My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Berpisah bukan berarti usai


__ADS_3

Kini Lea sudah tidak lagi jomblo walaupun belum secara resmi dilamar,bukan Sigit tidak ingin secepatnya melamar Lea tapi Lea yang ingin menyelesaikan tugas kerjanya dan ingin sedikit waktu mengenal Sigit walaupun terhalang jarak yang harus ditempuh.


"Gue perhatiin ada yang berbeda dari bidadari kita nih.."


"Apa ya..yang berbeda?"


"Mulai,mulai deh "


Ucap Lea pada teman satu departemennya yang selalu memperhatikan Lea, memang hanya Lea yang paling asyik di kerjain oleh para lelaki yang sudah pada memiliki pawang.


Bahkan Lea adalah salah satu kandidat yang paling enak untuk di goda karena tidak pernah masuk kedalam hati.


"Sepertinya ada yang jatuh cintrong nih"


"Biar gue seleksi dulu pantas ga dapat bidadari separuh kayangan ini "


Lea langsung tertawa kecil, karena penuturan lelaki yang sudah memiliki dua putra itu asal bicara.


"Mana ada separuh kayangan bang "


"Kalau kayangan beneran gue belum liat Lea.. kalau separuh mungkin macam dunia kita ini"


"Mabok sepertinya Abang gue nih "


"Biarin loe bilang gue mabok,yang penting gue ga mabok janda bisa di sunat dua kali milik gue "


"Abang ga asyik ngomongnya "


Semua yang mendengar langsung tertawa karena tahu Lea akan protes bila sudah mengarah ke hal-hal berbau dewasa,dimaklumi sebab bisa di hitung kaum hawa dalam dunia kerja Lea yang didominasi kaum Adam.


"Serius loe udah ada yang demen ?"


Tiba-tiba bang Dik ikut nimbrung dan menanyakan langsung pada Lea dengan serius.


"Kalau serius gue udah memundurkan dirilah bang "


Bang Dik langsung terkejut dengan ucap Lea sebab bang Dik dapat membedakan mana yang serius mana yang bercanda.


"Gimana dengan karir loe yang udah loe perjuangan Lea ?"


Sepertinya bang Dik menyayangkan perjuangan Lea dalam meniti karir yang bang Dik tahu tidak mudah.


"Misi besar gue udah gue rintis dan bukan disini bang "


Bang Dik semakin penasaran dengan apa yang Lea ucapan, walaupun Lea perempuan tapi langkahnya dan pemikirannya lebih dari laki-laki dan apa yang sudah Lea rencanakan.


"Serius loe Lea..?"


"Serius lah bang, tinggal tunggu surat pengunduran diri gue aja "


Awalnya ingin menggoda Lea tapi yang didapatkan mereka kecewa walaupun Lea baru mengungkapkan rencananya bukan saat ini akan mengundurkan diri detik ini juga.


"Loe dilarang kerja oleh calon laki loe ?"


Tanya lelaki yang bertubuh tinggi pada Lea, seakan tidak rela bila rekan kerja seperti Lea harus mengundurkan diri.


"Mana ada permintaan seperti itu,dia memberikan kebebasan sebebas-bebasnya untuk gue melakukan yang terbaik menurut gue"


Sebenarnya hanya ungkapan hati Lea sendiri untuk menjawab pertanyaan dari kawan satu departemennya, memang keinginan Lea bila sudah berumah tangga waktunya ingin lebih banyak untuk keluarga walaupun memiliki usaha.


"Lalau alasan loe mengundurkan diri apa ?"


"Gue ikut laki gue lah"


"Ya,gue tahu loe ikut laki loe..apa ga sayang dengan apa yang sudah loe perjuangin ?"

__ADS_1


"Kan udah gue jawab di awal..misi gue bukan disini dan gue ingin besok sesudah menikah gue lebih fokus pada keluarga "


"Et..dah, busyet gue nggak salah dengar nih kuping "


"Kagak lah bang "


"Mulia bener neng tujuan hidup loe, kalau gue belum nikah gue ajak kawin buru-buru dah "


"Gue yang ga mau bang"


Spontan ucapan dari Lea membuat ruangan riuh dengan tawa yang pecah,begini yang membuat suasana hangat diantara mereka tidak ada jaim-jaim tapi sadar disaat fokus kerja.


"Terus hubungan loe sampai tahap mana ?"


"Sebenarnya dia udah serius melamar dua hari kemarin tapi gue minta waktu bang "


"Elah..ga baik nolak lamaran neng "


Balas yang lain dengan serius terdengar di telinga Lea juga yang lain.


"Emang ngapa,bro ?"


"Pokoknya pamali,gitu kata nyokap "


"Kenapa ga Bu Mali aja sih tetangga samping rumah "


Canda yang lain dengan terkekeh geli tapi tidak ditanggapi dengan serius karena orang kita masih percaya juga namanya mitos yang orang tua bilang.


"Gue ga asal nolak sih bang,ada alasan yang mendasar.. kalau gue langsung terima lamaran gue memilih langsung cabut dan ikut pak su... sedangkan proposal yang gue ajuin sudah diproses,mau abang-abang kerjain sendiri ?"


"Bener juga,loe emang the best"


Bang Dik langsung kasih dua jempol pada Lea dan dukungan dari yang lain juga mengekor di belakangnya.


"Calon bojo mu,namanya Suparman..jadul amat emang ga ada nama modern apa ?"


"Memang kenapa bang,kali aja bang nama boleh jadul tapi bawah hoki.. bukankah hidup itu butuh money "


"Matre juga loe Lea "


"Bukan matre bang tapi realita, bukannya banyak slogan di luaran sana bilang..ada uang abang sayang ga ada uang abang di tendang"


Tawa berjamaah pun kembali terulang,tapi bukan berarti Lea serius hanya ingin menghangatkan suasana saja dan menambah keakraban diantara mereka.


"Calon laki loe CEO Lea ?"


Lea tersenyum sebab tidak sedikit yang menilai dirinya akan bersanding dengan orang yang memiliki kekuasaan tinggi.


"Kuli bang "


"Serius loe ga salah pilih, sedangkan loe bilang mau mengundurkan diri terus kehidupan loe gimana?"


"Satu-satu bang nanyanya "


Lea kembali tersenyum sendiri seperti mengingat sesuatu yang pasti hanya Lea yang tahu.


'Kok aku jadi kepikiran dia sih, apa aku kangen ya..masa iya secepat itu '


"Lah.. malah bengong "


Tegur lelaki yang duduk disebelah Lea dengan menepuk pundak Lea sontak saja membuat Lea terkejut.


"Sabar bang.. kehidupan tetap berjalan bang, memang jadi kuli pekerjaan yang hina ga kan terus mengapa di permasalahkan takut ga cukup.. mana ada orang hidup cukup kalau kita sendiri tidak bisa membedakan mana kebutuhan yang harus diutamakan dan mana kebutuhan yang bisa ditunda, manusia mah ga akan ada cukupnya bang.. belajar lihat yang lebih tidak baik-baik dari kita,biar kita jadi bersyukur"


"Kalau semua bini macam loe,ga akan ada laki yang selingkuh"

__ADS_1


"Soal itu mah bukan salah istri juga bang,tapi emang ada niat menduakan..asal lihat yang bohay dikit langsung mata hampir copot"


Jawab salah satu kaum hawa yang awalnya hanya jadi pendengar ikut bicara pada akhirnya.


"Biasa aja kali neng ga usah ngegas "


"Kalau ga di gas kapan nyampenya bang"


Balas Lea dengan menepuk pundak lelaki yang protes berharap bisa santai dikit sebab ini hanya obrolan bukan niat tawuran.


Di sela-sela obrolan seseorang yang jauh disana merasa hal yang sama merindukan kebersamaan sosok yang hampir empat hari di lihatnya.


"Stt..bisa diem sebentar ga ?"


Pinta Lea pada rekan kerjanya yang langsung diam tapi penasaran siapa yang berani menghubungi Lea saat ini.


"Waalaikumsalam,ya.. Alhamdulillah sehat"


"....."


"Maksudnya?"


"....."


"Mas kali yang gitu "


"....."


"Ga, terimakasih "


"...."


"Datang aja,siapa takut "


"...."


"Ehm..,iya mas juga..waalaikumsalam "


Lea memandang ponsel miliknya dengan tersenyum yang sudah tidak lagi dalam mode sambungan.


"Dari pak su"


"Ya.."


"Rupanya sudah tidak sabar menunggu"


"Tidak seperti itu,dia hanya menanyakan data diri untuk mengisi kelengkapan administrasi"


"Berarti loe secepatnya mengundurkan diri dong"


"Ga,juga memang mengurusi data diri untuk kelengkapan administrasi hanya untuk kebutuhan nikah saja"


"Sebenarnya kita ga rela kehilangan loe Lea "


"Bukankah kita masih bisa bertemu dimana pun tidak harus ditempat kerja"


"Kalau soal itu iya..tapi untuk soal pekerjaan akan beda tanpa loe "


"Sudahlah bang, siapapun nanti yang datang menggantikan gue pasti lebih baik dari gue "


"Loe emang paling bisa memberikan semangat "


"Yang terpenting kita saling mensuport dan saling mendoakan "


Tidak mudah masuk kedalam dunia kerja yang dituntut untuk dapat memberikan kontribusi terhadap perusahaan,perlu dukungan dari satu tim departemen dan tidak mudah juga untuk membangun kebersamaan bila kita sendiri tidak ingin memberi kesempatan mereka masuk menjadi bagian dari pertemanan itu sendiri.

__ADS_1


Berbuka hatilah bila ingin diterima dilingkungan baru karena tanpa kerjasama tidak terwujud satu keinginan itu yang selalu Lea terapkan dalam kehidupannya, see... you..


__ADS_2