
Sudah dua hari Lea bermalam di rumah sakit karena demam berdarah dan kondisinya kritis, membuat Deandra sangat khawatir.
"Pi.. sebaiknya papi pulang,biar kami yang menjaga Ade"
Permintaan Abimana pada Deandra yang terlihat lesu karena kurang tidur menjaga Lea.
"Kalian saja yang pulang,biar papi yang menjaga adik mu"
Arya memandang Abimana yang hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.
"Kita ga akan pulang Pi...biar kita bermalam bersama di sini"
Ujar Arya yang mewakili Abimana terlibat diam sebab tidak bisa meminta Deandra untuk istirahat di rumah.
"Kalau itu mau kalian tidak masalah "
Deandra memegang tangan Lea dengan sesekali mengusap kepalanya dengan rasa khawatir.
"Ade akan baik-baik saja Pi.."
Ucap Arya berharap Deandra tenang dan tidak mencemaskan lagi keadaan Lea yang memang belum sadarkan diri walaupun sudah dipindahkan dari ICU.
"Aku tahu kalian belum pernah merasakan kehilangan dan tidak pernah merasa yang adik mu rasakan "
Deandra tertunduk diam seperti menahan air matanya yang akan menetes.
Kedua putranya menghampiri dan mengusap lembut punggung Deandra seperti menguatkan dirinya.
"Aku tidak apa-apa cuma aku khawatir adik mu akan.."
Deandra tidak melanjutkan ucapannya dia memilih memalingkan mukanya kearah luar,tidak ingin melihat Lea yang terbaring lemah dengan infus ditangannya.
"Tidak Pi..Ade,akan baik-baik saja percayalah"
Abimana meyakinkan Deandra yang saat ini sudah terguguk menangis,rasa ketakutannya menyelimuti dirinya terlintas dipikirannya Lea akan meninggalkan dirinya seperti istrinya.
'Aku mohon Robb..jangan ambil dia dari ku,aku belum puas memberikan kasih sayang padanya, waktuku belum banyak bersamanya'
Dalam hati Deandra berdoa untuk kesembuhan Lea,ada rasa takut mendominasi pikiran Deandra saat ini.
Sepanjang malam Deandra tidak tidur pulas, sesekali menguap kepala Lea dan memperhatikan napas serta detak jantungnya.
"Pi.. sebaiknya papi pulang, istirahatkan dulu badan papi biar aku di sini..mas,ajak papi pulang"
Pinta Arya pada Abimana, setelah melihat Deandra terlihat sedikit lelah karena kurang tidur.
"Pi..malam nanti baru kita gantian sama Arya..,Ade hanya perlu istirahat Pi "
Abimana berusaha keras menyakinkan Deandra yang terlihat ragu untuk meninggalkan Lea.
"Baiklah papi ikut kata kalian..tapi kabari terus papi.."
Deandra akhirnya sepakat mengikuti kemauan kedua anak lelakinya yang tidak ingin melihat Deandra terlihat lelah.
"Siap Pi..86, tenang aja Pi.."
Tidak lama Deandra meninggalkan ruang rawat Lea bersama Abimana,tapi terlebih dahulu Deandra mencium pipi Lea dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Lekas sembuh putri ku "
Bisik Deandra pada Lea yang masih tertidur pulas belum sadarkan diri.
"Jaga adik mu jangan tertidur"
Perintah Deandra pada Arya yang langsung memberikan hormat pada Deandra.
"Akan aku bukan mata lebar-lebar dengan pentol korek api biar mata ku melotot Pi.."
Ujar Arya membuat Abimana tersenyum, berbeda dengan Deandra yang menepuk pundak Arya.
"Ga..harus gitu juga "
Balas Deandra yang tahu sebentar putranya bercanda pada dirinya.
Ruangan VVIP kini sepi hanya suara dari monitor yang mendeteksi keberadaan Lea.
"Kamu masih betah tidur.. kebiasaan begadang giliran sudah tidur pulas bener,ayo bangun banyak motor mogok yang perlu kamu perbaikan dek.."
Ucap Arya berharap Lea lekas bangun dalam kondisi tidak sadarkan diri yang seperti tidur pulas.
Dokter yang mengecek keadaan Lea menjelaskan kalau Lea sudah dalam keadaan baik-baik saja, perlu waktu mungkin Lea butuh istirahat.
Keheningan Arya yang menunggu Lea di kejutkan dengan kehadiran teman Lea.
"Siang pak.."
Suara itu terdengar setelah ketukan pintu ruangan beberapa kali.
"Siang..maaf siapa kalian?"
"Saya teman Lea pak "
Ucap Mawar memperkenalkan dirinya yang datang berniat menjenguk Lea bersama Juna.
"Oh..tapi lea belum bisa di jenguk "
Arya menjelaskan pada kedua orang yang mengaku teman Lea.
Terlihat dari jarak yang tidak terlalu jauh Lea terbaring dengan alat-alat yang masih melekat di tubuh Lea membuat khawatir bagi yang tidak tahu penjelasan dari dokter.
"Maaf dengan siapa,biar saya sampaikan bila Lea bangun"
Arya hanya meminta kedua orang itu menjelaskan siapa nama keduanya.
"Saya Juna dan ini Mawar "
Juna menjelaskan pada Arya yang langsung mengangguk mengerti penjelasan keduanya.
"Bagaikan kondisi lea pak "
Tanya Mawar penasaran karena yang dia tahu Lea sakit demam berdarah.
"Alhamdulillah,hanya belum sadarkan diri saja setelah pingsan saat itu dan saya mohon jangan panggil saya pak..saya bukan guru kalian "
Pinta Arya yang membuat keduanya teman Lea ingin tertawa tapi takut Arya marah.
__ADS_1
"Memang bapak..eh Abang siapanya Lea ?"
Tanya Juna dengan takut-takut tapi memberanikan diri untuk bertanya.
"Saya kakaknya Lea..nama saya Arya panggil saja mas Arya seperti Lea "
Penuturan Arya membuat keduanya terperangah sekaligus takjub bukan hanya pesonanya saja tapi baru tahu lelaki yang ada didepan matanya adalah lelaki yang sering bertengger di media masa juga media cetak yang banyak dibicarakan orang sebagai CEO muda yang cukup berpengaruh.
"Kenapa ada yang aneh dengan nama saya ?
Tanya Arya pada keduanya hanya hanya bisa tersenyum dengan melihat pesona Arya.
Arya merasa ada teman untuk diajak bicara membuat tidak jenuh, tidak lama terdengar suara pelan seperti merintih meminta minum.
"Lea..,kamu haus,sabar ya mas panggilkan dokter"
Arya terlihat gembira begitupun dengan kedua temannya yang ingin menghampiri Lea tapi mereka sadar siapa dirinya hanya bisa melihat dari jauh.
Arya menekan tombol tidak lama dokter datang bersama dua orang perawat.
"Bisa tinggalkan kami untuk mengecek keadaan pasien"
Pinta dokter yang langsung disetujui oleh Arya dan kedua teman Lea yang terlihat gembira melihat Lea sudah sadarkan diri.
"Serius itu Abang Lea, lelaki yang sering muncul di medsos dan majalah"
Juna memperhatikan Arya yang terlihat menghubungi seseorang, dengan penampilan yang terlihat cool dan sangat tampan.
"Gue ga percaya Lea memiliki abang yang di idolakan kaum hawa selama ini "
Keduanya bukan memikirkan Lea tapi pesona Arya yang membuat mereka ingin terus berada disitu.
Tidak lama datang dua orang lelaki yang penuh kharismatik dengan penampilan yang sempurna walaupun hanya mengunakan kemeja biasa yang digulung setengah lengannya tapi menunjukkan siapa keduanya.
"Gimana lea Ar..?"
Terlihat wajah khawatir Deandra,yang bertanya pada Arya yang masih menunggu dokter yang masih memeriksa Lea didalam.
"Dokter masih ada didalam Pi "
Tidak lama dokter keluar yang langydibhujani pertanyaan oleh Deandra dengan penuh khawatir.
"Gimana dok putri saya ?"
Deandra tidak sabar menunggu penjelasan dari dokter yang terlihat tersenyum melihat Deandra tidak sabaran.
"Alhamdulillah sudah lebih baik hanya masih butuh istirahat saja"
Tanpa sadar Deandra memeluk dokter tanpa malu dan berterimakasih karena Lea sudah sadarkan diri.
"Terimakasih dok.."
"Sama-sama tuan,biarkan putri tuan istirahat untuk memulihkan kesehatannya"
Penjelasan dokter pada Deandra yang langsung paham.
"Jun.. ternyata mereka bibit unggul.. perfek semuanya ga sia-siakan kita kesini"
__ADS_1
Bisik Mawar pada Juna yang terlihat malu di perhatikan oleh Abimana yang sebenarnya ingin tahu siapa mereka kenapa berada didepan ruangan Lea.
Sudah hilang rasa khawatir Deandra pada Lea karena sudah mendengar penjelasan dari dokter secara langsung.