
Ini tidak mudah bagi Deandra semalam dia hampir tidak bisa tidur nyenyak terus teringat saat-saat Lea baru menghirup udara pertama kali ke dunia,bayi merah itu harus kehilangan sosok ibu yang menyayanginya dalam dekapan hangat tangannya.
"Kamu harus kuat demi anak-anak mu putra ku"
Kata itu sangat terngiang ditelinga Deandra yang sempat terpuruk karena kehilangan belahan jiwanya.
"Bagaimana dengan putri ku Romo..?"
"Tidak usah kau pikirkan ada aku yang akan menjaganya"
"Dia butuhkan kasih sayang seorang ibu Romo "
Kau lupa ada istrinya Hardi yang akan menjaganya..aku sudah memintanya menjaga dan mengurus keperluan putri mu "
"Dia juga punya putra yang perlu di perhatikan dan butuh sosok yang menjaganya "
"Putra Hardi sama hampir sama usianya dengan kedua putra mu nak,sudah jangan pikirkan itu sudah jadi urusan ku "
Deandra hanya bisa melihat diam tanpa membantah apalagi yang terpikir saat ini adalah bayi mungil yang masih dalam perawatan intensif dalam ruangan khusus.
Disisi lain istri Deandra dalam masa kritis yang memerlukan perhatian dirinya belum lagi kedua putra dan perusahaan yang di pimpinannya.
Deandra sadar dari lamunannya dan menatap luar jendela terlihat embun pagi di atas dedaunan yang kebetulan terlihat dibalik jendela kamarnya.
"Mudah-mudahan kamu bahagia nak.. dengan lelaki terbaik yang selama ini sudah ku persiapan "
Ucap Deandra berbicara seorang diri dengan terlihat keluar jendela seperti menyapa masa depan putrinya.
"Untuk kamu yang sudah ku persiapkan jangan pernah berubah sedikitpun karena aku percaya kanu yang terbaik untuk putri ku "
Deandra kembali berucap seorang diri untuk menyakinkan dirinya kalau dirinya tidak salah memilih Sigit untuk suami putrinya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Kediaman Deandra di penuhi tamu undangan yang telah hadir di acara sakral lebih tepatnya acara pengajian dan siraman khusus untuk Lea sesuai tradisi yang di pegang teguh oleh keluarga besar Romo.
Dalam acara ini Romo mengundang kerabat dekat dari pihak Romo dan almarhum istri Deandra yang berdomisili dari luar daerah.
Titi mewakili keluarga besar Deandra mengundang ibu-ibu pengajian dan anak-anak yatim untuk mengikuti acara pengajian yang beberapa saat lagi akan berlangsung.
__ADS_1
"Wih..aura penganten makin cantik aja nih "
Goda Mawar yang ikut hadir dalam momen sakral Lea yang saat ini makin terlihat cantik padahal hanya perawatan biasa saja memanggil pihak salon untuk melakukan perawatan tubuh Lea.
"Namanya juga mau jadi penganten ya.. harus cantik, ya kan aunty "
Ujar Kinan yang ikut menambahkan, memang Lea terlihat berbeda dari biasanya apalagi sudah hampir dua minggu Lea tidak keluar rumah sama sekali.
"Gimana calon suami leo kita-kita yang melihat saja di buat kagum dengan penampilan loe..Lea "
"Pastinya makin cinta..ya kan Lea "
Acara menggoda Lea harus berakhir karena Titi meminta Lea bergabung untuk acara pengajian.
Lea duduk diapit oleh Romo dan Deandra selaku papinya tidak lupa juga kedua kakak lelakinya bersama pasangannya menambah sakralnya acara pengajian.
Acara pengajian berlangsung hikmat dan disambung dengan acara permintaan permohonan resto oleh Lea kepada dua orang lelaki yang sangat Lea hormati dan sayangi.
"Pi..aku Lea Ardistia,dari lubuk hati terdalam memohon maaf atas segala khilaf baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja selama ini..Lea belum bisa menjadi putri papi yang dapat membanggakan papi dan belum dapat memenuhi keinginan papi,hanya ucapan terimakasih sudah memberikan kehidupan kedua, memberikan pendidikan terbaik dan membesarkan Lea dengan penuh kasih sayang..Lea sayang papi "
Tanpa disadari air mata Deandra dan Romo menetes,rasa haru kini menyelimuti ruangan.
Deandra langsung memeluk Lea karena tidak tahan akan rasa haru yang semakin dalam dia rasakan.
"Papi maafkan segala kesalahan mu nak, papi merasa bangga di percayakan Allah menerima amanat untuk menerima kehadiran mu, merawat dan membesarkan serta memberikan pendidikan semampu papi nak..kau putri kebanggaan keluarga ini tidak ada kata yang pantas untuk aku berikan pada mu..nak selain terimakasih sudah hadir dalam hidup papi dan keluarga karena hari-hari selalu indah dengan kehadiran mu nak..papi sayang Lea Ardistia "
Hampir semua yang hadir ikut menangis karena momen sakral ini Rana terkecuali ibu-ibu pengajian pun ikut dalam keharuan ini.
"Romo..,Romo bukan hanya sekedar kakek bagi Lea tapi juga seperti papi, terimakasih yang terhingga karena Romo Lea bisa merasakan kasih sayang yang utuh,mohon maaf atas segala sikap Lea selama ini dan Romo salah satu inspirasi bagi Lea..,Romo Lea sayang sama Romo "
Kini Romo yang mendapat peluk cium dari Lea,wajah yang selalu menampakkan ketegasan itu terlihat sedih karena rasa haru atas ucapan Lea beberapa saat lalu.
"Kenapa cah ayu harus meminta maaf,bagi Romo cah ayu segalanya dan kata maaf tanpa cah ayu minta Romo sudah memanfaatkannya, kamu kebagian dan kebanggaan kami..Romo juga sayang cah ayu"
Kini Lea meminta restu kepada kedua kakak lelakinya yang terlihat menahan rasa haru.
"Mas Abi,maafkan Lea yang selalu suka merepotkan mas.. dengan segala tingkah laku Lea yang tidak pantas dilakukan,hanya kata terimakasih yang Lea ucapkan pada mas karena kasih sayang mas tidak pernah berubah walaupun Lea sering berbuat onar..mas maafkan Lea dan Lea sayang sama mas "
"Mengapa harus meminta maaf,Ade adik mas wajar seorang mas akan melindungi adiknya.. sampai kapanpun mas akan jaga Lea,jangan pernah bilang terimakasih karena mas belum melakukan yang terbaik untuk mu dek..mas sayang Ade sampai kapanpun mas akan selalu ada untuk mu dek "
__ADS_1
Abimana memeluk dan menguap punggung Lea dengan sesekali menghapus air matanya yang tanpa sadar jatuh.
"Anak nakal..sudah ga usah ngomong biar mas yang ngomong,maafkan mas yang selalu menggoda mu tapi semua itu bukan untuk membuat mu sakit hati tapi itu cara mas untuk lebih dekat dengan mu dek..mas sayang kamu dek.. terimakasih sudah hadir diantara kita yang membuat hari-hari kita semua berwarna..mas akan selalu menganggap mu adik kecil selamanya.. tetap jadi kamu sendiri dimana pun berada..mas akan selalu ada untuk mu kapanpun..love you"
Arya memeluk erat Lea seakan tidak ingin melepaskan tubuh Lea dari pelukannya,seakan berat melepaskan Lea untuk memasuki gerbang baru untuk Lea.
"Mas..Lea sayang mas "
Lea tidak kalah dengan Arya yang sesekali Isak tangisnya terdengar sangat jelas bahkan pelukan Arya tidak ingin dia lepaskan.
Begitu juga dengan Titi dan Kinan yang sudah menganggap Lea seperti adik perempuannya keduanya menangis haru seakan-akan Lea kan meninggalkan mereka.
"Jangan sungkan untuk bercerita tentang apapun dek..kami berdua sudah bukan kakak ipar tapi kakak buat mu "
Ucap Kinan dengan menggenggam tangan Lea erat berbeda dengan Titi yang cenderung sedikit bicara dia lebih banyak menangis dari pada berkata-kata.
"Lea sayang sama mba Titi dan mba Kinan..Lea akan selalu merindukan mba berdua,jangan bosan karena selalu direpotkan Lea "
Dalam tangisnya Lea masih bisa menunjukkan senyumnya walaupun sekilas, begitu juga dengan Titi dan Kinan membalas dan kembali berpelukan.
Awal babak baru akan Lea masuki dengan diawali permintaan maaf yang tulus kepada orang tua dan keluarga besarnya termasuk kepada keponakan-keponakannya yang sudah bisa mengerti akan ucapan Lea mereka pun menangis haru.
"Aunty ga pergi jauhkan ?"
Tanya polos Alleia pada Lea yang tidak bisa menahan tawa karena pertanyaan lucu gadis cilik yang makin cantik.
"Ga..sayang aunty akan sesekali berkunjung ke tempat kita "
Jawab Kinan yang cukup di mengerti oleh putrinya yang terbilang dekat dengan Lea.
"Janji ya.. aunty ?"
"Ya.. aunty janji "
Mereka semua seakan-akan belum rela harus berpisah dengan Lea karena kehadiran Lea selalu memberikan warna tersendiri bagi mereka.
**Note
Mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi yang masih membaca karya saya,dalam beberapa hari kemarin tidak bisa update karya karena ada momen penting yang harus saya hadiri.
__ADS_1
Terimakasih untuk yang masih terus membaca dan salam hangat untuk keluarga,tidak lupa mohon masukannya**.