
Berita begitu cepat menyebar membuat satu perusahaan di buat gempar,seakan mencoreng nama baik Arsena secara tidak langsung karena kejadian itu berlangsung selama acara pesta.
"Dik..loe ga bisa menghandle masalah sekecil ini..bikin malu gue aja loe !"
Pekik Arsena pada Diki yang sengaja jadi bulan-bulanan kemarahan Arsena, padahal sang pembuat onar saat ini masih tertidur pulas di balik selimut.
"Lah..kok jadi gue yang disalahkan,calon bini loe yang kini ulah "
"Belum juga jadi bini udah banyak bikin ulah apalagi kalau udah jadi bini makin ngelunjak tuh..apa ga bisa ganti yang lain, manfaatin kekuasaan loe untuk cari pengganti yang lebih bener dikit apa "
Balas Diki tidak mau disalahkan dalam hal ini sebab bukan urusan kerja pikir Diki, dengan muka masam.
"Mulut loe persis nyokap gue.. kalau udah nyerocos seperti mobil tampa rem,blong"
"Ya,gue tahu tapi setidaknya loe handle sedikit lah..loe tahu Silvia mudah banget cemburu"
"Wajar dia cemburu sama sekelas Lea..dia mah paket komplit susah dicari tandingannya,calon bini loe aja ga nyadar siapa lawan yang saat ini yang dihadapinya main hajat aja anak orang"
Arsena satu frekuensi dengan Diki memang ada benarnya mana ada lelaki normal yang tidak ingin dekat dengan Lea walaupun dengan penampilan mines dari kata anggun tapi dia mempunyai daya tarik tersendiri untuk membuat lelaki nyaman berada bersama dirinya.
"Perintahkan bagian IT untuk menutup berita yang sudah tersebar dikalangan masyarakat,gue ga mau dengar lagi berita itu"
"Loe sadar dengan permintaan loe,bukan dengan cara seperti ini kamu juga di untungkan"
"Gila berita semacam ini loe bilang gue di untungkan"
"Bukankah loe bilang ingin menjauh dari Silvia ,lah ini alasan yang bikin Silvia bakal menuruti mau loe"
"Tapi dilain sisi nama baik gue dan perusahaan gimana ?"
"Alah..cemen amat jadi laki,biar gue yang urus..tapi jujur loe suka sama Lea..ayo jangan bohong "
"Sebenarnya loe itu asisten gue apa anak dukun main ramal-ramal aja,udah urus dulu itu berita ga bener bikin pusing "
"Ini nih..orang yang lempar batu sembunyi tangan"
"Apalagi sih..daki ?"
"Lagian siapa yang bikin ulah..gue yang loe cecar habis-habisan,atasan laknat yang ini salah satu contohnya "
"Sebenarnya yang jadi bos gue apa loe sih,jadi loe yang ngatur gue "
"Ya,maaf lagian loe tahu kerjaan gue banyak tapi loe suruh gue juga mengurusi hal receh macam ini.. sayangnya loe teman gue kalau saja musuh udah gue bikin mam***"
"Kenapa ga dibikin mam*** aja biar loe ga gue gaji sebab gue udh jadi zombie "
"Ngomongin yang ga penting sama loe bikin gila beneran..bey"
"Hey..kenapa pergi gue belum selesai bikin loe gila "
Arsena tertawa puas padahal otaknya hampir pecah karena kena omel papinya karena dinilai tidak bisa menyelesaikan masalah receh yang seharusnya tidak terjadi di pesta perusahaan yang banyak di hadiri orang penting, secara otomatis jadi sorotan media.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Dering ponsel mengusik pemiliknya yang masih tertidur pulas padahal matahari sudah tepat berada di atas kepala.
"Berisik banget sih..,hallo "
"...."
__ADS_1
"Ehm,gue baru juga melek lantaran loe menghubungi gue,ada apa sih ganggu tahu "
"...."
"Serius,loe kok gue ga tahu"
"...."
"Ok..gue matiin ya.."
Silvia begitu terkejut begitu membuka media sosialnya,soal video Silvia tidak mempersoalkan tapi komen netizen yang menyudutkan dirinya membuat Silvia geram langsung tersulut emosi.
"Kalian tahu apa tentang gue.. seenaknya aja menyalahkan gue"
Omelnya dengan membanting ponsel miliknya di atas kasur,suara kemarahan Silvia terdengar sampai keluar kamar dan mendapatkan teguran gedoran pintu dari mamanya di luar kamar.
"Via..kamu kenapa nak,via..via "
Teriak mama Silvia sampai anaknya keluar dari kamar yang ditempatinya.
"Apa sih ma.. berisik tahu "
"Bukannya kamu yang teriak-teriak di kamar kok nyalahin mama sih, makanya anak gadis tuh bangun pagi bukan tengah hari bolong baru nongol dari kamar,ga takut jauh jodoh "
"Kok mama malah nyumpahin sih"
"Ngapain nyumpahin kamu kurang kerjaan"
"Cepat mandi.. tumben belum ada yang ngajakin jalan ?"
"Masih pada berhibernasi kali"
"Bisa ga sih ga ngomel pusing tahu mendengarnya "
"Tinggal tutup kuping kalau ga mau dengar, lagian anak susah sekali di ingatkan,kalau kejadian baru mewek-mewek minta di
bantuin"
Silvia bergegas menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri yang akan dilanjutkan dengan mendatangi perusahaan Arsena untuk meminta bantuan kepada Arsena.
Dengan dandanan mencolok Silvia memasuki kantor Arsena yang langsung dihadang sekretaris Arsena.
"Mba..mohon pengertiannya hari Mr.tidak mau bertemu dengan siapapun"
"Kamu berani sama saya,kamu tahu siapa saya?"
Sekretaris Arsena hanya bisa diam kalau sudah dipojokkan oleh Silvia yang selalu memaksakan kehendak.
"Sudah awas minggir !"
Bentak Silvia pada sekretaris Arsena yang memilih mempersilakan Silvia untuk masuk kedalam ruangan Silvia.
"Kamu..!, siapa yang telah mengijinkan masuk !"
Tegur Arsena pada Silvia yang langsung bergelayut manja pada leher Arsena dengan sesekali mencium rahang tegas Arsena yang membuat si pemilik marah.
"Silvia.. lepaskan"
Arsena langsung berdiri dan berjalan menuju sofa dengan satu kakinya di naikan ke pangkuannya.
__ADS_1
"Apa mau kamu ?"
"Berita itu tidak benar,honey "
"Bukan urusan ku, selesaikan sendiri"
"Tapikan..nama perusahaan mu ikut tercantum dalam berita itu"
"Terus mau kamu harus aku yang bereskan gitu, pikirkan sebelum bertingkah !"
"Please honey.."
Silvia kembali bersikap manja pada Arsena tapi sayang tidak berlangsung lama, kedatangan seseorang yang tanpa permisi langsung masuk keruangan Arsena mengejutkan keduanya.
"Jadi perempuan kok seperti ulat bulu!"
Ucap lelaki yang sangat di hormati Arsena siapa lagi selain papinya Arsena dengan muka menahan amarahnya.
"Bisa keluar saya ingin bicara dengan putra saya !"
Dengan terpaksa Silvia keluar tanpa berpamitan dengan muka masam karena dipandang sebelah mata.
"Seperti itu yang kamu sebut calon istri..tidak memiliki etika, tolong pertimbangan lagi kalau kamu masih memandang aku papi mu "
Arsena hanya diam sebab tidak bisa membela memang posisi Silvia salah mau dilihat dari sisi mana pun.
"Apa kamu ingin lihat mommy mu mati secepatnya karena menahan malu"
"Pi..ga sampai separah itu juga "
"Apa..ini sudah mempermalukan kamu bilang tidak parah,buka mata mu sebelum menyesal"
"Memang dunia sudah kehabisan wanita, sampai kamu dibuat tutup mata dengan peristiwa yang menggemparkan dunia bisnis"
"Kamu tahu..siapa wanita yang di permalukan wanita itu !?"
"Salah satu pegawai ku "
"Kasihan sekali putra ku..kamu tidak menyadari kalau salah satu penerus DA company bekerja ditempat mu"
"Bukankah DA company hanya memiliki dua putra ?"
"Ya, memang mereka memiliki dua putra dan satu putri bungsu yang selama ini tidak tinggal bersamanya tapi bersama keluarga besarnya "
"Jadi Lea..?"
"Ya..dia salah satu pewaris DA company, kamu tidak sadar dengan kemampuan yang dimilikinya "
Arsena terdiam seperti susah untuk mencerna semua apa yang baru saja di beritahukan oleh papinya.
"Kenapa dia memilih bekerja di tempat lain bukankah perusahaan miliknya tersebar hampir seantero negeri "
"Karena dia ingin merealisasikan ilmu yang dia dapatkan, sedangkan perusahaan miliknya tidak berkecimpung di bidang otomotif seperti kita"
"Siap-siap saja kamu akan kehilangan sosok seperti dia karena kamu sudah menyia-nyiakan berlian didepan mata, sedangkan batu kerikil kamu pungut "
Arsena makin terpojok dengan pernyataan papinya, membuat kepalanya semakin pusing.
"Cepat selesaikan dan mintalah permohonan maaf secepatnya karena masalah ini tidak bisa di tunda "
__ADS_1
Arsena masih terdiam seperti merenungkan kembali kejadian yang terjadi telah terjadi dan baru menyadari siapa korban yang tersakiti tanpa membalas itu.