My Vampire Prince

My Vampire Prince
Bertemu Lagi part 1


__ADS_3

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di samping Coral yang sedang menyeret sepedanya dengan sisa tenaganya yang ada. Jendela kaca mobil itu dibuka dan Rize mengeluarkan kepalanya melihat datar pada Coral.


"Masuklah ke mobilku dan akan aku antar kamu pulang."


Coral terlihat kelabakan mendengar perintah pria itu. Dia memundurkan langkahnya karena takut pada pria di dalam mobil itu. Dia berprasangka jika pria itu adalah orang jahat yang nanti akan menculik bahkan membunuhnya, atau kalau tidak dia akan di culik dan di jual ke negeri lainnya.


Dia malah tetap berjalan dengan menyeret sepedanya. Rize yang lagi-lagi dibuat kesal oleh Coral, Seketika keluar dari dalam mobilnya dan menggendong Coral ala karung beras.


Tentu saja gadis bernama Coral itu meronta ingin dilepaskan. Tetapi Rize tidak memperdulikan teriakan Coral. Rize berhasil membuat Coral duduk di tempatnya dan menatap Coral dengan tajam.


"Apa kamu tidak ingat denganku? Aku Rize yang waktu itu."


Coral menatap wajah pria di depannya dengan mengedipkan kedua matanya beberapa kali. "Apa kamu pria yang menciumku waktu itu?"


"Jadi, hanya itu yang kamu ingat?"

__ADS_1


"Tentu saja, apa lagi?" Coral yang Tiba-tiba sadar akan sesuatu hal segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia takut jika tiba-tiba Rize menciumnya lagi.


"Aku akan mengantarkanmu pulang sekarang sebelum hujan lebat turun." Rize mengitari mobilnya dan sekarang dia duduk di depan kemudi mobilnya. Raut wajah Coral terlihat antara bingung bin heran.


"Rize, apa kamu tau alamat rumahku?"


"Tentu saja tau."


"Hah? Bagaimana bisa?" Coral menatap pria di sampingnya dengan tatapan ketakutan. Sekali lagi Coral berpikir jika Rize mungkin seorang yang selama ini diam-diam mengawasi Coral.


"Eh, tunggu!" Coral mencoba membuka pintu mobil Rize, tapi ternyata tidak bisa. "Rize, aku mau keluar. Sspedaku masih tertinggal di sana."


Coral ini sebenarnya mencari alasan agar dia bisa keluar dan kabur dari mobil Rize. "Sepedamu sudah rusak parah dan sebaiknya biarkan saja. Kamu Sebaiknya meminta sepeda yang baru saja."


"Enak saja minta yang baru. Kamu kira akan semudah itu minta sepeda yang baru," gerutu Coral kesal.

__ADS_1


"Kalau begitu nanti aku yang akan membelikan sepeda yang baru."


Sekali lagi kedua mata Coral dibuat mendelik oleh ucapan Rize. "Tidak perlu! Kamu tidak perlu memberikan sepeda untukku karena aku nanti akan membelinya sendiri."


Mobil di jalankan oleh Rize dan Coral tampak terdiam saja sembari melihat ke arah luar yang sekarang perlahan-lahan turun hujan. Coral juga percuma saja kalau nanti dia berteriak, bahkan sampai pita suaranya rusak juga gak bakalan membuat Coral ditolong oleh orang di sekitar rumah mewah itu.


Mobil Dimas sudah sampai di depan rumah Coral. Terlihat sang ibu Tiri berdiri di depan pintu dengan membawakan payung, Wajahnya tampak terlihat kesal dan Coral tau jika ibu tirinya itu siap meledaknya.


"Rize, terima kasih, sekarang kamu sebaiknya pergi dari sini dan aku tidak mau kamu terkena masalah nantinya."


Coral segera melepaskan sabuk pengamannya, dan berjalan keluar mendekat ke arah ibu tirinya. Wanita dengan tangan membawa payung itu menatap Coral dengan tatapan yang sangat tajam.


"Ibu, aku minta maaf karena tadi ada masakan."


"Siapa pria yang ada di dalam mobil bersamamu? Apa dia kekasihmu?" Sekarang salah satu alis mata ibu tiri Coral naik ke atas.

__ADS_1


__ADS_2