My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Belajar saling memahami


__ADS_3

Bisa jadi apa yang diucapkan Lukman benar,jodoh adalah cerminan diri seperti saat ini Lea terlihat sibuk memeriksa beberapa laporan pengiriman perangkat untuk menjadi media pelatihan bagi siapa saja yang ingin menambah skill di bidang otomotif.


"Serius bener "Sigit menghampiri Lea dan mencium kepalanya dengan penuh kasih sayang.


"Mas sudah pulang"Lea merasa bersalah karena tidak mendengar suaminya datang.


"Baru saja,apa sih yang membuat istri cantik ku serius sampai suara salam tidak terdengar"


Sigit meletakkan ponsel miliknya di atas meja rias dan bersiap untuk membersihkan diri.


Lea menghampiri Sigit tapi Sigit lebih dulu memintanya untuk tetap melanjutkan kegiatannya.


"Lanjutkan saja,biar mas sendiri"Sigit yang sudah terbiasa melakukan keperluannya sendiri tidak ingin memaksakan pada Lea untuk menyiapkan segalanya, apalagi istri dalam keadaan sibuk dia bisa melakukan sendiri.


Tidak sepenuhnya Lea melalaikan kewajibannya dia menyiapkan baju ganti dan menyiapkan teh hangat untuk Sigit.


"Sayang sudah aku bilang biar aku sendiri saja " usapan lembut di kepala Lea terima dari Sigit.


Lea hanya tersenyum dan kembali mengutak-atik ponselnya dengan wajah bingung yang membuat Sigit menghampiri Lea.


"Terimakasih sayang untuk teh hangatnya,ehm..ada yang bisa mas bantu ?"


Bukan jawaban yang Sigit terima melainkan ponsel Lea yang Sigit terima,Sigit terlihat serius beberapa saat.


"Ehm..baik mas akan meminta bantuan teman mas disana,tidak usah khawatir lagi ok "


Sigit mengembalikan ponsel milik Lea, terlihat wajah ceria milik Lea yang membuat Sigit tersenyum.


"Terimakasih mas "


"Sama-sama,tidak perlu sungkan "Sigit duduk di samping Lea.


Lea tidak melihat wajah lelah Sigit yang ada wajah bahagia bahkan lelaki yang sudah menjadi suaminya itu tidak lepas dari senyumnya.


"Ada yang aneh ?" Sigit yang sadar diperhatikan bertanya pada Lea.


"Ga "


"Terus kenapa cantiknya mas memandang dengan tatapan serius "Sigit merasa penasaran.


"Hanya bingung saja kok bisa mas berubah bila bersama aku "Sigit semakin bingung dengan apa yang didengarnya.


"Berubah?"


"Iya..tidak dalam mode diam "


Sigit tertawa kecil begitu mendengar perkataan Lea "kalau aku mode diam bagaimana kita berkomunikasi sayang,aku ingin kita saling berbagi dalam hal apapun "


"Apa yang sayang lakukan sepanjang hari ini ?"Sigit ingin mendengar Lea bercerita tentang apa yang istrinya lakukan seharian ini.


"Hanya bertemu kawan-kawan untuk membicarakan rencana memanfaatkan gedung serbaguna itu "


"Oh gitu,tapi ingat jangan terlalu capek "


Lea tertawa mendengar ucapan Sigit yang menurut Lea terdengar lucu.

__ADS_1


"Loh..kok tertawa ada yang lucu ?"


"Banyak "Lea masih dengan tertawanya membalas.


Terlihat Sigit mengerutkan keningnya seperti berpikir dengan apa yang Lea ucapkan.


"Di lihat dari mananya kalau orang cuma ngobrol itu capek mas "


Lea masih dengan tawanya walaupun lebih rendah dari awalnya.


Sigit mengusap kepala Lea dengan tersenyum manis.


"Ya..sudah mas hanya ingin kamu nyaman setelah bersama mas "


"Ehm..apa aku terlihat tidak nyaman ya..mas,maaf "


Lea menunjukkan rasa bersalahnya yang membuat Sigit mendekap dalam dadanya.


"Tidak,hanya ketakutan mas saja.. yang seharusnya minta maaf itu mas bukan kamu sayang "


"Mas ga ada salah juga sama aku "


"Mas ingin kamu tidak sungkan dalam hal apapun,mas sadar betul belum banyak mengenal mu..apa yang disuka dan apa yang tidak disukai "


"Mas bukan tipikal lelaki yang bisa merayu karena hanya kamu wanita pertama yang dekat dengan mas selain ibu "


Lea dengan spontan menutup mulutnya,yang terlintas dalam benak Lea Sigit lelaki yang cool seperti Abimana.


"Memang ditempat kerja tidak ada wanita?"


"Ada tapi bukan yang bekerja langsung dengan mas "


"Masa ?"


"Iya sayang tidak percaya,besok datang ke kantor kamu bisa lihat sendiri"


"Kenapa harus ke kantor ?"


"Biar percaya dan lihat sendiri"


"Aku ga mau percaya sama mas..nanti musyrik"


Balas Lea yang membuat Sigit menggelitik tubuh Lea dan tawa kecil langsung Lea tunjukkan.


"Iya..iya percaya mas "


Canda tawa keduanya dan hubungan keduanya semakin dekat,bisa jadi Lea yang lebih mencairkan suasana membuat Sigit mengimbangi Lea.


"Aku ingin kita saling berbagi dan untuk besok-besok mas mau sebelum tidur kita berbagi cerita apa pun "


Tanpa ada alasan apapun Lea langsung memeluk Sigit yang membuat Sigit tersenyum lebar dan terlihat sangat bahagia.


"Kamu bahagia bersama mas ?"


"Bahagia banget"

__ADS_1


"Apa mas lelaki pertama di hati mu sayang?"


Lea menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan tegas "bukan,mas lelaki ketiga dalam hidup aku "


Terlihat muka kecewa Sigit tunjukkan tapi tidak beberapa lama,Sigit sangat memaklumi siapa yang tidak ingin dekat seorang Lea yang cantik dengan kepandaian yang dimiliki didukung dengan finansial Deandra orang terkenal.


"Mas kecewa setelah mendengar jawaban aku ?"


"Tidak,setiap orang punya cerita masa lalu yang terpenting sekarang kamu adalah mas depan ku "


Sigit mencium kening Lea dengan hangat tidak ada rasa kecewa yang Lea lihat dimata Sigit.


"Serius..apa mas ga ingin tahu masa lalu aku ?"


"Tidak,cukup masa depan kita saja yang akan kita jalani "


"Benarkah..?"


Lea dengan sengaja menggoda Sigit karena Lea cukup tahu sikap Sigit tidak berbeda dengan Abimana.


"Iya sayang sudah tidak usah kamu ceritakan"


"Mas cemburu?"


"Cemburu,kenapa mas harus cemburu..bukankah lelaki itu sudah tidak lagi berada didekat mu sayang "


"Salah besar.. lelaki itu masih berhubungan baik dengan ku sampai saat ini malah aku ga akan bisa jauh darinya walaupun sudah dimiliki mas "


Ada rasa kesal yang Lea lihat dari sorot mata Sigit hanya saja lelaki yang saat ini ada dihadapannya pandai menyembunyikan perasaannya.


"Mas marah,kenapa ga bertanya siapa lelaki itu ?"


"Aku tidak akan pernah marah sebab aku sudah berjanji kepada papi dan Romo akan menjaga dengan baik dirimu,bila apa yang sudah aku jaga sudah tidak mau aku jaga ya..mau tidak mau mas ikhlas untuk melepaskannya kepada siapa pun lelaki itu cuma satu pesan mas jaga dia dengan baik sebab aku sudah berusaha untuk menjaganya dengan baik tapi rasa tidak bisa dipaksakan "


Kali ini Sigit banyak bicara yang Lea lihat tapi Lea begitu mengganggumi Sigit tidak ada kemarahan walaupun sudah Lea bikin cemburu dan kecewa.


"Mas berani bicara sama papi dan Romo "


"Berani kenapa tidak yang jelas mas sudah memenuhi tanggungjawab mas dengan baik sampai detik ini "


"Bagaimana kalau lelaki yang ada di hati aku sampai hari adalah papi dan Romo "


Karena Sigit merasakan kecewa sampai penuturan Lea sedikit membuat dirinya tidak fokus.


"Apa..?"


"Iya.. lelaki itu papi dan Romo yang akan selalu ada di hati aku selamanya dan tak akan tergantikan "


Sigit mengigit manja pipi Lea karena gemas sekaligus makin cinta pada wanita yang ternyata sama dengan dirinya tidak pernah memiliki hubungan dengan lawan jenis.


"Sakit "


Rengek Lea manja terdengar ditelinga Sigit "mana yang sakit " Sigit menghujani pipi Lea dengan ciuman dari Sigit yang membuat Lea geli.


Tawa bahagia terdengar dari keduanya dalam canda tawa yang mampu membuat hangat suasana.

__ADS_1


__ADS_2