
Departemen Lea kembali mendapatkan pujian dari pemilik perusahaan dan mendapatkan bonus karena sudah memberikan kontribusi terbaik untuk perusahaan.
"Nanti malam gue harap semua hadir karena ini permintaan langsung dari Mr Arsena"
Pengumuman penting ini langsung disampaikan oleh bang Dik sebelum jam kepulangan kerja.
"Jujur bang gue ga bisa hadir,gue diwakili saja sama yang lain ya..bokap gue galak kalau untuk acara keluar malam bang ga ada toleransi "
Tutur Lea yang memang benar adanya tidak beralasan mengada-ada karena Deandra sangat melarang Lea untuk keluar malam.
"Wajar anak perawan ga baik keluar malam,di ijinkan saja bang "
"Aduh gimana ya.. sebab loe ikon departemen kita..,loe ijin baik-baik deh sama bokap loe bila perlu ambil hatinya dulu kali aja bisa luluh"
"Mati dong bokap gue kalau diambil hatinya"
"Ga, gitu maksud gue Lea "
"Iya..gue tahu bang"
"Tapi gue ga janji ya bang"
"Tapi loe usahakanlah Lea "
"Iya bang iya..Abang gue yang satu ini suka banget memaksa belakangan ini"
"Sebab loe kalau ga dipaksa suka mager,ada aja alasannya"
"Lah..emang gue capek bang,untung yang bikin otak ini Allah jadi ga berasap, lah kalau model kita yang bikin bukan hanya berasap tapi langsung meleduk"
Memang benar yang paling banyak digunakan otaknya di departemen Lea adalah Lea dan semua tahu itu.
Seperti biasanya tawa pecah memenuhi ruangan berkat candaan receh Lea yang sebenarnya tidak ada niatan untuk mengajak becanda juga.
"Bisa ga sih ga bikin kita ga ikut gila kalau bareng loe"
"Serius bang.. bukannya disini yang paling waras gue "
Kembali tawa pecah padahal yang di tuturkan Lea tidak ada unsur mengandung tawa tapi menghibur tanpa dia sendiri sadari.
"Iya,loe yang paling waras tapi sumber kegilaan dari loe bocah "
Kini giliran Lea yang tertawa karena penuturan bang Dik yang tidak berdasar tapi Lea pikir ada benarnya juga sebab ide-ide brilian yang awalnya nyeleneh tapi bisa membuat perusahaan setuju dan diminati pasar otomotif.
"Maaf kalau gitu "
"Apa akan sama seperti ini saat loe ga lagi disini bocah "
Tutur bang Dik dengan tersenyum jail pada Lea yang hanya tersenyum tipis tanpa bicara.
"Sebenarnya bisa aja gue akan kasih banyak ide-ide brilian walaupun gue ga lagi disini tapi gue takut ga akan mudah di terima pemilik perusahaan"
"Lah itu sudah pasti sebab hanya loe yang bisa melobi pemilik perusahaan"
__ADS_1
"Hati-hati tuh mulut nanti terdengar yang tidak suka dikira iya..aja "
Tegur bang Dik dengan tegas sebab itu tidak benar karena Lea selalu bersama dengan dirinya bila menghadap pemilik perusahaan,begitu juga dengan kerja di lapangan Lea tidak sendirian ada tim yang dilibatkan.
"Bang sepertinya gue secepatnya mempersiapkan pengunduran diri..sebab tugas gue sudah selesai untuk di pertanggungjawaban pada perusahaan dan gue siap datang bila ada kendala "
"Loe ngomong apa Lea..gue baru merasakan keberhasilan bersama dengan loe dan juga teman-teman tapi loe udah mau cabut aja,gue ga rela Lea "
"Ga,gitu bang gue sudah terlanjur janji pada keluarga dan keluarga calon suami gue begitu kerjaan gue beres gue siap nikah"
"Kok cepat benar Lea..rasanya baru kemarin loe masuk ke departemen kita tapi loe udah mau pergi aja "
"Tugas berat gue jadi istri bang, pendidikan gue tempuh sebenernya adalah berawal dari hobi tapi ingin gue realisasikan jadi gue kejar tuh sampai jauh-jauh gue jabanin dan gue merasa senang bisa merealisasikan semua itu walaupun harus meninggalkan keluarga dan gue bangga bisa berada di titik itu karena perjalanan itu banyak cerita yang kalau diceritakan ga bakalan tidur sampai besok"
"Gimana ga banyak cerita loe yang bikin kita ga boring dalam rutinitas kerja yang dituntut harus loyalitas pada perusahaan "
Semua pun setuju dengan pendapat ini,bagi Lea dalam hidupnya ingin bermanfaat bagi orang lain terutama orang terdekat terlebih dahulu,dan melihat mereka bahagia itu kebahagiaan tersendiri bagi Lea.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Permintaan Lea untuk hadir itu bertepatan dengan acara ulang tahun perusahaan yang diadakan disalah satu hotel berbintang lima dan cukup terkenal.
"Akhirnya bidadari datang juga"
Kehadiran Lea begitu disambut dengan antusias, berbeda dengan Lea yang merasa tidak nyaman dengan keramaian pesta dengan desain cukup mewah.
"Gila bener loe cantik Lea malam ini "
"Bisa ga bang, jangan berisik "
"Lah bener emang loe cantik malam ini, maksud gue loe ga seperti biasanya"
"Stt..,kita dengerin tuh pengumuman"
Seperti biasanya dalam sebuah acara pasti banyak susunan acara, begitu juga saat ini setiap petinggi perusahaan menunjukkan dirinya didepan tamu undangan yang hadir.
'Ga, penting juga kami melihat kalian..belum tentu juga kalian kenal kita orang bawahan'
Cibir Lea yang terlihat pada petinggi satu persatu memberikan kita sambutan.
Kini tiba saatnya giliran pemberian penghargaan pada setiap departemen maupun perorangan karena sudah memberikan kontribusi terhadap perusahaan.
Pembawa acara menginformasikan siapa saja yang telah ditetapkan sebagai penerima penghargaan termasuk departemen Lea.
"Ayo..bang Dik naik keatas podium "
Teriak salah satu tim departemen menyemangati bang Dik yang tersenyum lebar merasa bangga karena departemen yang dipimpinnya mendapatkan penghargaan.
Tidak lama nama Lea juga disebut sebagai salah satu penerima penghargaan karena menunjukkan prestasinya untuk ide-ide terbaik untuk kemajuan perusahaan.
"Ayo..Lea tunjukkan siapa diri mu"
Satu tim departemen memberikan dukungan untuk Lea untuk naik keatas podium yang telah ditunggu perwakilan petinggi perusahaan untuk memberikan ucapan.
__ADS_1
"Selamat untuk anda,oh.. ternyata masih muda mana perempuan lagi..semoga lebih menunjukkan kemampuan mu untuk kedepannya"
Ucap lelaki paru baya pada Lea dengan tersenyum dan menepuk pundak Lea seperti menyemangati.
"Terimakasih..Mr "
Semua tamu undangan yang hadir menatap Lea dengan beragam penilaian yang Lea sendiri tidak ingin mendapatkan penghargaan ini, baginya ada kepuasan tersendiri dengan kemampuannya bisa terealisasi.
"Selamat, semoga semakin sukses"
Arsena memberikan ucapan selamat secara langsung begitu Lea melewati tempat duduknya, berbeda dengan wanita disebelah yang langsung bermuka masam.
"Terimakasih Mr, permisi"
Lea langsung kembali duduk dibarisan semula bergabung dengan tim departemennya.
Kini acara bebas,sudah pasti di suguhkan dengan tontonan music live dari artis kondang yang sengaja di undang untuk memeriahkan acara.
"Ayo bang kita nyawer penyanyinya "
Ajak beberapa laki-laki yang akan menuju atas panggung music yang mempertunjukkan artis cantik yang sedang bernyanyi dengan sedikit bergoyang bertujuan menghibur tamu undangan.
"Lea,loe ga lapar ?"
Tanya salah satu tim departemen yang satu gender dengan Lea yang kebetulan juga dia datang sendiri tanpa pasangan.
"Ga, pengen cuma gue haus "
"Ayok..dari pada kita bengong ga jelas"
Akhirnya keduanya melangkahkan kakinya menuju stan makanan yang tersedia,bagi yang lapar mata akan di buat bingung dengan beragam pilihan.
"Loe ga suka ini Lea ?"
"Ga,gue butuh air mineral aja "
Lea lebih memilih aman karena kemasannya masih tersegel bukan berarti Lea takut dengan minuman yang disediakan dalam sebuah pesta cuma Lea memang tidak pernah menikmati minuman yang aneh-aneh walaupun dia lama tinggal di luar negeri tapi untuk soal yang halal dan tidak dia masih memegang teguh prinsip itu.
"Sampai jam berapa sih acara,gue udah ingin cabut aja "
"Boleh pulang kali Lea, bukannya sudah acara bebas berarti terserah kita dong "
Tampa Lea dan rekannya sadari seseorang dengan sengaja menabrakkan diri dan menumpahkan makanan yang berkuah pada dress Lea sehingga membuat Lea terkejut.
"Ups,maaf ga sengaja"
Lea hanya melihat dressnya yang kini bernoda karena kuah dari makanan yang tumpah.
"Hati-hati mba..disini banyak orang lalu lalang"
Rekan Lea mengingatkan dengan nada santai tidak menyalakan sebab bisa jadi memang tidak sengaja pikirnya,Lea sendiri hanya sibuk membersihkan dressnya tanpa berkata sepatah katapun.
"Kenapa mbaknya jadi nyolot sih !!"
__ADS_1
Dengan nada keras tanpa mempedulikan saat ini dirinya berada dimana, seakan-akan dirinya yang benar.