
Malam ini Lea tidak bisa tidur karena memikirkan rencana besok pagi yang akan diadakan di lokasi pemukiman penduduk yang tidak jauh dari pemukiman pemulung.
Lea tidak sendirian dia melibatkan anak-anak motor dan anak-anak montir karena disana berdiri stan untuk memperbaiki motor gratis plus ganti oli,bukan hanya itu stan sembako gratis untuk keluarga yang memiliki anak yatim dan janda.
Begitu juga untuk anak-anak sekolah akan mendapatkan alat-alat sekolah gratis beserta seragam dan masih banyak lainnya.
"Bu.."
"Cah ayu..masih gelap loh kok sudah bangun"
"Aku ga bisa tidur "
Lea merebahkan kepalanya di bahu mbok nah yang kebetulan sudah berada di dapur mempersiapkan sarapan pagi padahal masih jam setengah empat.
"Ibu juga sudah bangun "
"Ibu baru selesai shalat malam cah ayu.. teringat pesanan cah ayu ingin dibawakan bekal "
"Nanti saja Bu..temani aku duduk dulu Bu "
Mbok nah pun duduk dialah satu kursi panjang dan Lea merebahkan kepalanya di pangkuan mbok nah yang diusap dengan lembut,tidak lama Lea tertidur pulas sampai terdengar suara dengkuran halus miliknya.
"Bu..kok tidur disini "
Tanya lelaki dengan suara pelan pada mbok nah karena takut Lea terbangun mendengar suaranya.
"Cah ayu susah tidur..biasa dia pasti memikirkan acaranya takut ada yang kurang "
"Oh..boleh aku pindahkan Bu "
Lelaki itu meminta persetujuan ibunya yang langsung paham dan memintanya untuk di pindahkan kedalam kamar milik Lea.
"Ikut ibu "
Sebenarnya lelaki itu gugup begitu menyentuh tubuh Lea tapi kasihan Lea bila tidur di bangku akan menimbulkan sakit pada badannya saat bangun nanti.
"Masuklah.."
Wangi khas gadis memenuhi ruangan bisa tercium oleh hidung lelaki yang sesekali memperhatikan wajah Lea yang sedikit tertutup rambut yang panjang hitam lebat sebahu milik Lea yang kebetulan tidak diikat.
"Jangan curi-curi pandang"
Goda mbok nah pada putranya yang langsung tersenyum malu karena diingatkan oleh ibunya.
"Ibu "
Lelaki itu makin malu karena teguran dari ibunya karena baru pertama kalinya melihat Lea dari jarak yang sangat dekat bahkan sangat intim.
"Cantikan ?"
"Iya, cantik"
Jawabnya dengan malu tapi terlihat suka dengan apa yang baru saja dilihatnya.
"Ibu mau ngapain masih malam Bu "
Tanya putranya selepas mengantarkan Lea ke kamarnya, melihat ibunya bukan masuk ke kamar tapi ke dalam dapur.
"Mau bikin bekal untuk cah ayu untuk besok"
"Lah..kamu mau ngapain?"
"Ambil minum Bu"
"Sudah sholat malam"
"Baru aja selesai,terus berniat ambil minum,Bu mau saya bantu"
"Boleh "
Dering suara alam membangunkan Lea yang terkejut merasa dirinya tertidur dipangkuan mbok nah bukan di kamar miliknya.
"Ga, mungkin ibu yang memindahkan aku, lalu siapa ?"
Lea tidak mau memikirkan siapa yang memindahkan dirinya tapi memilih bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan sholat lalu bersiap menuju tempat yang telah dijanjikan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang membutuhkan.
"Pi..pak Komar mana ?"
"Pak Komar sudah dua hari ijin nak, keluarganya ada yang hajatan "
"Aduh.. padahal aku perlu tenaganya "
"Sudah kamu bersikap saja,mau pakai mobil yang nama..biar jadi urusan papi "
"Benar ya..Pi "
"Iya.. cantik "
__ADS_1
Benar saja begitu Lea menuju garasi mobil sudah ada sopir yang menunggu, seperti sebelumnya Lea tidak begitu memperhatikan siapa sopir menggantikan pak Komar.
"Maaf mba,kita kemana?"
Tanya lelaki yang menggantikan pak Komar, sedangkan Lea sibuk dengan ponselnya untuk membalas chat dari beberapa temannya yang ikut dilibatkan dalam acara yang Lea buat.
"Kita ke jalan utama saja dulu mas,nanti dari sana saya akan beritahukan lagi "
"Baik mba "
"Maaf mba,ada titipan dari ibu untuk mba "
"Ibu ?"
"Ehm..maaf maksud saya mbok nah "
Dengan gugup lelaki itu menjelaskan dan memberikan satu tas yang lelaki itu tidak tahu apa isinya.
"Oh..ya, terimakasih sudah menyusahkan mas"
"Sama-sama,tidak mba malah saya suka direpotkan "
Ucapan lelaki itu membuat Lea penasaran dan sedikit mengganggu konsentrasinya tapi sayang rasa penasaran itu tidak berlangsung lama karena suara ponsel milik Lea kembali terdengar ada panggilan masuk dari seseorang.
"Ok..siap gue tunggu, thanks sudah bersedia membantu untuk kesuksesan acara ini "
Ucap Lea dan mengakhiri sambungan telepon karena akan membalas beberapa chat dari beberapa temannya.
"Mba..kearah mana ?"
"Mas lurus nanti tiga kali lampu merah belok kanan,tidak jauh dari mas belok ada lapangan luas di situ lokasinya "
"Ok..mba"
Tak perlu Lea menjelaskan untuk yang kedua kali, lelaki itu langsung paham akan arahan Lea.
"Maaf saya telat Ris.."
Risma lebih dulu menyambut kedatangan Lea dengan menunjukkan senyumnya nampak gigi rapinya.
"Ga,kok ini masih terlalu pagi kok "
"Gimana dengan persiapan?"
"Beres.."
"Ga,Lea..saya sangat senang sekali jujur ini keinginan saya tapi apa daya tangan tak mampu"
"Ini semua keinginan bersama, mudah-mudahan akan ada yang lebih besar dari ini "
"Amin..yuk kita gabung bareng yang lain"
"Mas.. kalau ingin gabung bersama ikut aja,kita bebas kok"
Ajak Lea pada lelaki yang menurunkan beberapa dus yang sengaja di bawah Lea dari rumah, sesuai permintaan Lea.
"Iya..mba"
Acara berlangsung disambut dengan antusias oleh penduduk setempat,yang di bantu juga perangkat desa dan pemuda karang taruna setempat.
Setiap stan di penuhi pengunjung, beruntung Risma membagikan kupon pada penduduk setempat sesuai apa yang mereka butuhkan jadi tidak ada pembagian yang tidak adil.
"Maaf mba,nasi kotak untuk anak-anak karang taruna sepertinya kurang"
Risma sebagai penanggungjawab merasa kebingungan karena tanpa diduga ada tambahan personil dari anak-anak karang taruna yang ikut membantu.
"Aduh.. gimana ya ?"
"Ada yang bisa saya bantu mba ?"
Tanya seorang lelaki yang Risma tahu dia adalah orang yang bersama Lea saat datang pagi tadi,dan Risma berpikir tidak salah bila meminta tolong kepada lelaki itu.
"Ehm..tahu dimana Lea ?"
"Mba Lea,saya ga tahu coba hubungi saja ponselnya "
"Ga, aktif "
"Memang ada yang bisa saya bantu?"
"Ini mas,kami kekurangan nasi kotak karena ada tambahan personil dari anak karang taruna"
"Oh..hanya itu,berapa yang di butuhkan"
"Hampir 40 kotak"
"Apa tidak kurang..soal menu bebaskan ga harus sama seperti yang sudah di pesan ?"
__ADS_1
Tanya lelaki itu pada Risma dengan tangannya aktif menekan tombol ponselnya seperti terhubung dengan seseorang.
"Sepertinya cukup,bebas aja mas ga harus sama juga "
"Ok..saya lebihkan ga masalahkan ?"
"Ga..masalah mas,malah lebih baik kali aja ada yang mau nambah "
Ujar lelaki yang menjelaskan pada Risma. di awal dengan tersenyum malu karena ucapannya.
"Baiklah,sudah saya pesan tunggu aja pesanan terkirim beberapa saat lagi "
"Terimakasih loh,mas sudah merepotkan "
"Ga,saya senang kok bisa membantu "
Sampai juga pada akhir acara semua panitia yang beristirahat untuk menikmati makanan yang sudah di sediakan baik nasi kotak, kue-kue, buah segar dan minuman baik dingin maupun panas.
"Busyet, gue baru sekali ini membantu tapi bikin seneng"
"Ya,benar..sudah kenyang dapat angpao ditambah bingkisan lagi "
"Ini mah rejeki nomplok bro"
Ucapan dengan mulut penuh dengan makanan, beruntung tidak menyembur keluar.
"Lea,maaf tadi saya minta tambahan nasi kotak tanpa bilang langsung sama kamu karena ponsel kamu ga aktif"
"Lalu minta sama siapa Ris ?"
"Lelaki yang bareng kamu "
Lea terlihat bingung yang membuat Juna dan Mawar saling memandang karena tidak mungkin seorang sopir memesan nasi kotak tanpa konfirmasi terlebih dahulu pada Lea.
"Untuk pembayaran gimana Ris ?"
"Sudah terbayar lunas ini tanda buktinya"
Lea dapat melihat dengan jelas ada stempel bertuliskan lunas dan dengan jelas siapa nama pemesan.
"Ya,sudah itu jadi urusan saya terimakasih Ris"
"Lea, serius sopir loe yang bayar ?'
"Udahlah ga enak di bahas disini"
Pinta Lea karena masih banyak orang khususnya panitia dan beberapa ank motor yang telah membantu acara ini jadi sukses.
Menjelang malam semua panitia sudah merapikan tempat acara seperti sedia kalah bersih tanpa sampah begitu juga dengan tenda-tenda dan kursi sudah diangkut.
"Saya secara pribadi mengucapkan banyak terimakasih dan banyak maaf karena sudah direpotkan"
"Sama-sama mba,kami tidak merasa direpotkan malah kami bersyukur masyarakat kami dibantu "
Ucap kepala desa dengan menyalami Lea dan semua orang yang telah dilibatkan dalam acara ini.
Sebelum berpisah Lea kembali mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sudah dengan membantu kesuksesan acara ini.
"Terimakasih untuk semua saya tidak bisa mengucapkan satu persatu, mudah-mudahan tidak kapok sebab insyaallah akan ada acara semacam ini lagi.. apakah siap membantu lagi "
"Sama-sama Lea..siap dengan sepenuh hati "
Ucap mereka berbarengan terutama The Geng motor kak Bimo yang memberikan jari jempolnya tanda siap membantu.
"Ris.. banyak terimakasih tanpa kamu saya ga akan bisa mewujudkan acara ini "
Ucap Lea setelan kepulangan Juna,Mawar dan kak Bimo beserta teman-temannya.
"Ga,Lea saya yang berterimakasih,ini acara terwujud karena berkat kamu..saya hanya membantu tidak lebih"
Keduanya saling berpelukan dan ada rasa haru pada keduanya, entah apa yang keduanya rasakan hanya keduanya yang tahu.
"Pulang bareng ya..?"
"Terimakasih..adik saya sudah jumput, tuh "
Risma menunjukan lelaki yang memainkan ponselnya dengan duduk santai di atas motor.
"Ok.. sampai ketemu lagi, hati-hati"
Di tempat acara masih tersisa anak-anak karang taruna yang masih ngobrol santai sebelum Lea meninggalkan tempat dan berpamitan dengan sopan, mereka pun membalas dengan sopan pada Lea.
"Mas kita sholat dulu sebelum pulang ke rumah"
"Baik mba "
Kini keduanya sudah dalam perjalanan pulang,rasa lelah itu terbayar dengan senyum bahagia dari orang-orang yang telah Lea bantu.
__ADS_1