukkan muka masam tapi ingin tertawa karena sikap Nathan seperti ketiga jagoan kecil keponakannya bila merajuk atau merasa di remehkan oleh orang lain,dia kan menunjukkan sikap percaya dirinya dengan sombongnya.


"Ada yang lucu ?"


"Tidak.."


Lea tertunduk menahan senyumnya yang tidak ingin ditampakkan di depan Nathan padahal ingin sekali dirinya tertawa lepas melihat muka Nathan seperti anak kecil yang terlihat kesal tapi ingin diperhatikan.


"Kamu makin cantik kalau tersenyum"


Dengan cepat Lea menarik senyumnya kembali yang tertahan begitu mendengar ucapan Nathan.


"Kak, sebelum pulang saya ingin meminta maaf sama kak..pasti banyak kesalahan saya selama mengenal kakak"


"Kamu ga ada salah kenapa harus minta maaf,aku senang bisa mengenal mu.. hari-hari ku berwarna setelah mengenal kamu..kamu akan tetap pulang ?"


"Terimakasih kakak sudah memaafkan saya,ya..saya akan pulang besok,saya doa kan kakak akan menemukan seseorang yang baik untuk kakak "


"Kenapa ga kamu saja orang itu "


"Sudahlah kak,saya sudah minta maaf jangan bikin sesuatu yang tidak membuat nyaman untuk saya juga kakak..biarkan hubungan ini layaknya kakak dan adik saja tidak lebih akan lebih nyaman untuk kita berdua"


"Itu..kita berdua"


"Sudahlah kak"


Pada akhirnya Nathan mengalah walaupun ada rasa yang tidak bisa dia tutupi,yaitu kehilangan orang yang beberapa waktu ini selalu membuat senang hari-harinya.


Sebaliknya ada rasa lega yang Lea rasakan karena sudah menyampaikan kata maaf sebelum meninggalkan negara yang memberikan ilmu padanya serta pelajaran hidup yang banyak dan berarti dalam hidupnya untuk bekal dimasa yang akan datang.


Hanya ada kata yang tidak bisa terucap dari bibir Nathan **See..you Lea.

__ADS_1


Note


Salam hangat dari jauh, terimakasih untuk yang tetap setia membaca karya saya,mohon tinggalkan pesan disetiap babnya untuk perbaikan isi cerita.πŸ™πŸ™πŸ™**


__ADS_2