
Kabar baik pernikahan Lea sampai juga ke telinga Juna dan Mawar, keduanya seakan tidak percaya seorang Lea yang cuek dengan pesonanya mampu ditaklukkan oleh seorang lelaki yang mereka tidak kenal.
Lea sudah tidak diijinkan untuk keluar dari kediaman keluarga Deandra karena Romo dengan tegas menjelaskan aturan tradisi dan Lea sangat patuh akan hal itu walaupun semua tahu Lea yang keras dengan keinginannya bila menyangkut nama baik keluarga besarnya dia akan patuh.
Akhirnya dengan berat hati Juna dan Mawar yang berkunjung ke rumah Lea yang istana mewah dengan segala kelengkapannya membuat mata betah.
"Lea..pantas loe betah banget mengurung di rumah, kalau rumahnya senyaman ini "
Ujar Mawar dengan memperhatikan setiap sudut bangunan milik keluarga Lea.
"Loe kan baru beberapa menit disini kalau setiap hari bosen juga nek.."
Balas Lea dengan mempersilakan Mawar untuk duduk disalah satu sofa di taman belakang yang asri.
"Lea..loe belum cerita soal calon laki loe "
Tanya Juna yang penasaran dengan sosok siapa calon suami Lea yang sampai saat ini belum dikenalnya.
"Jangan Lea,nanti di embat dia "
"Eh..jaga mulut loe ya kak Rose,biar gue gini masih doyan yang kayak kalian punya"
Lea langsung tertunduk malu dan menahan tawa karena ucapan Juna yang ceplas ceplos asal keluar kalau berdebat dengan Mawar.
"Besok-besok juga loe bakal tahu siapa dia"
"Bener loe udah keluar dari tempat kerja loe ?"
"Iya.. kalau gue ngelamar kerja ditempat loe terima ga ya.."
"Jelas gue terima tapi gue bingung berapa gue harus bayar loe,sebab skill loe mahal jeng.."
"Ya,iyalah jelas mahal sikil (kaki) asli bukan kw..."
"Biar ga sih mulut loe diam barang sebentar aja..ih "
"Serius loe bakal nikah secepat ini ?"
"Serius lah..mana ada nikah main-main "
"Ga,gitu maksud gue..emang loe udah yakin sama orang yang bakal jadi laki loe, sedangkan yang gue lihat loe cuek bebek sama yang sejenis maklum ini "
Mawar menepuk pundak Juna yang siap menyuap makanan yang Lea suguhkan.
"Eh..kuntil,kak Rose bis ga sih manis dikit kalau mau ngagetin gue "
"Ok..gue ulangi ya..dor..."
"Kuntil.."
"Lah,emang loenya yang latah..auah,gue mulu yang disalahin "
Mawar pura-pura marah dengan membuang muka kearah lain padahal ingin mengerjai Juna yang tidak tega bila melihat Mawar sedih.
"Maafin gue kak Rose,ya..gue yang salah"
"Apaan sih kalian tuh ya.. sebentar baikan sebentar lagi ribut ga jelas"
"Aunty.."
Teriak suara khas keponakan cantik putri Arya yang baru saja pulang dari sekolah taman kanak-kanak.
__ADS_1
"Hay.. cantik sudah pulang,sini kenalan dengan teman aunty"
"Alleia"
Alleia memperkenalkan dirinya dan menyalami Juna dan Mawar dengan sesekali melirik kearah Juna dan Mawar.
"Lea boleh ga gue pinjem sehari saja..ih gemes "
Ucap Juna seakan-akan ingin mencubit pipi Alleia karena sangat lucu,imut dan cantik.
"Ga,boleh..nanti papi cariin aku "
Alleia yang menjawab bukan Lea yang membuat Mawar ikut gemas melihatnya.
"Aunty.. aunty tadi sebelum pulang kiat ke butik lihat baju untuk aunty cantik bajunya aunty "
"Oh..ya sayang,kok aunty ga diajak "
"Kata mami aunty harus di rumah ga boleh jalan-jalan dulu "
"Memang aunty kenapa ga boleh jalan-jalan cantik?"
Tanya Juna penasaran sekaligus lucu dengan tingkah Alleia yang mengemaskan.
"Kata mami aunty akan pakai baju princess jadi harus ga boleh kemana-mana"
"Oh..ya,ih..pintarnya "
Juna mengusap lembut pipi Alleia tapi sebelum menyentuh gadis kecil itu lebih dulu mundur dan berbicara seperti mengingatkan Juna.
"Om..ga boleh sentuh aku,kata papi yang boleh cuma papi,mami dan mas ehm..juga aunty ku "
Juna tertawa karena gadis kecil yang ada didepannya terlihat jutek seperti Lea yang dikenalnya.
"Karena aunty.. aunty aku,ya kan aunty "
"Iya..sayang,mas belum pulang ?"
"Aunty lupa hari ini mas les "
"Oh..iya aunty lupa sayang "
"Aunty aku kedalam dulu ya..dah "
Gadis kecil itu berlari kecil masuk kedalam rumah,tidak lama terdengar suaranya memanggil moci.
"Lucu bener sih dia Lea "
"Makanya cepat nikah biar punya yang lucu kayak tadi "
"Memang nikah sekarang langsung jadi ga gitu juga kali "
"Tentunya pakai proses lah jirayut "
"Kalau loe ikut suami kita kapan ngumpulnya ?"
"Gampang tinggal kabari aja kapan loe pada mau kumpul.."
"Lea sepertinya loe udah siap banget jadi ibu rumah tangga "
"Siap ga siap.. palingan apa sih bisa diatur "
__ADS_1
"Gue kira loe bakal jomblo selamanya malah loe duluan "
"Emang gue tahu kalau jodoh gue dekat,gue juga sampai detik ini masih bingung kok bisa ya..gue nyaman bareng itu laki padahal selama ini gue jaga jarak banget pokoknya loe pada tahu lah"
"Emang tuh laki romantis banget Lea ?"
"Ga,ada romantisnya awal gue tahu malah yang gue tahu kalau dia itu sopir baru keluarga gue "
"Yang nganterin loe ke acara bazar gratis itu, serius Lea ?"
"Iya.. bener dia, gimana menurut loe ?"
"Mana gue tahu sebab pas acara tuh orang lebih banyak diam dan menyendiri main ponsel mulu gue pikir bener sopir loe mana itu kepala pakai topi jadi gue ga lihat jelas mukanya "
Juna menceritakan sosok yang tidak disangka-sangka akan menjadi suami Lea,yang Juna lihat sosok lelaki sederhana walaupun tidak dipungkiri style cukup di bilang ga kaleng-kaleng tapi hanya orang tertentu saja yang tahu.
"Yang gue penasaran pas loe pada bubar duluan,Risma menjelaskan kalau ada tambahan nasi kotak yang dia minta untuk anak karang taruna dan yang membeli pesan itu dia yang menurut Risma lelaki itu bakalan ngomong ke gue..ya sama kayak loe dia pikir lelaki itu sopir gue sebab pas turun dari mobil ketemu Risma dia bantuin turunin barang dari mobil dan lebih konyolnya gue berniat mengembalikan uang yang di gunakan untuk membeli nasi kotak itu "
Lea tersenyum mengingat hal konyol saat itu yang tidak tahu kalau dia adalah Sigit anak mbok nah.
"Terus gimana tanggapan dia ?"
"Kayak loe ga tahu aja kalau orang model mas Abimana gimana coba"
Lea bertanya balik pada Juna dan Mawar yang terlihat bingung juga yang terpikirkan pasti Lea malu sekali saat itu.
"Apa coba ucapan dia,tidak apa-apa saya senang bisa membantu sebisa saya..gue mati-matian menahan malu dia lama bicara sesantai itu.."
"Kalau gue jadi loe udah ngumpet di kolong meja Lea "
"Gue juga berusaha menahan malu kalau saja loe berdua ada bareng gue udah jadi bahan ghibahan gue "
Juna dan Mawar tertawa sampai ingin ngompol karena seorang Lea bisa mati gaya didepan lelaki sesuai yang tidak pernah terjadi selama mereka berteman.
"Kok bisa Lea..loe seperti bukan loe "
"Itu juga yang gue pikirin sampai hari ini kok bisa gue bisa seperti ini"
"Kenapa karma kali loe"
"Karma apa gue ga pernah kasih harapan sama siapapun.. mereka aja yah berusaha mencari cara untuk dekat dengan gue,terus itu yang loe bilang karma"
"He..he,bukan sih emang jodoh loe kali tuh laki makanya hari loe langsung bisa menerima kehadirannya "
"Iya kali gue aja bingung kalau di pikirin"
"Terus yang loe rasain kalau bareng dia apa ?"
Juna sebagai laki cukup paham walaupun banyak yang menyangsikan penampilan dan pembawa Juna.
"Gue nyaman merasa di lindungi,dia tahu apa yang gue mau dan tidak dan yang terpenting dia ga pernah memaksakan kehendak..gue dikasih kebebasan termasuk mau kerja atau tidak, begitu juga dengan pertemanan dia ga ikut campur "
"Ih..gue juga mau yang seperti itu,sisain satu Tuhan untuk gue "
Ucap Mawar dengan tangan seperti orang berdua yang menengadahkan tangannya keatas.
"Pasti Tuhan sisakan satu untuk loe "
"Yang jelas dia terbaik untuk kita semua semoga kita tetap saling support dimana pun berada dan selalu ada dalam keadaan apapun"
Mereka saling bergandengan tangan karena Juna tahu Lea tidak akan pernah mau untuk berpelukan dengan lawan jenis,itu sudah jual ketahui sejak awal pertemanan.
__ADS_1
Lea merasa sendirinya tidak ada yang digunakan tidak baik,dan Lea sadar manusia biasa yang tidak bisa menilai dirinya baik melainkan orang lain yang akan menilai kita baik atau tidak.