My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Aku pulang...


__ADS_3

Lea sudah tidak ingin terus menahan rasa rindu akan keluarganya dan beberapa teman juga masakan mbok nah yang membesarkan.


Sejak semalam Lea sudah mempersiapkan diri untuk bersiap diri hanya membawa sedikit baju,lebih banyak oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temannya.


Bukan menghindar dari Nathan yang masih sering mencarinya tapi Lea masih bisa menghindar tanpa harus memberikan penjelasan mengapa dirinya menghindar dari Nathan.


"Aunty akan lama di sana ?"


Adrian terlihat sedih saat Lea berpamitan akan berlibur pada Adrian dan ibunya serta kedua adik kembarnya yang sudah tumbuh besar.


"Tidak hanya untuk berlibur,aku akan kembali lagi karena masa kuliah ku belum usai "


Pada akhirnya Adrian mengerti dan merelakan Lea untuk pulang ke negaranya untuk berlibur.


Tidak lupa Lea juga berpamitan dengan Arjun dan Keiora yang tidak berbeda dengan Adrian yang terlihat sedih akan di tinggalkan Lea untuk berlibur.


"Kamu akan lama berlibur di sana ?"


Terlihat kesedihan dimata Arjun saat bertanya pada Lea yang kebetulan sengaja bertemu satu jam istirahat makan siang kantor.


"Sepertinya seperti itu bang,nitip Uni ku yang cantik ya.. jangan dibikin nangis,awas kalau sampai Uni dibikin nangis saya akan datang memotong milik Abang yang paling berharga"


Ucapan Lea membuat Arjun spontan memegang miliknya yang paling berharga.


"Lea kamu kok jorok sih"


Keiora langsung menanggapinya dengan berpikir hal yang vulgar padahal yang Lea maksud bukan itu.


"Memang yang Uni pikirkan apa..bukankah lektop milik Abang barang paling berharga juga..benarkan bang?"


"Lektop ?"


"Ya.. waktu itu kabel lektop Abang putus dan saya bantu sambungkan lagi..dimana letak jorok Uni "


Arjun yang berpikiran sama dengan Keiora merasa malu,memang benar adanya pernah suatu hari sambungan kabel yang akan terhubung untuk lektop milik Arjun putus dia berusaha untuk menyambungnya bukannya beres malah dirinya kesetrum dari situ Arjun tidak mau lagi pada akhirnya meminta tolong Lea untuk menyambungkan kabel yang terhubung ke lektop miliknya yang isinya penting terutama untuk perusahaan.


Jadi milik Arjun yang paling berharga bukan hanya di balik celananya saja tapi data dalam lektop yang bisa membawanya masuk penjara bila jatuh ke tangan yang salah.


"Makanya cepat nikah..isi kepala Abang sama Uni sudah satu frekuensi,jangan bilang tidak..kalian berdua terlalu dangkal pikirannya"


Arjun dan Keiora hanya bisa saling pandang,bagi keduanya Lea selain suka membuat suasana hangat juga meresakan,tapi tanpa Lea dirinya mungkin belum tentu akan sedekat saat ini dengan Keiora.


"Pokoknya cepat balik,jangan bikin sayang ku merindukan mu"


Ucap Arjun yang mengacak rambut Lea dengan penuh rasa sayang seperti seorang kakak ke adiknya.


"Iya,Abang ku yang bawel"


"Iya,adik ku yang cerewet"


Keiora hanya bisa tersenyum melihat keakraban keduanya tidak ada rasa cemburu Keiora pada Lea karena baginya Lea adalah adik yang ketemu gede.


Arjun dan Keiora ingin mengantar kepulangan Lea sampai Bandara tapi Lea menolaknya dengan alasan tidak ingin melihat kedua kakak ketemu gedenya sedih atas kepergiannya.


Begitu pun sesampainya di di negara tercinta Lea tidak memberitahu kepulangannya,dia ingin jadi kejutan untuk keluarganya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Assalamualaikum"


Ucap Lea pada penjaga gerbang utama yang kebetulan senang makan siang.


"Waalaikumsalam..mba Lea "


Jawab lelaki yang usianya seumuran mas Arya dengan sopan pada Lea.


"Sehat mas ?"


Sapa Lea sopan seperti biasanya pada semua orang yang bekerja didalam istana Deandra.


"Alhamdulillah,sehat mba..kenapa tidak di jemput,pak Komar ada di rumah mba"


lelaki itu menjelaskan pada Lea dan bersalaman dengan Lea,dengan terlebih dahulu membersihkan tangan takut kotor.


"Kenapa harus di bersihkan dulu mas,tangan saya yang kotor karena dari luar rumah "


Dengan malu lelaki yang disapa mas itu terlihat gugup tidak enak hati karena anak pemilik rumah begitu baik memperlakukan dirinya.


"Tidak mba,tangan saya yang kotor "


"Papi ada di rumah mas ?"


Lea lebih memilih bertanya hal lain dari pada membahas tangan kotor,entah siapa yang sebenarnya tangannya kotor.


"Kebetulan tuan besar baru saja datang "


"Terimakasih, permisi mas saya masuk dulu"


Lea berpamitan untuk masuk kedalam istana milik Deandra yang masih sama terawat dengan baik seperti awal dirinya berangkat ke Amerika bahkan tidak ada yang berubah masih tetap dengan suasana yang sama.


"Boleh saya bantu mba ?"


Tanya mas penjaga pintu gerbang utama pada Lea tapi sayang Lea menolaknya dengan halus yang menurutnya masih mampu membawa koper kecil miliknya.


"Biar saya sendiri, terimakasih mas "


Deandra tidak sia-sia memberikan budi pekerti luhur pada keluarganya,bisa di lihat dari sikap Lea kepada art tetap menghormati dan menghargai walaupun dirinya anak pemilik rumah.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam..Lea !"


Deandra tidak bisa berkata apa-apa dia berlari kecil menghampiri Lea dengan mata berkaca-kaca seakan dirinya bermimpi melihat anak gadisnya ada didepan matanya.


"Sepertinya kamu kurusan nak.."


Deandra membolak-balik tubuh Lea seakan mencari pembenaran untuk melihat lebih nyata perubahan pada tubuh Lea.


"Bukan kurus papi..tapi lebih ideal"


Deandra hanya tersenyum dengan jawaban Lea,memang anak jaman sekarang aneh pikir Deandra badan kurus di bilang ideal.

__ADS_1


"Banyakin makan selama di sini "


Pinta Deandra pada Lea yang memilih meninggalkan Deandra mencari penghuni lain untuk melepaskan rindu.


Satu persatu anggota keluarga Lea temui untuk melepaskan rindu selama jauh dari mereka,termasuk kepada mbok nah.


"Ibu..."


Teriak Lea yang langsung memeluk mbok nah dari belakang yang kebetulan sedang memasak yang sebenarnya bukan tugasnya,mbok nah bukan seorang art dia hanya bertanggungjawab mengurus Lea kecil hingga saat ini tugas utamanya yang di berikan Romo.


Berhubung Lea sudah bisa di bilang dewasa dan kembali dikediaman Deandra mau tidak mau mbok nah mengikuti keberadaan Lea.


"Ibu ga kangen aku"


Rengek Lea dengan suara manjanya terdengar di telinga mbok nah yang akan berbalik badan tapi Lea melarangnya.


"Bu..ijinkan anak mu bersandar di punggung mu sebentar saja, terasa begitu nyaman"


Mendengar penuturan Lea mbok nah, berkaca-kaca matanya walaupun Lea bukan anaknya dia hanya mengasuhnya tapi mbok nah menyayanginya seperti putrinya bahkan kasih sayang mbok nah berikan kepada Lea lebih besar dari pada kedua putranya yang rela dia biarkan tumbuh besar mandiri memilih membesarkan Lea masih bayi yang terlahir sebelum waktunya.


"Ibu mau asem cah ayu "


Tutur mbok nah yang mengusap kepala Lea dengan satu tangannya karena Lea masih bersandar di punggungnya saat ini.


"Aku suka Bu..bau ibu,malah ini yang aku rindukan selama jauh dari ibu"


Lea menggesekkan hidungnya di punggung mbok nah seakan mencari kenyamanan di sana.


"Cah..ayu,pasti belum makan ibu kebetulan masak kesukaan mu cah ayu "


Suatu kebetulan atau telepati keduanya sampai-sampai mbok nah masak kesukaan Lea hari ini.


"Sayur lodeh, goreng ikan ehm..ada sambel terasi ih..enak mau..mau aku mau Bu"


Lea langsung melepaskan pelukannya dan berjingkrak senang, membuat mbok nah tersenyum dimata wanita yang membesarkan Lea tidak sedikitpun berubah.


"Bu,boleh aku minta ibu menyuapi aku"


Tanpa menjawab mbok nah langsung memberikan suapan pertamanya pada Lea yang langsung membuka mulutnya.


"Berdoa dulu cah ayu"


Tegur mbok nah yang membuat Lea cengengesan malu karena lupa melihat makanan kesukaannya di depan mata.


"Maaf lupa"


Akhirnya suapan pertama itu masuk dengan mulus kedalam mulut Lea yang begitu menikmati sampai terlihat terburu-buru untuk menelannya, sehingga hampir saja tersedak.


"Pelan-pelan cah ayu..tidak ada yang merebut makanan mu..nak"


"Habis enak Bu..,ibu memang the best tahu yang aku mau"


Puji Lea yang masih menikmati makanannya, Deandra yang kebetulan ingin mengambil air membatalkan niatnya melihat begitu hangat kedekatan Lea dengan sakinah yang membesarkannya.


"Terimakasih nah..kamu sudah membesarkan putri ku dengan penuh kasih sayang,aku tidak bisa membalas kebaikan mu..bahkan kamu rela meninggalkan kedua putra mu demi Lea,tapi aku tidak menyesal kedua putra mu kini jadi pemuda yang terbaik bahkan pemuda yang sukses"

__ADS_1


Ucap Deandra pelan tanpa didengar oleh kedua wanita yang masih melepaskan rindu dengan caranya.


__ADS_2