
Ingin rasanya hati ini berteriak sekeras mungkin, berharap tersampaikan padanya seperti anak-anak lain mengucapkan selamat hari ibu dengan membawakan bunga dan mencium tangannya penuh kasih.
"Mi..hanya doa yang bisa Lea berikan dihari bahagia ini,semoga mami tenang di sana.. terimakasih sudah memberikan kehidupan baru untuk putri mu "
Di atas sajadah Lea berdoa dengan mengadakan tangan penuh keikhlasan dan ketulusan.
Hampir semua media menayangkan ucapan selamat di hari ibu ini, semakin menyayat hati Lea.
"Mbok nah.."
Lea memeluk mbok nah dengan terisak membuat mbok nah menangkup wajah ayu Lea dengan kedua tangannya dan menatapnya seakan memperjelas memandang wajah ayu itu,nampak air mata yang mengalir dari kedua mata Lea.
"Cah..ayu,kenapa ?"
Tanya mbok nah dengan mengusap lembut kepala Lea penuh kasih sayang.
"Selamat hari ibu mbok nah.."
Mbok nah memberikan senyuman manisnya dan mencium kedua pipi Lea serta keningnya.
"Terimakasih kasih cah ayu.."
"Sama-sama mbok nah,aku sayang mbok nah.."
"Mbok nah juga sayang cah ayu "
Lea bahagia masih merasakan kasih sayang seorang ibu dari mbok nah yang sebenarnya bukan darinya Lea dilahirkan,pasti ada rasa iri di hati buah hati mbok nah karena memilih merawat bayi orang lain dengan penuh kasih sayang seperti buah hatinya.
"Mbok maafkan aku.. karena mbok memilih menghabiskan waktu bersama aku, dengan meninggalkan buah hati mbok yang pasti memerlukan belaian kasih sayang dan perhatian dari mbok..maafkan aku mbok"
Lea menangis haru dan terguguk karena sudah merebut paksa mbok nah tanpa sadar dari buah hatinya untuk merawat dan membesarkan dirinya.
"Tidak ada yang salah cah ayu,anak mbok nah mengerti dan cukup mengerti,cah ayu yang butuh mbok,jangan menyalahkan dirimu cah ayu"
Mbok nah pun sama menangis haru, baginya Lea sudah seperti putri kandungnya karena mbok nah tidak memiliki putri hanya dua putra yang sudah terbilang sukses dan mandiri hanya saja belum bisa pulang karena masih menuntut ilmu di negeri orang yang Lea tahu.
"Mbok boleh aku tidur dipangkuan mbok"
Lea meminta begitu manja yang mbok nah lihat, membuat lelaki yang berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka itu menahan tangisnya dengan menutup mulutnya dengan tangannya berharap tidak terdengar suara isak tangisannya.
"Mbok..tangan mbok kok halus dan lembut,aku ingin selamanya tangan mbok mengusap seperti ini membuat nyaman dan tenang "
Mbok nah tidak membalas hanya bisa berkaca-kaca seakan ingin waktu diputar kembali kebelakang mengenang masa Lea kecil dulu yang tidak bisa diam,dia tumbuh sebagai gadis yang aktif dan ceria.
"Mbok aku banyak salah ya mbok..aku nakal ya mbok,maaf ya mbok kalau aku suka merepotkan mbok"
Mbok nah hanya tersenyum dengan tangannya yang tidak berhenti mengusap lembut kepala Lea yang memiliki rambut panjang dan halus.
"Cah..ayu,tidak ada seorang ibu tidak memanfaatkan kesalahan anaknya walaupun berulang kali mereka melakukan kesalahan itu, melihat kalian tubuh sehat,besar seperti anak-anak yang lain sudah cukup bahagia bagi seorang ibu"
"Mbok..boleh ga mbok aku jadi anak mbok ?"
__ADS_1
Lea bangun dan menatap wajah tua mbok nah yang menurut Lea masih terlihat cantik diusianya.
"Tampa cah ayu minta kamu sudah mbok anggap seperti putri mbok sendiri "
Lea memeluk mbok nah erat dan menangis dalam bahagia.
"Terimakasih kasih mbok..anak mbok nah memanggil mbok nah apa ?"
Ditengah tangisnya Lea sempat bertanya yang membuat mbok nah ingin tertawa sebab mengingat Lea kecil dulu,bilang menangis mbok nah bertanya kenapa menangis Lea akan berhenti terlebih dulu untuk menjawab lalu melanjutkan menangis kembali.
"Mereka memanggil mbok..ibu"
"Ok..mulai sekarang aku juga memanggil mbok ibu.."
"Hore..aku punya ibu "
Terik Lea tidak memperdulikan pipinya masih basah karena air mata sebab masih menangis.
"Cah..ayu, jangan mbok ga pantas nanti tuan marah sama mbok nah,panggil seperti biasanya saja mbok nah cah ayu"
Pinta mbok nah yang memegang tangan Lea erat berharap Lea mendengarkan permintaannya.
"Papi ga akan marah mbok..aku yang akan bilang ke papi,mbok nah itu ibu aku..ya mbok please, pokoknya ibu aku"
Terlihat rona bahagia pada wajah cantik Lea yang mbok nah lihat,apa begitu mendambakan sosok ibu yang Lea rindukan saat ini pikir mbok nah.
"Love you..mbok nah "
"Ibu..ibu,Bu"
Panggil Lea yang membuat mbok nah menggelengkan kepalanya karena tingkah Lea yang terlihat seperti anak-anak.
"Bu..kenal mami ga?"
Tanya ke tiba-tiba yang membuat mbok nah, terlihat berpikir seperti mengingat.
"Sedikit cah ayu,yang mbok tahu"
"Ibu bukan mbok"
Pinta Lea dengan memegang tangan mbok nah berharap mbok nah memenuhi permintaannya.
"Iya..ya,ibu"
Mbok nah terlihat malu tapi mau bagaimana lagi Lea begitu meminta.
"Ceritakan dong Bu"
Pinta Lea dengan penuh harap dan menunggu mbok nah menceritakan sosok maminya dimata mbok nah.
"Nyonya muda,hanya sesekali berkunjung ke kediaman tuan besar cah ayu,mbok eh ibu hanya tahu sedikit karena suami ibu kebetulan salah satu orang yang di berikan kepercayaan oleh tuan besar (Romo) untuk mengurus keperluan kantor dan urusan surat-surat yang berhubungan dengan perkebunan juga semua kepemilikan tuan besar,ibu hanya beberapa kali berjumpa dengan nyonya muda, beliau perempuan yang ramah,baik hati dan murah senyum tidak menunjukkan dirinya seorang menantu tuan besar bila berkunjung ke perkebunan"
__ADS_1
Sesaat mbok nah diam seperti menahan kesedihannya yang dalam seperti mengingat sesuatu yang sangat berat untuk di tahan dalam hatinya.
"Beliau begitu penyayang keluarga,dan wanita yang disukai banyak orang karena sangat baik kepada semua orang,disaat terakhir hayatnya beliau berpesan untuk mbok merawat dan membesarkan cah ayu.. karena cah ayu satu-satunya putri keluarga ini,dan nyonya muda berpesan agar cah ayu menjadi wanita yang baik Budi pekerti luhur dan menjaga nama baik keluarga "
Mbok nah tidak kuat menahan air matanya,dan tanpa sadar menetes begitu saja.
"Mami baik ya..Bu ?"
"Sangat baik dan sangat ramah pada siapapun walaupun beliau tidak mengenal orang itu"
Walaupun hanya sesekali mbok nah bertemu tapi kesan mendalam kepada nyonya muda, istri dari Deandra.
"Aku sudah sebaik mami belum Bu ?"
Tanya Lea dengan memeluk tangan mbok nah dengan manja, layaknya anak kecil.
"Ehm..masih sedikit baiknya belum banyak"
Goda mbok nah pada Lea yang terlihat berpikir, seperti apa kebaikan yang telah maminya berikan kepada orang lain.
"Sebaik apa mami Bu,pada orang lain?"
Tanya Lea lagi penuh harap pada mbok nah,yang terlihat bingung untuk mencari jawaban pada Lea.
"Tanyakan saja pada hati cah ayu..apakah sudah menyamai kebaikan nyonya muda, hingga banyak orang menilai kalau nyonya muda itu baik"
Bener apa yang dikatakan mbok nah,hati yang jujur apakah kita sudah berbuat baik dengan baik dan tanpa berharap balasan.
"Aku berharap,aku memiliki sedikit kebaikan seperti mami"
Lea bukan hanya merindukan sosok maminya tapi juga berharap ada nilai yang sama maminya berikan kepada orang lain sebagai berikut rasa peduli.
~Love you mom~
Tidak ada sosok yang memberikan tanpa berharap balasan selain dirimu
Sosok yang suka berbohong untuk kebahagiaan buah hatinya
Di tiap malam mu terjaga untuk melihat diri ku nyenyak dalam tidur tanpa terganggu
Mampu menahan segala rasa untuk membuat buah hati mu tercukupi
Terimakasih yang terhingga semoga Robb ku memberikan tempat terbaik di Surya nanti
Terimakasih yang tidak dapat terwakili dengan kata-kata selain melihat mu tersenyum tanpa merasa kecewa walaupun anak mu gagal.
Semoga disisa usia ku diberikan kesempatan membahagiakan dirimu sosok istimewa yang bernama ibu...
Selamat hari ibu untuk semua ibu,semoga tetap semangat walaupun semua tahu tidak mudah menjadi ibu, karena tidak semua wanita menjadi seorang ibu.
Love mom ❤️❤️
__ADS_1