
Sikap manja Lea hanya bisa di perlihatkan pada keluarga dan kini pada suaminya yang sudah lebih mengenal saat Lea kecil dulu.
Sigit lebih dulu memasuki kamar hotel untuk beristirahat karena rasa kantuknya sudah mendominasi matanya, karena kemarin dirinya hanya sempat memejamkan matanya kurang dari tiga jam saja.
"Assalamualaikum mas "
Ucap Lea pada Sigit yang sudah membukakan pintu kamar hotel untuk dirinya dan Lea beristirahat.
"Jangan lupa sholat dulu sebelum tidur "
Sigit menginginkan Lea yang akan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Lea tidak memberikan jawaban hanya jati jempolnya dia tunjukkan pada Sigit,Lea sendiri tanpa membalikkan badan tetap memasuki kamar mandi.
Sigit hanya menggelengkan kepalanya,dia sudah terlebih dahulu di beritahukan oleh ibunya kalau Lea akan bersikap manja lebih dari anak kecil bila bersama orang terdekatnya.
"Mas sudah sholat ?"
Tanya Lea yang melihat Sigit sibuk dengan ponselnya duduk di atas sofa dengan tenang.
"Sudah, istirahatlah kamu pasti lelah"
Ujar Sigit dan kembali menyibukkan diri dengan ponselnya sepertinya bukan membalas pesan tapi menyelesaikan pekerjaannya.
"Uah.. up"
Lea menguap dengan santainya dia menutup mulutnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur yang masih ada bunga mawar yang berserakan diatasnya.
"Aku tidur duluan ya..mas "
Ucap Lea dengan merentangkan tangannya seperti merenggangkan dan tanpa tunggu lama Lea sudah tertidur dengan pulas hanya terdengar dengkuran halus bila berada di dekatnya.
"Tidak ada yang berubah dari kamu cah ayu"
Sigit memperhatikan setiap detail dari wajah ayu Lea yang tertidur pulas dengan memeluk guling.
"Dalam hidup ku tidak pernah terpikirkan akan hidup bersama dengan mu cah ayu"
Sigit merapikan rambut Lea yang menutupi sebagian wajahnya nampak jelas kecantikan yang dimiliki Lea,bibir tipis merah alami,pipi sedikit chubby mulus putih sedikit kemerahan dengan alis mata terbentuk alami dan hidung mancung menambah kesempurnaan ciptaan Allah yang terlihat nyata dimata Sigit.
"Ya..Robb nikmat mana yang tidak akan aku syukuri dengan di berikan pendamping begitu cantik laksana bidadari nyata di dunia yang telah Engkau kirimkan untuk ku "
Sigit memuji kecantikan Lea dan bersyukur telah di persatukan dalam ikatan pernikahan.
Lea menggeliat merubah posisinya tanpa dia sadari,kaos yang Lea kenakan bergambar beruang besar nampak jelas membuat Sigit tersenyum.
"Selamat tidur sayang,mimpi yang indah"
Sigit mencium kening Lea dengan lembut dan mengusap lembut kepala Lea membuat Lea menggeliat kembali.
"Aku masih ngantuk Bu..lima menit lagi ya.."
__ADS_1
Ucap Lea sepertinya Lea mengira dirinya dibangunkan oleh mbok nah, karena kebiasaannya mbok nah akan mengusap kepala Lea untuk membangunkan dirinya.
"Ini masih malam sayang..memang mau kemana lima menit lagi ?"
Goda Sigit pada Lea yang kembali menggeliat kembali merubah posisinya, sepertinya Lea tidak nyaman dalam tidur.
"Aku masih mengantuk Bu..kaki ku sakit "
Rengek Lea memegang kakinya ditunjukkan pada orang disebelahnya yang dia pikir mbok nah dengan mata yang masih tertutup.
Ini salah satu kebiasaan Lea bila terlalu capek dia akan berbicara dengan mata tertutup bila ada yang membanggakan dirinya.
Sigit memijat dengan pelan yang membuat Lea kembali tertidur pulas dengan suara dengkuran halus terdengar oleh Sigit.
"Kasihan istri ku,kamu terlalu capek ya.. tidurlah yang nyenyak akan ku pijat kaki mu "
Tidak lama Sigit pun merasakan rasa kantuk yang sama dengan Lea tanpa menunggu lama Sigit merebahkan tubuhnya di samping Lea yang sudah tertidur pulas.
Belum juga Sigit memejamkan matanya Lea kembali berulah dengan menguasai kasur yang keduanya tempati.
"Cah..ayu aku tahu kamu terbiasa tidur sendiri tapi mulai malam ini kamu harus terbiasa berbagi ya.. sayang "
Sigit memeluk Lea berharap tubuh Lea tidak banyak bergerak membuat Sigit hampir saja jatuh kebawah.
Dan benar saja Lea kini tidak lagi banyak bergerak dia terlihat semakin pulas dalam dekapan Sigit,mungkin rasa hangat yang Lea rasakan.
Waktu subuh masih satu jam lagi tapi Sigit sudah terbangun dari tidurnya, karena sudah jadi kebiasaan baginya untuk sholat sunah.
Sigit mendaratkan ciuman di pipi Lea sampai menimbulkan suara, sebelum dirinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu.
Lea hanya menggeliat dalam tidurnya setelah mendapatkan ciuman dari Sigit, senyum yang Sigit tampakkan melihat Lea menggeliat.
"Kamu memang sangat aktif bahkan dalam tidur mu tetap tidak mau diam "
Ucap Sigit yang melangkah kakinya menuju kamar mandi hotel yang malam ini kedua menginap.
Sigit sholat dengan khusyuk sampai terdengar adzan dari masjid yang letaknya tidak jauh dari hotel.
"Sayang bangun,sudah subuh..ayo kita sholat berjamaah"
"Ehm.. tunggu lima menit Bu akan akan bangun "
"Sebegitu berartinya ibu di mata mu sayang, sampai tidak membedakan suara ku dengan ibu "
Dengan tersenyum Sigit memperhatikan Lea yang masih tertidur menjawab saat Sigit membangunkannya.
Sigit mengerti mungkin Lea terlalu capek,dia memilih sholat lebih dulu tidak menunggu Lea bangun.
"Sayang ayo bangun nanti waktu subuh akan habis "
Sigit kembali membangunkan Lea untuk kedua kalinya dan kali ini dengan mencium hidung Lea berulang kali yang membuat Lea terbangun.
__ADS_1
"Ehm..geli "
Betapa terkejutnya Lea begitu membuka mata ,bapak sosok lelaki dihadapannya yang tersenyum manis menyapa paginya.
"Ehm.."
Lea menarik selimutnya untuk menutupi hampir seluruh mukanya karena malu ditatap oleh Sigit pagi ini yang dia pikir mbok nah, wanita yang selalu membanggakan paginya bila sudah terlewat lebih dari jam lima pagi.
"Kenapa sembunyi di balik selimut ehm.."
Tanya Sigit yang masih ditempat yang sama dengan terkekeh geli memperhatikan tingkah Lea pagi pertama mereka berdua.
"Mas,sana aku malu "
"Malu..kenapa malu,kamu tidak telanjang kok"
Sigit makin menggoda Lea dengan suara lembutnya dan menguap Lea di balik selimut bersembunyi.
"Ih.. pokoknya sana "
"Ceritanya ngusir aku nih..ya,sudah aku pergi "
"Ga,gitu maksudnya"
Lea keluar dari persembunyiannya dengan membuka selimut nampak Lea dengan rambut acak-acakan yang membuat Sigit gemas dibuatnya.
"Ayo cepat sholat nanti kebagian sholat Dhuha bukan sholat subuh"
Sigit mengulurkan tangannya membantu Lea untuk bangun dari tempat tidurnya, dengan malu Lea bangun dan tertunduk turun dari tempat tidur.
"Benar kata ibu..diluar nampak garang tapi begitu di rumah apa lagi didalam kamar begitu manis bahkan sangat manja "
"Aku harus berhati-hati dalam memperlakukannya karena begitu rapuh dan sensitif dirinya bila didalam rumah "
Ucap Sigit begitu Lea masuk kedalam kamar mandi, terdengar suara air yang dari dalam kamar mandi.
Hanya keheningan suasana dalam kamar,Lea yang langsung sholat subuh sedangkan Sigit kembali memeriksa pekerjaannya lewat ponsel miliknya.
"Kita jalan pagi yuk "
Ajak Sigit begitu melihat Lea sudah merapikan mukenah miliknya dan terlihat segar lepas membersihkan diri.
"Ehm..mau kemana kita ?"
"Jalan aja, mumpung masih pagi "
"Ayo..tapi jalan kaki aja ya mas "
"Ok..aku lebih suka seperti itu "
Pagi pertama bagi keduanya, mungkin sangat berbeda dengan pasangan baru lainnya tapi inilah cara Sigit untuk bisa dekat terlebih dahulu dengan Lea berharap Lea lebih nyaman terlebih dahulu.
__ADS_1