My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)

My Princess (Bukan Cinta Di Atas Kertas)
Kunjungan Romo


__ADS_3

Menjelang sore lea sampai di istana Deandra dengan terlihat malas karena film yang di lihatnya tidak ekspetasi dirinya.


"Aunty.."


Keponakan kecil itu berlari menghampiri Lea yang terlihat tidak bersemangat, dengan tersenyum yang dipaksakan membalas keramahan Biantara yang sudah menyambut kedatangannya.


"Ya..sayang"


Biantara merentangkan tangannya seperti ingin memeluk Lea,tidak ingin melihat Biantara kecewa Lea pun memberikan pelukan pada Biantara.


"Aunty di cari Romo "


Ucap Biantara dengan polosnya dan tersenyum seperti biasanya membuat hilang semua rasa lelah Lea.


"Ih..pintarnya keponakan aunty"


Lea mencium gemas pipi Biantara yang gembul dan memerah karena Lea menciumnya berulangkali.


"Aunty..bau asem"


Ucap Biantara yang membuat Lea mencium aroma tubuhnya sendiri.


"Em..ga kok,yang asem itu Ade"


Lea kembali mencium dan menggelitik tubuh Biantara yang berisi, karena merasa geli Biantara terkekeh dan menggeliat.


"Aunty geli.."


Pintanya dengan tertawa tanpa henti membuat Deandra menghampiri putri dan cucunya.


"Sudah kasihan keponakan mu,lekas mandi di tunggu Romo"


Deandra mengusap lembut kepala Lea yang langsung mencium tangan Deandra penuh kasih.


"Siap komandan, laksana..ayo jagoan kecil kita masuk"


Lea dan Biantara berlari kecil memasuki rumah dengan tertawa bersama.


Didalam kamar Lea bukan segera mandi tapi memandang taman samping yang dapat di lihat dari atas balkon kamarnya.


Dia teringat akan ucapan Mawar dan Juna perihal lelaki muda yang mereka berdua lihat.


"Memang ada art baru ?"


Ucap Lea seorang diri yang terlihat bingung sekaligus penasaran.


"Ah..bodoh amat itukan urusan mbak Titi, kenapa juga aku jadi kepo"


Lea menertawakan dirinya sendiri sepertinya dirinya sudah termakan omongan Mawar dan Juna yang suka penasaran dengan urusan orang lain.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Wangi bener"


Ucap Romo yang mendapat ciuman dari Lea yang langsung mendekapnya dari belakang.


"Kangen"


Dengan manja Lea memeluk erat Romo dari belakang yang tidak ingin melepaskan tubuh lelaki tua yang masih terlihat gagah dan tampan diusianya yang tidak muda lagi.


"Bukankah disini ada papi dan mas mu,masa Romo masih dikangenin juga"

__ADS_1


Romo mencium kening Lea yang sudah memeluk Romo dari depan tubuhnya.


"Beda Romo"


Protes dengan bibir mengerucut seperti tidak terima dengan perlakuan Romo.


"Makin ayu kamu..donk"


Puji Romo yang mengusap lembut wajah Lea yang terlihat manja pada Romo.


"Lihat keponakan mu cah ayu,apa tidak malu masih manja pada Romo?"


Goda Romo pada Lea yang tidak peduli dengan keadaan sekitar.


"Romo aku"


Dengan manja Lea memeluk Romo membuat Deandra dan kedua kakak lelakinya tersenyum.


"Jenderal kancil kok,manja "


Ucap polos Biantara dengan polosnya membuat semua mata tertuju pada Lea yang hanya bisa tersenyum pasrah.


"Ada yang ingin berkenalan dengan mu cah ayu,mau ?"


Ucap Romo yang mengejutkan Lea sebab tidak seperti biasanya Romo bertanya padanya dan siapa yang mau berkenalan dengan dirinya.


"Romo jangan aneh-aneh,aku lagi fokus sidang yang harus molor karena haru ke Jerman"


Lea mengangkat kedua tangannya seperti orang yang menyerahkan diri.


"Ga, serius itu juga cah ayu "


Kini Deandra yang ikut bicara, berharap Lea mau menerima perkenalan dengan seseorang yang berasal dari keluarga baik-baik.


"Cucu dari teman Romo yang lama tinggal di Eropa "


Romo menjelaskan secara garis besarnya saja yang dia tahu keluarga mereka baik dimata Romo.


"Sebenarnya aku kangen sama Romo bukan untuk hal yang ini..bisa ga nanti saja Romo "


Rengek Lea yang masih enggan untuk memperkenalkan dirinya kepada siapapun untuk urusan pendekatan secara personal.


"Hanya perkenalkan biasa saja cah ayu,ga harus kamu bagaimana-bagaimana.. cukup datang temui dan perkenalkan siapa dirimu"


Dengan gamblang Romo menjelaskan yang harus Lea lakukan tapi berbeda dengan Lea yang seakan malas untuk melakukan hal itu.


"Ya..ok,aku mau bermanja-manja dulu untuk soal itu gimana nanti deh"


Lea bersandar di bahu Romo dengan diam tanpa bicara satu katapun.


"Romo sendiri tanya Lea ?"


Setelah beberapa saat diam hanya memperhatikan tontonan di televisi yang menayangkan film kartun kesukaan kedua jagoan penerus Deandra.


"Seperti biasa bersama pak Damar juga.."


Belum sempat Romo menjelaskan kalau dirinya tidak hanya berdua dengan pak Damar saja tapi terpotong dengan teriakan Ganendra yang terjepit pintu kamarnya.


"Ya..Robb,jangan nangis "


Teriak Titi dengan tangan gemetar karena darah banyak keluar dari jari yang terjepit pintu.

__ADS_1


"Kok bisa sih nak"


Abimana yang langsung menggendong putranya untuk di bawah ke rumah sakit karena Titi terlihat khawatir.


Seluruh keluarga di bikin panik dengan kejadian yang menimpa Ganendra.


"Biar saya yang bawah mobil tuan muda"


Ujar lelaki muda yang cukup familiar dengan keluarga Deandra tapi tidak dengan Lea hanya mendekap Erlangga yang merasa iba dengan adiknya yang terus menangis menahan sakit.


"Tangan Ade ga kenapa-napa kan aunty?"


Dengan suara pelan Erlangga bertanya pada Lea yang cukup paham ada kekhawatiran yang Erlangga tunjukkan.


"Insyaallah..Ade ga kenapa-napa,kita doakan saja dari sini"


Lea menyakinkan Erlangga dengan merangkul bahu dan mengusap lembut kepala Erlangga.


"Mas Ganendra ga putuskan tangannya?"


Ucap polos Biantara yang terlihat terisak karena mengkhawatirkan Ganendra yang sejak sore di kamar merakit robot yang baru saja dibelikan Abimana karena mendapat juara matematika.


"Ga,sayang mas akan baik-baik saja"


Kinan menenangkan Biantara, hubungan persaudaraan mereka sangat dekat walaupun terpaut usia yang tidak dekat.


"Benarkah mami"


Biantara kembali bertanya seperti ingin memastikan keadaan Ganendra baik-baik saja harapnya.


"Ya,kita tunggu saja mas Ganendra tidak akan lama akan pulang"


Kinan masih menyakinkan Biantara yang melihat ke arah luar rumah berharap Ganendra lekas pulang seperti yang maminya jelaskan padanya.


"Cucu buyut Romo sepertinya mengkhawatirkan masnya ?"


Ucap Romo yang menghampiri Biantara dan mengusap lembut kepalanya.


"Tunggu saja mas ga akan lama pulang"


Ucap Romo lagi dengan memberikan senyuman membuat Biantara sedikit tenang.


Malam ini seharusnya mereka saling bertukar cerita,tapi sayang saat kecemasan yang dirasakan oleh keluarga Bersama Romo.


"Eyang aku ingin ke tempat Ade"


Pinta Erlangga yang merasa gelisah mengingat Ganendra yang terus menangis saat dibawa ke rumah sakit.


"Sabar nak ya.. tidak lama Ade akan pulang"


Erlangga menaikan Erlangga dalam pangkuannya berharap lebih tenang tidak memikirkan adiknya.


"Aku bersyukur cucu dan cucu buyut ku saling menyayangi"


Romo terlihat tersenyum bahagia melihat keluarganya saling menyayangi dan satu sama lain saling mengkhawatirkan keadaan dan keselamatan.


"Ya..Romo Alhamdulillah mereka cukup dekat dan saling menyayangi"


Ujar Deandra yang cukup dekat dengan cucunya walaupun dengan kesibukannya sebagai orang yang cukup memiliki nama besar.


Deandra yang terlahir tanpa memiliki seorang saudara merasa bersyukur memiliki tiga anak dan cucu yang bukan hanya tumbuh sehat,pandai serta memiliki paras yang cukup membuat banyak orang terkagum-kagum.

__ADS_1


Begitupun dengan hubungan mereka sangat dekat walaupun terpaut usia tapi tidak menghalangi kedekatan mereka yang saling menyayangi dan peduli satu dengan yang lainnya.


__ADS_2