My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Menyatukan dua hati


__ADS_3

Bagi Lea Arjun sudah seperti seorang kakak lelakinya begitu juga dengan Keiora yang Lea anggap seperti kakak perempuan sebab Lea hanya memiliki saudara laki-laki tidak dengan kakak perempuan yang ada saudara ipar perempuan.


Arjun yang semakin hari semakin menaruh hati pada Keiora tapi tanggapan Keiora terlihat biasa saja dimata Arjun, sehingga menyurutkan niat Arjun untuk menyatakan isi hatinya pada Keiora.


"Kusut amat,semalam ga bisa tidur ya..mikir terus mikir,tembak apa bang..jangan nunggu di patok ayam baru nyesel "


Lea menepuk pundak Arjun yang pagi ini terlihat tidak bersemangat bahkan terlihat kantung matanya.


"Bantu Abang mu lah"


Balas Arjun yang langsung duduk dengan malas di kursi miliknya.


"Bener nih adik mu yang turun tangan,siap nih kalau ditolak"


Lea menggoda Arjun yang terlihat masih belum bersemangat.


"Jelas-jelas ini alamat ga beres,punya adik bukan ngebantu malah melemahkan semangat.."


Gerutu Arjun yang terlihat makin malas menjalani hari ini dengan merebahkan kepalanya di atas meja dan memejamkan matanya.


"Ok..bang saya bantu,saya takut di kutuk sama Abang jadi hiasan dinding.."


Ucap Lea dengan berjalan santai menuju meja kerjanya tanpa melihat ke belakang.


"Hai..adik durhaka bukan jadi hiasan dinding tapi pigura foto"


Balas Arjun dengan terpaksa duduk tegak untuk membalas Lea yang hanya tersenyum tanpa ingin menjawab.


"Apa sih pagi-pagi sudah berisik ?"


Tanya Keiora pelan seperti biasanya dia hanya mengingatkan Lea agar tidak menganggu yang lain.


"Uni tolong saya mau di kutuk jadi pigura foto sama Abang "


Lea memeluk Keiora dengan berpura-pura menangis karena ulah Arjun.


"Lea..Arjun ga akan gitu sama kamu"


Lea langsung menatap Keiora dengan tatapan serius,bisa diartikan keduanya ada rasa.


"Cie..cie,belain Abang "


Goda Lea pada Keiora yang langsung terlihat malu-malu dengan pipinya yang memerah.


"Ga gitu Lea.."


"Ga,gini Lea.."


Balas Lea menggoda Keiora yang makin malu karena Lea yang semakin usil.


"Uni..pulang kerja ada waktu ga,ehm..ada sesuatu yang harus saya beli boleh Uni temani..saya "


Pikir Lea akan lebih mudah untuk bicara berdua untuk mengetahui apakah Keiora ada rasa atau tidak pada Arjun.


"Boleh, sepertinya aku juga ada yang harus dibeli..ok sepulang kerja ya.."


Keiora menyanggupi permintaan Lea untuk jalan berdua sepulang kerja nanti.

__ADS_1


~¥¥¥~


Kedua bidadari cantik kini berada disalah satu Mall untuk mencari sesuatu yang sebenarnya hanya kebohongan belaka.


Sebenarnya Lea paling malas untuk sekedar jalan-jalan tanpa tujuan,sebab saat bersama Juna dan Mawar pun harus jelas mau kemana tujuan mereka, seperti nonton,makan atau mencari buku bukan jalan yang tanpa arah tujuan.


"Uni kita makan saja..barang yang saya cari ga ada"


Alasan Lea dengan meminta persetujuan dari Keiora terlebih dahulu.


"Ok..perut ku pun sudah lapar"


Dengan malu Keiora menyetujui permintaan Lea karena malu mengakui dirinya lapar.


"Adik mu tahu Uni..tenang,saya traktir makanan yang paling enak"


Lea pernah mendengar seseorang berkata tidak akan mudah menaklukkan hati bila perut dalam keadaan kosong,ini siasat Lea untuk menanyakan isi hati Keiora apakah ada nama Arjun dalam mimpi disetiap malamnya,misi siap berjalan.


"Lea,perut ku tidak akan mampu menampung semua makanan ini.."


Keiora terkejut dengan banyaknya menu makanan yang datang di bawakan oleh pelayan.


"Pilih yang Uni suka..selebihnya kita bungkus,kita bagi dengan yang lain saat jalan pulang"


Keiora langsung mengerti tapi sekaligus heran dengan sikap Lea yang suka sekali menyentuh hatinya.


Selesai menikmati makan Lea sengaja memesan ice cream dan cake strawberry kesukaan Keiora yang Lea tahu.


"Lea apa lagi ini"


"Uni..boleh saya tahu, sebenarnya Uni punya rasa ga sih sama Abang ?"


Keiora terkejut dengan pertanyaan yang diajukan Lea tanpa di duga membuat Keiora tersedak.


"Santai Uni..saya hanya sekedar bertanya, kalau pun Uni keberatan untuk menjawabnya tidak masalah"


Lea mengusap punggung Keiora dan memberikan segelas air untuk merendahkan rasa panas akibat tersedak.


"Ehm..bukan aku ga mau jawab,hanya malu saja Lea..kamu pasti tahu aku seperti apa, sebenarnya aku punya rasa sama Abang kamu tapi..aku tidak pantas bersama dengannya "


Keiora sadar akan dirinya yang pemalu sedangkan Arjun yang ramah dan mudah bergaul bahkan kepada siapapun termasuk kepada Lea yang anak baru.


"Kenapa harus merasa tidak pantas,Uni juga baik, cantik lalu apa yang membuat Uni merasa tidak pantas bersama Abang ni.."


Lea menyakinkan Keiora kalau dirinya pantas untuk di cintai oleh Arjun yang memang semua mengetahui kalau Arjun yang pembawaannya ramah dan mudah bergaul.


"Entahlah,aku tidak ingin Arjun malu bila bersama dengan ku.. sudahlah Lea biar cukup dalam diam aku menyimpan rasa itu belum tentu juga Arjun memiliki rasa yang sama dengan ku Lea..aku tidak ingin malu kalau Arjun tahu aku menyimpan rasa padanya "


Keiora yang biasanya irit bicara kini terkesan cerewet dimata Lea tapi tak apa,wajar Keiora banyak bicara untuk menjelaskan pada Lea.


"Bagaikan kalau Abang juga punya rasa yang sama dengan Uni, apakah Uni akan menerima Abang seperti Abang menerima Uni ?"


Lea tembak langsung ke sasaran yang membuat Keiora tidak percaya dengan apa yang baru saja Lea tuturkan padanya.


"Ga mungkin Lea,Abang mu pasti mencari wanita yang satu frekuensi dengannya bukan dengan ku yang tidak nyaman bila bertemu orang banyak"


Keiora menjelaskan kekurangan dirinya pada Lea yang tahu semua orang punya kekurangan tapi dimata Lea Keiora tidak memiliki kekurangan itu bahkan kekurangan Keiora dimata Lea sebuah anugerah daripada terlewat percaya diri.

__ADS_1


"Uni..tidak percaya kalau Abang selama ini memendam rasa sama Uni"


Ucapan Lea bagaikan sebuah air hujan di tengah gurun di hati Keiora begitu menyejukkan hati tapi itu tidak lama Keiora masih tidak percaya Lea hanya ingin membuatnya senang pikir Keiora.


"Aku sadar Lea siapa aku dan kekurangan ku,tidak mungkin Arjun menyukai ku"


"Bagaikan mana kalau benar aku menyukai mu Keiora?"


Suara lelaki itu membuat Keiora ingin menghilang jauh bila perlu ke planet yang paling jauh secepatnya saat ini juga.


Ternyata Arjun sengaja mengikuti kedua bidadari dari awal keluar perusahaan dan sengaja memesan satu buket bunga mawar 🌹 yang sangat besar dan terlihat cantik serta harum wangi semerbak dari aroma yang keluar khas bunga mawar.


"Apakah kamu berkenan menerima cinta dari lelaki yang minim percaya diri ini ?"


Dengan caranya Arjun menyatakan isi hatinya pada Keiora secara mendadak tanpa campuran tangan siapa pun semua serba spontan.


Beberapa pengunjung yang melihat Arjun yang bersimpuh di depan Keiora bersorak bersama meminta Keiora menerima ungkapan rasa cinta Arjun.


"Terima..terima..terima !"


Keiora malu dengan muka memerah tidak sanggup rasanya untuk memandang Arjun yang terlihat sangat berbeda saat sore menjelang malam ini,dia begitu tampan dan gagah dengan tersenyum manis meminta Keiora jadi wanita spesial dihatinya.


"Tapi..aku..punya kekurangan apakah kamu menerima kekurangan ku ?"


Keiora bukan menjawab dia menerima ungkapan hati Arjun, Keiora lebih meminta Arjun terlebih dahulu mau menerima kekurangan yang dia miliki atau tidak.


"Kamu wanita yang sempurna dimata ku..tidak ada kekurangan yang kamu miliki,bagi ku kekurangan mu itu anugerah yang tidak di miliki wanita lain termasuk adik ku yang sudah hilang rasa malunya"


Lea yang awalnya menyimak dengan rasa haru,kini berubah haluan jadi malas untuk ikut terlibat dalam proses pernyataan cinta Arjun dan Keiora.


"Ya..saya hanya nyamuk yang numpang lewat bang"


Ujar Lea yang berniat membayar dan mengambil makanan yang di bungkus tapi Arjun tidak sejahat itu pada Lea.


"Terimakasih sudah banyak membantu"


Arjun mengusap lembut kepala Lea dan menepuk pundaknya penuh kasih sayang sebab sejak awal Lea tidak pernah mau dipeluk Arjun,dan Arjun memaklumi itu.


"Gimana nih..Uni terima apa tolak"


Balas Lea yang membuat Arjun mati gaya, kena batunya karena berlaku tidak adil pada Lea.


"Ehm.. tergantung kamu "


Keiora menggantung jawaban atas pernyataan cinta Arjun,yang membuat lelaki itu seperti memohon pada Lea.


"Ehm.. berhubung makanan ini masih banyak tugas Abang bagikan pada yang membutuhkan dan untuk soal yang tadi saya...yes untuk kalian berdua selamat dan tidak mau mendengar kalian putus yang ada kalian menikah"


Arjun ingin memeluk kedua bidadari yang selalu di dekatnya tapi sayang hanya Keiora yang bisa dipeluk mungkin ini yang terbaik untuk semuanya.


"Love you Abang..love you Uni "


Lea sangat senang melihat keduanya bisa bersatu walaupun itu tidak mudah untuk Arjun yang sudah lama memendam perasaan yang selama ini dipendamnya.


Note


Terimakasih banyak untuk yang masih membaca karya saya dan terus beri pesan untuk alur biar lebih greget lagi,salam hangat dari jauh**.

__ADS_1


__ADS_2