
Sesuai janji Romo mengajak serta seluruh anggota keluarganya untuk makan malam bersama sekaligus memperkenalkan keluarga besarnya kepada teman lamanya yang telah lama tinggal di Eropa.
Adiwangsa menyambut kehadiran teman lamanya yang sudah datang lebih awal disalah satu restoran yang berada di hotel X yang tidak pernah sepi pengunjung.
"Maaf kami datang terlambat"
Adiwangsa (Romo) memeluk temannya yang telah lama tidak berjumpa.
"Kami yang terlalu cepat datang memenuhi undangan karena kami tidak sabar untuk bersua, apakah masih sehebat dulu atau sudah lemah seperti kakek-kakek yang lain"
Goda lelaki yang seumuran dengan Romo tapi terlihat masih bersemangat dengan tertawa.
"Aku belum setua itu,kamu bisa lihat sendiri"
Romo memperlihatkan tubuhnya yang masih dalam keadaan segar bugar dengan bangga.
"Perkenalan ini anak ku Deandra beserta keluarganya"
Deandra menjabat tangan lelaki yang menjadi teman Romo dengan penuh hormat, dengan tersenyum ramah dan memperkenalkan satu persatu keluarganya.
"Panggil Eyang Bisma seperti cucu-cucu ku"
Pinta lelaki itu pada anggota keluarga Deandra yang menyambut dengan baik dirinya dan keluarga.
"Maaf aku tidak membawa serta semua keluarga ku,hanya bersama putra kedua ku dan putranya"
Lelaki itu menunjukkan lelaki yang sedikit muda usianya dengan Deandra dan putranya yang usianya hampir sama dengan Arya.
"Tidak salah dia cucu mu !?"
Tanya Romo yang tidak percaya dengan lelaki muda yang bisa dilihat usianya tidak terpaut jauh dengan ayahnya.
"Kamu lupa aku menikah muda dan putra ku juga sama menikah muda ya..ini putranya"
Romo masih terlihat bingung sebab ayah dan anak terlihat seperti kakak adik.
"Lingga,senang bisa berkenalan dengan keluarga besar Romo "
Ungkapnya dengan tersenyum sopan begitu juga dengan lelaki yang di akui sebagai putra Lingga tidak lupa diperkenalkan.
"Satria"
Ucapnya singkat hanya tersenyum tipis tanpa banyak cakap lagi.
Obrolan mereka berlanjut dengan makan malam bersama yang sebenarnya lebih banyak mendengarkan kedua lelaki tua yang bercerita masa lalunya yang mereka tidak paham hanya sesekali ikut tertawa saja.
"Mumpung di sini mampirlah ke rumah putra ku"
Pinta Romo pada Bisma yang menikmati menu khas dengan nikmat yang pastinya tidak di jumpai di benua Eropa.
"Ya,aku usahakan.. sebenarnya yang lebih ingin tahu kota ini cucu ku "
Bisma menunjuk cucunya yang terlihat tenang tanpa merespon ucapan Bisma.
"Oh..ya,bisa di temani Lea kalau mau kapan lagi mumpung disini untuk jalan-jalan "
Pinta Romo pada Lea tanpa meminta persetujuan Lea yang terlihat tidak suka dengan permintaan Romo.
Keluarga besar kedua lelaki tua itu berpisah setelah cukup banyak berbagi cerita untuk melepaskan rindu.
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Tidak terpikirkan oleh Lea ucapan Romo waktu makan malam itu hanya isapan jempol semata tapi tidak dengan lelaki yang bernama Satria yang ikut serta berkunjung dengan Eyangnya di kediaman Deandra.
Yang meminta Lea berkeliling kota ingin mengetahui seindah apa kota yang dia kunjunginya.
Dan mereka saat ini berada di salah satu restoran untuk makan malam selepas berkeliling kota hanya sekedar ingin tahu itu yang Satria pinta.
"Saya tidak menyangka ternyata kamu anaknya asyik"
Lea hanya senyuman tipis saja tidak banyak bicara sejak mereka berpamitan untuk jalan keluar,hanya sebatas menjawab bila ditanya.
"Biasa aja kak"
Balas Lea yang sebenarnya malas sebab mata lelaki yang bernama Satria ini sering kali terlihat mesum begitu juga dengan tangannya yang suka sekali menyentuh tubuh tanpa seijin Lea, seperti merangkul,ingin mengandeng tangan hal ini Lea tidak suka apalagi baru di kenalnya.
"Kamu punya pacar?"
Satria semakin lancang menurut Lea yang sudah berani bertanya yang sifatnya privasi yang tidak Lea suka.
"Maaf untuk yang satu itu cukup saya yang tahu ya. .kak"
Jawab Lea dengan malas semakin menunjukkan tidak suka pada lelaki yang duduk didepannya dengan tersenyum seperti menggoda.
"Apa kau tidak tertarik dengan ketampanan saya ?"
Dengan percaya dirinya Satria menunjukkan pesonanya berharap Lea menyukainya.
"Maaf kak,saya menghormati anda karena hubungan baik Romo dengan Eyang anda jadi bersikaplah sopan "
Lea dengan tegas menjelaskan ada batasan dirinya dengan Satria yang harus dijaga,Lea tidak ingin bertindak di luar batas kepada Satria karena hubungan pertemanan orang tua yang harus di hormati.
Semakin lancang saja Satria yang langsung dengan gamblang menjelaskan keinginannya tanpa malu yang membuat Lea semakin ingin menarik diri bahkan bersiap diri jika Satria bertindak di luar batas wajar.
"Saya menyukai kamu sejak perkenalan makan malam itu"
Ucap Satria yang tanpa basa-basi langsung memegang tangan Lea, membuat Lea refleks menepisnya dengan tenaga full sebagai bentuk penolakan.
"Jangan macam-macam kak..mohon jaga batasan !"
Dengan suara tegasnya dan sedikit menunjukkan muka kesal pada saat Satria.
"Jangan jual mahal saya tahu kamu juga menyukai saya "
Dengan percaya dirinya Satria mengklaim Lea menyukainya dari sudut mana pikir Lea yang semakin kesal.
"Hey..mau kemana kamu !"
Tanya Satria yang melihat Lea sudah melangkah meninggalkan dirinya yang masih menikmati menu makanannya.
Tidak lama Satria sudah ada di dekat Lea yang masih berdiri di dekat mobil milik keluarganya yang kebetulan dirinya yang membawanya.
Tanpa meminta persetujuan Satria mobil yang Lea kendarai memilih jalan pulang.
"Kita mau kemana lagi ?"
Satria seperti mencari tahu dan memulai membuka obrolan yang dia pikir Lea baik-baik saja.
"Pulang "
__ADS_1
Jawab Lea singkat dengan malas tanpa melihat lawan bicaranya.
"Kok pulang sih,belum juga tengah malam..kita masih bisa bersenang-senang seperti ke klub"
Tutur Satria panjang kali lebar membuat Lea sakit telinga karena ocehan Satria yang tidak berfaedah.
Lea hanya tersenyum simpul dengan melirik Satria sekilas,bisa diartikan kalau Satria lelaki yang hidup bebas keluar malam dan bisa dimaklumi dia hidup di luar negeri bisa jadi sudah jadi hal yang biasa keluar malam untuk mendatangi klub.
Mobil yang di kendarai Lea sudah terparkir di garasi rumahnya begitu juga Satria yang sudah berdiri di luar mobil.
"Terimakasih untuk waktunya,lain waktu bisa temani saya lagi ke tempat yang lebih asyik lagi "
Ucap Satria yang berjalan bersama menuju pintu utama kediaman Lea tapi hal tidak terduga terjadi.
'Cup'
Satria dengan lancang mencium pipi Lea tanpa permisi dan berniat memeluk Lea.
Lea tidak terima dengan perlakuan Satria memberikan tendangan bebas kearah pusat inti lelaki itu tanpa ampun dan Satria berjongkok menahan sakit miliknya.
"Itu pantas untuk anda terima,saya harap ini pertemuan terakhir dengan anda"
Pada akhirnya Lea lebih memilih bersikap formal pada lelaki didepannya yang masih menahan sakit dan meninggalkannya.
"Mana satria ?"
Tanya Romo yang melihat Lea masuk seorang diri, begitu juga dengan Eyang yang terlihat masih berada di kediaman keluarga besar Deandra.
"Di belakang Romo"
Masih dengan sopan Lea menjawab dan bisa di mengerti oleh Romo dan Eyang.
"Lela pamit Romo bersih-bersih dulu gerah"
Pamit Lea dengan sopan tanpa menunjukkan muka kesalnya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Gimana jalan-jalan?"
Goda Arya pada Lea yang terlihat kesal yang langsung menghampiri Kinan dan Titi yang langsung dipeluknya.
"Mbak.."
Lea terisak membuat kedua kakak iparnya melepas pelukan Lea untuk mencari tahu.
"Ada apa dek ?"
"Lelaki itu sudah melecehkan Lea..dia berani mencium tanpa seijin Lea dan sudah Lea tendang miliknya"
Tutur Lea dengan terbata-bata untuk membagi ceritanya,yang membuat kesal kedua kakak iparnya.
"Mas..kamu harus bertindak"
Arya yang mendengar tidak terima tapi masih dengan tenang untuk melakukan hal yang lebih karena mempertimbangkan hubungan pertemanan Romo dan Eyang.
"Untuk saat ini biar jadi urusan kita sebelum kita bicara dengan papi dan Romo"
Sebenarnya Arya tidak terima Lea di perlukan seperti itu, bagi Satria itu hal wajar tapi tidak dengan adat istiadat keluarga Romo yang masih memegang teguh prinsip kesopanan,ini sudah bagian pelecehan.
__ADS_1