My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Reuni jenderal kancil


__ADS_3

Dingin malam tidak mampu membuat mata Lea terpejam, ada kerinduan dalam hatinya pada kawan kecil diperkebunan yang hampir empat tahun tidak bertemu hanya lewat ponsel mereka bertukar informasi.


"Tunggu besok kita kan bersua, jenderal kancil..akan datang !!"


Teriak Lea dari atas balkon kamar miliknya di tengahnya malam, membuat penjaga rumah mencari sumber suara.


"Han..kamu dengar dari mana suara itu ?"


Tanya pak Jono pada salah satu penjaga rumah bernama Burhan yang sama terlihat bingung mencari sumber suara.


"Sepertinya dari balkon atas mbak Lea pak"


Burhan masih menduga-duga,takut salah juga sebab sedikit gelap ditambah masih tengah malam semua penghuni istana biasanya sudah terlelap.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Selepas menyelesaikan sarapan paginya Lea mengutarakan keinginannya pada Deandra dengan penjelasan kalau dirinya merindukan Romo.


"Benar nak..kamu kangen Romo ?"


Tanya Deandra untuk memastikan keinginan Lea yang sebenarnya berat karena dirinya tidak bisa mengantar.


"Sudah lama Pi..aku ga berpisah dengan Romo..hanya lewat ponsel ga asyik Pi,g bisa peluk "


Pinta Lea dengan menjelaskan keinginannya untuk pulang ke perkebunan.


"Ya..sudah cepat pulang bila rindu mu sudah terobati,tidak lupa akan persiapan sidang nak"


Deandra menginginkan Lea, sebenarnya Lea yang lebih tahu untuk hal itu.


"Siap..sudah ada di sini "


Lea menunjukkan kepalanya dengan mencium tangan Deandra dan mencium kedua pipinya.


Begitupun dengan kedua kakak laki-lakinya dan kedua kakak ipar tak lupa ketiga jagoan yang terlihat tidak ingin melepaskan Lea akan pergi.


"Aunty ga lama kan di sana?"


Tanya Erlangga yang biasanya bicara secukupnya saja, terlihat sedih.


"Tidak lama hanya melepaskan rindu sama Romo..ok, assalamualaikum"


Lea berpamitan dan meninggalkan istana Deandra dengan mata berkaca-kaca karena melihat Biantara yang menangisi kepergiannya.


Begitupun dengan mbok nah,yang melihat dari pintu samping kepergian Lea.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sepanjang perjalanan yang dilalui Lea tidak bisa tertidur,dia terus teringat kawan kecilnya akan seperti apa sepeninggal dirinya.


Hanya dirinya yang melanjutkan sekolah di kota metropolitan sedangkan yang lain hanya sekolah di kabupaten masih bisa di jangkau dengan pergi pulang.


"Mbak,mau berhenti dulu atau lanjut ?"

__ADS_1


Tanya sopir yang menemani Lea, sesuai perintah Deandra untuk menemani Lea pergi ke perkebunan milik orang tuanya.


"Di rumah makan aja mas, sekalian sholat"


"Siap mbak.."


Sepertinya lelaki itu cukup paham dengan penjelasan dari Lea,akan lebih cepat sampai bila berhenti di satu tempat saja.


Menjelang malam keduanya baru sampai di perkebunan, setelah mengucapkan salam Lea mencari Romo yang biasanya berada di mushola kecil didalam rumah Romo tapi tidak di temukan.


"Eh..cah ayu,kapan sampai"


Tanya wanita yang sudah lama mengenal Lea,mbok Juminah..tapi lebih sering disapa mbok Jum dipeluk Lea, wanita ini hampir seumuran dengan mbok nah dia yang mengawasi semua art di rumah Romo.


"Romo ke Semarang cah ayu,ada undangan pernikahan kerabat Romo"


Tutur mbok Jum pada Lea yang terlihat kecewa tapi dirinya sudah sampai mau dikata apa.


"Ya.. sudahlah mbok aku mau sholat di mushola luar saja "


Lea langsung berlari keluar rumah dengan tersenyum berharap keinginannya berjumpa dengan kawan kecilnya tercapai.


Lea terlambat satu rakaat sholat magrib, selepas yang lain salam Lea masih melanjutkan satu rakaat lagi.. selepas berdzikir ada yang langsung pulang ada juga yang masih berbincang di teras mushola.


"Hai..si putih"


Sapa Lea yang sengaja menyapanya dari belakang, melati merasa hanya Lea teman perempuannya yang memanggilnya putih tidak yang tahu panggilan itu selain pasukan kancil pikirnya.


"Jenderal !!"


Bum hilang kebingungan yang lain kini ketiga kawan kecilnya ikut bergabung.


"Jenderal kancil !!"


Ucapnya bersamaan dengan rasa senang bercampur haru mereka berpelukan.


"Kalian sehat ?"


Tanya Lea yang masih menggenggam tangan satu persatu kawannya penuh kerinduan.


"Kamu sehat..makin bening aja kamu "


Tutur bujang tanpa malu-malu,baginya tidak berpikir menggoda sesuai dengan apa yang dilihatnya.


"Air kali bening "


Balas Lea dengan tersenyum jail,yang lain langsung tertawa lepas.


"Yai kok makin alim aja sih "


Lea memerhatikan Lukman yang semakin menjaga batasan,Lea memahami itu karena Lukman memang dari keluarga yang alim secara agama.


"Aku masih seperti dulu jenderal tidak ada yang berubah "

__ADS_1


Lukman tidak ingin Lea merasa asing pada dirinya walaupun ada batasannya tapi masih bisa di tolerir.


"Masih ada misi yang dijalankan selama aku jauh ?"


Lea mencari tahu apa saja yang dirinya tertinggal dalam kebaikan untuk membantu sesama.


"Masih tapi sebatas yang kami mampu saja sebab.. jenderal tahu akan keterbatasan kami"


Penjelasan Gundul cukup Lea pahami kehadirannya memang cukup berarti karena secara semua tahu siapa Lea dengan segala kemampuannya dan keistimewaan yang dia miliki.


"Selamat ya..pada kalian yang masih memberikan manfaat bagi sesama.. sebenarnya aku juga ingin seperti kalian tapi aku tidak bisa seperti kalian di sana"


Lea terlihat bersedih, padahal dia juga sama melakukan yang dia bisa untuk membantu sesama,memang dia berbeda tidak ingin orang lain tahu yang telah dia berikan kebaikan kepada orang lain.


"Tuhan lebih tahu apa yang tersirat maupun yang tidak tersirat disetiap hati manusia Lea..lewat doa juga sudah mewakili "


Tutur Lukman yang selalu menyejukkan hati orang yang tidak bisa melakukan sesuatu hal untuk kebaikan.


"Kamu libur?"


Tanya Melati dengan menggenggam tangan Lea seakan tidak ingin lepas.


"Ga.. tinggal menunggu jadwal sidang aja "


Ucapan Lea membuat kawan kecilnya sedikit terkejut,sebab waktu seakan cepat bergulir sampai tidak terasa Lea akan menyelenggarakan kuliahnya.


"Bagaikan dengan kalian "


"Kamu baru saja mengajukan judul..kamu memang yang terbaik "


Puji Gunawan dengan memberikan dua jempolnya pad Lea.


"Bukan aku yang terbaik tapi aku ingin cepat kembali ke sini berkumpul bersama kalian "


Ucap Lea yang membuat mereka bingung sekaligus senang karena Lea kan hadir bersamaan mereka kembali.


"Bukannya di kota lebih enak jenderal ?"


Bujang kini ikut bicara dengan terlihat seperti orang bingung.


"Aku di besarkan di sini bersama kalian sedangkan di sana hanya orang asing yang aku kenal kecuali keluarga ku,tidak seperti yang kalian lihat di televisi..menurut ku di sini lebih nyaman dan orang-orang yang saling peduli satu dengan tangan lain..sudahlah aku ga mau menjelaskan itu aku ingin tahu cerita kalian "


Mereka tertawa bersama setelah mendengar cerita dari satu persatu diantara mereka, pengalaman bertemu orang-orang baru yang mereka kenal.


"Bagaikan kabar orang tua kalian,aku rindu pada mereka"


Tanya Lea dengan penuh kerinduan sebab kedua orang tua kawan Lea sangat baik padanya.


"Alhamdulillah baik.. walaupun harap dimaklumi saja sudah sering mengeluh sakit persendian"


Lea sangat paham itu sebab sebab faktor usia mempengaruhi itu.


"Kapan-kapan kita siapkan misi yang sangat besar..salah satunya pengobatan gratis untuk siapapun tanpa terkecuali,daerah sebelah juga boleh di ikut sertakan dalam misi "

__ADS_1


Pasukan kancil langsung paham,bila yang turun langsung jenderal pastinya misi besar tidak kan misi yang selama ini mereka lakukan.?


__ADS_2