
Bukan Lea bila pesonanya hanya bisa dilihat oleh orang yang bersamanya saja, seperti saat ini didalam restoran disalah satu Mall yang paling besar di kota Metropolitan.
Keduanya saat ini berada didalam salah satu restoran untuk makan siang yang sebenarnya sudah lewat disebut makan siang.
Sigit yang dewasa bisa membuat Lea nyaman bersamanya walaupun sedikit bicara hanya seperti saat ini.
"Pelan-pelan makannya "
Lea hanya bisa tersenyum tipis tanpa memperlihatkan gigi rapinya, yang sebenarnya rasa malu karena di tegur Sigit.
"Mau tambah lagi atau ada yang mau kamu pesan lagi ?"
Beberapa saat lalu Sigit meminta kepada Lea untuk merubah panggilan dari anda yang terdengar formal,karena menurut Sigit kurang nyaman terdengar.
"Terimakasih,ga sudah kenyang"
"Kakak cantik boleh aku duduk di meja kakak?"
Suara kecil itu mengejutkan Lea dan Sigit yang saat ini menghabiskan sisa makanan yang mereka pesan lebih tepatnya Lea yang masih makan.
"Ehm..ya,duduk saja adik manis"
Balas Lea yang hampir saja tersedak makanan yang masih berada didalam mulutnya.
"Terimakasih kakak cantik"
Gadis kecil itu tersenyum manis hingga terlihat gigi ompongnya tapi terlihat makin lucu dimata Lea.
"Sama siapa kesini anak manis?"
Tanya Lea setelah menghabiskan makanannya dan berjongkok menghampiri gadis kecil itu.
"Sama om..itu"
Gadis kecil itu menunjukkan seorang lelaki yang terlihat bicara dengan seseorang melalui ponselnya di depan pintu masuk, sepertinya tidak menyadari gadis kecil yang bersamanya telah duduk dimeja Lea dan Sigit.
"Mau kakak pesankan makan ?"
Dimata Sigit Lea begitu cepat akrab dengan gadis kecil yang baru di kenalkan bahkan terlihat tidak canggung.
"Boleh aku minta ice cream,kakak cantik ?"
"Boleh mau rasa apa sayang?"
"Stroberi"
Sigit yang mendengar langsung berdiri berniat memesan ice cream yang diinginkan gadis kecil yang masih bicara dengan Lea.
"Kamu mau juga ?"
Dengan malu Lea hanya mengangguk dan tersenyum yang makin terlihat manis membuat Sigit tertunduk menahan senyumnya sesaat.
"Mau rasa apa ?"
"Rasa apa aja, yang penting ga pakai lama"
Lea kembali memberikan senyuman manisnya membuat Sigit membuang muka kearah luar bukan tidak suka tapi detak jantungnya berdetak lebih kencang dengan melihat senyuman manis milik Lea.
'Bisa ga sih senyumnya ga usah manis banget,ga tahu apa bikin jantung mau copot '
Sigit yang mengantri di tempat pemesanan ice cream, mengusap dada kirinya dimana letak jantung berada dengan sesekali melirik Lea dan gadis kecil yang bersamanya.
"Terimakasih om"
Ucap Lea pada Sigit seperti memberikan contoh pada gadis kecil yang bersamanya, setelah Sigit membawakan pesanan yang dia mau.
"Oh..ya,aku lupa terimakasih om untuk ice creamnya "
__ADS_1
"Sama-sama "
Balas Sigit dengan tersenyum dan mengusap lembut kepala gadis kecil itu yang terlihat senang.
"Om mau ?"
Tanya gadis kecil itu pada Sigit karena Sigit memperhatikan kedua wanita yang berbeda usia itu asyik menikmati ice cream begitu nikmat.
"Tidak terimakasih "
"Enak loh om"
Ucap gadis kecil itu dengan polosnya pada Sigit yang hanya tersenyum melihat tingkah lucu kedua wanita yang masih menikmati ice cream yang dia pesan.
"Coba deh,enak om "
Pinta gadis kecil itu lagi dengan menyodorkan sendok yang di ada ice cream di atasnya.
"Terimakasih..om cobain punya kakak cantik aja "
Tidak pakai lama Sigit mencoba ice cream milik Lea yang kebetulan baru saja menyendok ice cream dari dalam cupnya.
"Mas"
Ucap Lea yang terkejut dengan tindakan yang dilakukan Sigit tanpa diduga oleh Lea, begitu juga dengan Sigit yang terkejut dengan panggilan yang terucap dari mulut Lea.
'Itukan bekas...ih, berarti'
Lea hanya menunduk karena merasa malu sekaligus bingung tapi ada keberanian untuk melihat Sigit padahal bukan dirinya sumber penyebabnya.
Begitupun dengan Sigit yang merasakan senang sekaligus bersalah karena tindakan spontannya,entah kenapa dengan dirinya yang biasa cuek tapi berbeda saat bersamaan Lea.
"Maaf"
Ucap Sigit yang langsung menyadari kesalahannya tanpa menunggu lama karena tidak ingin Lea salah paham pada dirinya.
Ujar gadis kecil itu pada Sigit yang menurut dirinya Sigit tidak melakukan kesalahan apapun dimatanya.
"Apakah kakak cantik marah sama om ganteng ?"
Lea tersenyum tertunduk karena Sigit disebut om ganteng oleh gadis manis itu.
"Tidak sayang,kakak tidak marah dan om ganteng ini meminta maaf karena kakak belum meminta ijin terlebih dahulu, ayo habiskan nanti ice creamnya mencair "
Sigit yang di sebut ganteng hanya bisa mengusap tengkuknya karena merasa gugup sekali senang karena diakui kalau dirinya ganteng oleh gadis kecil sekaligus gadis manis yang berharap menjadi teman hidupnya.
Tidak lama lelaki yang diklaim om dari gadis kecil itu menghampiri meja Lea dan Sigit dengan menunjukkan rasa tidak enak hati karena keponakannya yang asal duduk saja tanpa sepengetahuan dirinya.
"Alea..sayang,kenapa ga tunggu om ?"
Tegur lelaki itu pada garis kecil yang ternyata memiliki nama tak jauh-jauh daru Lea yang membuat Lea menepuk jidatnya yang orang lain tanpa tahu apa alasannya.
'Apa sebegitu cantiknya nama Lea hingga banyak yang menyandang nama itu..ehm'
Lebihnya bisa membatin dan dengan kasar menghembuskan nafasnya berharap sedikit berkurang rasa yang sedikit tertahan di dadanya.
"Maaf mas,mba..atas ketidak nyamannya karena kehadiran keponakan saya"
"Tidak apa-apa,kami malah terhibur dengan kehadirannya..maaf siapa namanya tadi "
"Alea "
Kembali nama itu terdengar membuat Lea semakin keki, terbayang didalam dirinya dirinya memanggil dirinya sendiri.
"Dia lucu kok mas"
Ucap Sigit yang sebenarnya ingin membuat menggoda Lea karena ada keasyikan tersendiri menggoda Lea yang baru diketahui kalau dirinya memiliki sisi manja.
__ADS_1
"Kakak dan omnya baik kok om,aku di belikan ice cream"
"Alea,ga boleh begitu ya.."
Lelaki itu semakin tidak enak hati karena tindakan cerobohnya melalaikan tugas untuk menjaga Alea.
"Sekali lagi maaf sudah direpotkan,ehm bagaimana kalau saya traktir makan sebagai ucapan maaf dan terimakasih"
"Maaf bukan kami menolak tapi baru saja kami menghabiskan makanan kami "
Sigit yang mewakili menjelaskan pada lelaki itu dengan sopan sedangkan Lea sibuk dengan memperhatikan gadis kecil yang sudah belepotan ice cream disekitar mulut mungilnya.
"Boleh kakak bersihkan?"
Lea mengambil tissue dan membersihkan sisa ice cream yang membuat gadis itu menutup mulutnya.
'Busyet udah cantik baik, keibuan lagi..boleh nih'
Gumam lelaki itu yang memperhatikan Lea membersihkan mulut mungil gadis kecil keponakannya.
"Sudah cantik lagi "
Ucap Lea polos tanpa menyadari kalau ada dua lelaki di dekatnya yang sedari awal memperhatikan Lea dengan pikiran dan hati mengagumi dirinya.
'Tidak bisa lama-lama ini mah.. ternyata banyak barisan pengagum didekat mu..,ini lebih menakutkan dari pada barisan para mantan '
Sigit cukup peka dengan situasi yang ada saat ini karena gadis yang bersamanya saat ini memiliki sisi baik yang susah untuk di ubah.
"Sudah bilang terserah kasih belum sama kakaknya?"
"Sudah om..aku ga lupa kok"
Ucap gadis kecil itu dengan tersenyum mendongak keatas untuk bis melihat sosok lelaki yang disapa om olehnya.
"Ayo.."
Ajak Lea pada Sigit yang masih diam memperhatikan gadis kecil yang sudah menghabiskan ice creamnya.
"Anak manis kakak pamit dulu ya.."
"Mau kemana ?"
Tanya gadis kecil itu polos dengan rasa ingin tahunya yang membuat Lea harus menjelaskan tujuannya.
"Ehm.."
Lea meminta pada Sigit untuk menjawab pertanyaan gadis kecil itu karena dirinya juga tidak tahu mau kemana.
"Nonton film"
Lea sedikit terkejut dengan jawaban yang Sigit berikan pada gadis kecil itu, sepertinya Sigit tahu kalau dirinya suka sekali menonton film bila bersama Juna dan Mawar.
"Boleh aku ikut kak ?"
"Boleh "
Jawab Lea tidak tunggu lama karena dirinya juga tidak ingin hanya berdua dengan Sigit yang membuat mati gaya.
Kedua lelaki dewasa yang berbeda isi hatinya itu nampak jelas dari wajahnya kalau ada yang dipendamnya.
Hanya Lea dan Alea yang satu frekuensi saat ini,rasa senang karena bisa bersama...see you..
Note
Maaf baru kembali bertemu dengan cerita saya yang masih belum sempurna,maaf untuk yang lama menunggu.
Mohon kasih masukan untuk ceritanya sebab terkadang bingung untuk cari ide yang bikin ngemesnya.
__ADS_1
Salam hangat untuk keluarga dari saya,maaf 🙏🙏🙏