
Dering ponsel terus berdering bahkan beberapa kali terus berulang,tapi sayang pemiliknya tidak bisa mendengarnya karena dalam mode diam.
Terlihat wajah bahagia berubah jadi cemas karena ponsel milik adik tersayangnya susah di hubungi.
"Kemana kamu dek..!"
Arya mencemaskan Lea yang tidak bis di hubungi ponselnya walaupun sudah beberapa kali di hubungi.
"Tunggu beberapa saat lagi mungkin adik mu,ada dalam kelas "
Deandra menenangkan Arya yang ingin memberikan kabar gembira untuk adiknya,atas kelahiran putrinya dengan lancar beberapa saat lalu.
Setelah beberapa saat kemudian Lea yang menghubungi Arya,sudah jelas Arya sewot karena Lea susah dihubungi.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam, kebiasaan ya..dek susah di hubungi"
Mereka melakukan panggilan telepon melalui video call, nampak wajah kesal Arya pada Lea yang hanya bisa memohon maaf pada Arya.
"Aku didalam kelas mas,ada mata kuliah..maafkan aku,gimana mana keponakan baru ku,cantik ga..aku boleh kasih selamat mba Kinan ga,ayolah mas "
Arya bukan marah malah tertawa melihat antusiasnya Lea pada putrinya yang baru lahir.
"Kamu ga sabaran banget sih dek.. tunggu mau yang mana dulu,maminya apa bayinya dulu?"
Tanya Arya yang melihat wajah Lea begitu senang dan bahagia, sehingga Arya tidak tega untuk memarahinya.
"Mba Kinan dululah mas sebab tanpanya tidak mungkin putri mas lahir"
Lea tertawa setelah menjelaskan keinginannya pada Arya yang jika ikut tertawa.
"Sayang..ini Ade..mau ngomong"
Kinan menerima ponsel dari tangan Arya dan nampak wajah ayu yang sangat di rindukannya walaupun Lea hanya adik ipar tapi mereka sangat dekat dengan dirinya juga Titi karena keduanya tidak memiliki adik perempuan.
"Sayang..mba kangen,kapan pulang?"
Kinan lebih dulu menyapa Lea yang sama terlihat terharu begitu melihat wajah Kinan, sampai-sampai lupa mengucap salam.
"Yang,salam dulu"
Arya mengingatkan Kinan yang langsung mengucap salam dan dilanjutkan kembali melepaskan rasa rindu yang dalam pada keduanya.
"Selamat ya,mba untuk kedua kalinya menjadi seorang mami "
Lea sedikit terisak mengucapkan kata selamat pada Kinan, sebaliknya Kinan pun ikut terharu apalagi dia melakukan proses kelahiran secara normal makin berasa momen-momennya hingga bayi mungil yang mengemaskan itu terlahir ke dunia.
"Lekas pulang dek..Bian menanyakan mu, katanya kapan aunty pulang "
Lea kembali terlihat sedih karena dia pun sama merindukan tiga jagoan yang selalu mengemaskan dan super aktif itu.
"Akan aku usahakan liburan panjang nanti akan pulang "
Bukan janji memang Lea berniat liburan panjang nanti akan dia habiskan untuk bersama keluarga setelah beberapa musim libur dia tidak pernah gunakan untuk pulang.
"Mba, boleh lihat baby girl ?"
__ADS_1
Pinta Lea pada Kinan yang langsung mengarahkan ponsel milik suaminya pada bayi mungil yang tertidur pulas dalam ranjang mungil tempat tidurnya,yang sengaja Arya minta satukan dengan maminya.
"Ih.. cantiknya,bikin gemes ingin menciumnya,jadi pengen pulang"
Ucap Lea seperti merengek meminta,Kinan hanya bisa tersenyum dengan sikap Lea yang terlihat makin dewasa.
"Cepat pulang lah..kami semua merindukan mu,nak"
Ucap lelaki yang baru saja masuk, begitu peka dengan suara putrinya.
"Bicaralah dengan papi "
Pinta Kinan pada Lea yang langsung tersenyum tetapi juga terlihat sedih.
"Assalamualaikum nak "
Ucap salam Deandra setelah ponsel milik Arya berpindah tangan padanya.
"Waalaikumsalam,Pi.. kangen "
Tutur Lea dengan suara terdengar sedih bercampur manja pada Deandra yang terlihat berkaca-kaca.
"Pulanglah..soal kuliah mu,bisa ambil cuti "
Deandra tidak ingin melihat kesedihan di wajah ayu putrinya.
"Untuk cuti no,libur aku pulang yes.."
Kesedihan pada wajah ayu Lea seketika sirna begitu mendengar kata cuti,baginya cukup disayangkan setelah sekian lama dirinya menghabiskan waktu untuk meninggalkan keluarga harus sia-sia akan kerja kerasnya bila harus cuti, sedangkan tinggal beberapa langkah lagi dia akan menyelesaikan tugas akhirnya.
Tegur Deandra pada Lea yang hanya tersenyum simpul dengan malu, sebenarnya bukan keras kepala tapi Lea selalu merasa tidak mudah puas untuk mencapai sesuatu yang dia yakini bisa.
"Menurun dari siapa coba ?"
Goda Lea pada Deandra yang hanya bisa tersenyum,Lea memang dominan Deandra dari pada istrinya baik dari keinginan, ambisius dan pekerjaan keras tapi dari rasa kepedulian serta empati lebih pada maminya.
"Ya..aku akui kamu anak ku"
Pada akhirnya Deandra mengakui kebenarannya dan mutlak tidak bisa di pungkiri lagi dirinya penyumbang gen terbesar yang kini melekat pada Lea.
Setelah lama berbagi cerita dengan keluarga besarnya kini Lea , beralih pada Kwan kecilnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kebahagiaan kini meliputi keluarga kecil Melati dan mas Ridwan atas hadirnya putri cantik yang masih mungil itu ditengah-tengah mereka.
"Selamat sudah launching, kombinasi putih dan mas Ridwan junior "
Ucap Lea melalui sambungan ponsel yang menampilkan gambar (video call), terlihat wajah bahagia putih yang menggendong bayi cantik itu.
"Sepertinya dominan mas Ridwan ya..put"
Ujar Lea yang sebenarnya hanya bergurau saja tanpa ada maksud lain.
"Memang benar, jenderal padahal aku yang mengandung tapi semua yang di miliki mas Ridwan melekat padanya "
Putih menyentuh bagian mana saja yang hampir menyerupai suaminya yang melekat pada putrinya.
__ADS_1
"Baguslah.. memperbaiki keturunan "
Canda Gundul yang tiba-tiba muncul,entah angin apa yang membuatnya ingin berkunjung ke rumah yang baru saja di tempati putih dan mas Ridwan beberapa bulan ini.
"Memang aku ga nyumbang juga,belum lagi saat mabuknya dan sakit saat akan melahirkan"
Protes putih dengan menjabarkan apanya g tidak dirasakan kaum suami selama proses kehamilan sampai kelahiran putrinya.
"Ibadah..ibadah, disyukuri saja jadi seorang ibu sebab tidak semua wanita jadi ibu"
Pak yai muncul dengan nilai-nilai kebaikannya yang membuat putih langsung ingat dan beristighfar.
"Tuh inget.."
Kini Bujang ikutan bicara walaupun bercanda tujuannya biar tidak terlalu serius.
"Betah bener di negara amang Sam"
Goda Bujang pada Lea yang hanya tersenyum begitu mendengar kata amang,yang terlintas dalam benak Lea seseorang yang berjualan disekolah dulu saat di perkebunan.
"Jenderal aku tahu arti senyuman mu itu,ingat amang Jaja ya..penjual es goyang itukan "
Tutur Gundul yang langsung membuat Lea tertawa senang, ternyata mereka satu pemikiran.
"Bener gimana kabarnya ?"
Tanya Lea penasaran pada sosok yang suka memberikan teka teki bila menjawabnya akan dihadiri es goyang yang dia jual.
"Baru beberapa bulan yang lalu berpulang jenderal"
"Innalilahi wainailaihi raajiuun"
"Maaf aku tidak tahu,hanya sekedar bertanya"
Ucap Lea terlihat seperti berbelasungkawa atas berpulangnya seseorang yang dulu begitu menginspirasi untuk selalu berpikir melalui teka teki yang di lontarkan.
"Bagaimana dengan keluarganya,yai ?"
Tanya Lea pada Lukman yang memberi tahukan kabar duka itu.
"Alhamdulillah, beliau sudah tidak memiliki anak yang harus di biayai hanya istri yang masih sehat dan kebetulan juga diajak putranya untuk tinggal bersama"
Penjelasan Lukman sedikit membuat Lea senang, sikap peduli Lea akan cepat tanggap untuk siap membantu sebisa mungkin.
"Kapan mudik,apa ga rindu kami ?"
Bujang kembali menanyakan pada Lea yang masih menampakkan dirinya di layar ponsel.
"Insya Allah, liburan nanti aku pulang"
Wajah-wajah bahagia begitu mendengar kata pulang terlintas kebersamaan mereka secepatnya akan terwujud.
"Kami disini menunggu saat itu tiba "
Ucap Lukman berharap Lea kembali dalam keadaan sehat tidak kurang satu apapun itu juga harapan semua kawan kecilnya.
Kapan saat itu tiba...kita tunggu.
__ADS_1