
Rize menceritakan semua kejadian yang Coral alami. Mara yang mendengar darahnya seketika mendidih, dia tidak menyangka jika keluarga Coral yang juga adalah seorang wanita tega sampai ingin menghancurkan Coral dengan cara yang sangat buruk.
"Rize, ketiga orang itu aku musnahkan saja dari dunia ini agar tidak ada lagi manusia berhati iblis seperti mereka, mereka itu juga seorang wanita, tapi kenapa tega ingin melukai Coral seperti itu. Perbuatan mereka itu benar-benar tidak bisa dimaafkan. Andai saja aku boleh menghisap darah manusi, aku pasti akan senang sekali memilih tiga orang itu menjadi korban pertamaku."
"Aku sudah menghabisi pria bernama Dre yang ingin menodai calon istriku itu, Mara."
"Apa kamu serius, Rize?" Mara sampai terkejut tidak percaya jika Pangeran Rize, sampai melanggar peraturan yang berlaku di kerajaannya. Namun, hal itu bisa dimaklumi karena calon istrinya atau wanita yang dia sukai hampir dinodai oleh pria berarti iblis itu.
"Rize, apa kamu baik-baik saja setelah minum darah pria itu?"
"Justru karena aku menghisap darah manusia kekuatanku kembali penuh dan aku benar-benar seperti vampir yang baru saja tercipta."
"Rize, tapi apakah tidak apa-apa kamu telah melanggar peraturan di kerajaanmu? Apa lagi kamu seorang pangerang. Oh, Tuhan! Semoga saja pejabat tertinggi tidak mengetahui hal ini, kalau tidak, kamu dan keluargamu akan dipanggil untuk menghadapnya dan itu bukan hal yang baik."
"Aku tahu, Mara, tapi aku memiliki alasan yang sangat kuat melakukan hal itu. Namun, saat ini aku tidak peduli tentang hal itu dulu karena yang lebih penting adalah membuat Coral seolah tidak pernah melihat saat aku menggigit pria itu sampai pria itu benar-benar tidak bisa bernapas lagi "
"Apa? Coral melihat kamu mengigit pria itu?" Sekali lagi wajah Mara tampak terkejut. Dia terlihat benar-benar cemas saat ini.
"Lalu, bagaimana jika Coral sampai mengatakan pada orang lain jika di dunia ini ada vampir? Keadaan kaum kita akan terancam nantinya dan kamu tidak mungkin membunuh Coral, kecuali kalau kamu menjadikan dia seperti kita juga, maka, rahasia ini akan tertutup untuk selamanya."
"Aku akan mencari cara agar Coral menganggap apa yang dia lihat itu hanya mimpi atau halusinasinya."
"Apa dia akan percaya dengan apa yang akan kamu sampaikan?"
"Dia pernah melihat di depan matanya sendiri, para vampire baru itu menghisap darah penjahat yang hampir menculiknya, dan aku bisa memanipulasi dirinya agar tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Semoga saja kali ini juga dia bisa percaya." Mara mengangguk perlahan.
Leonil berada di club malam untuk mencari keberadaan Dre setelah dia pergi ke cafe yang biasa dia dan Dre datangi, tapi kali ini di club malam dia juga tidak mendapatkan keberadaan Dre.
"Ke mana anak itu? Kenapa dia seperti menghilang tanpa jejak? Apa sudah terjadi sesuatu pada Dre?" Leonil merasa jika Dre yang menghilang tiba-tiba karena ada sesuatu hal yang dia harus mencari tau.
__ADS_1
Leonil bertanya pada bartender yang ada di sana dan beberapa pegawai yang mengenal Dre, tapi mereka mengatakan jika terakhir melihat Dre waktu datang bersama Leonil saat itu.
Leonil memutuskan untuk kembali ke rumah dan dia langsung naik ke atas loteng untuk memeriksa ke dalam kamar Coral. Di sana, Coral masih terlelap dalam tidurnya.
Leonil mencoba memeriksa tempat itu dan berharap dia menemukan sesuatu atas rasa kecurigaannya jika Dre ada di loteng, tapi pergi karena ada sesuatu yang terjadi antara dirinya dan Coral.
"Di sini tidak ada apa-apa. Tanda-tanda Dre di sini juga tidak ada. Dre itu sebenarnya ada di sini atau tidak?" Leonil tampak bingung sendiri.
***
Keesokan harinya Coral yang terbangun dengan kepala berat tampak sedikit bingung karena melihat ada Leonil di sana sedang duduk memperhatikan dirinya.
Dia beringsut perlahan dari tempat duduknya dengan tangan tidak lepas memijit dahinya.
"Leonil? Kamu Leonil, Kan?"
"Bi-bingung? Aku tidak bingung, hanya saja aku merasa aneh saja melihatmu ada di sini. Untuk apa kamu pagi-pagi di loteng?"
"Apa kemarin malam Dre ke sini saat acara pesta ulang tahun Deona berlangsung?"
"Dre? Dia ke sini? Untuk apa?" Coral mencoba mengingat sesuatu, tapi masih belum ingat dengan baik karena dia masih merasakan efek dari obat yang dimasukkan ke dalam minumannya.
"Kamu jangan sok polos dan pura-pura tidak tau, Coral karena aku melihat sendiri Dre naik ke atas loteng."
Coral semakin bingung dengan pertanyaan Leonil. "Leonil, aku mau turun dan mengambil minum. Jujur saja kepalaku sakit."
Coral berdiri dari tempatnya dengan susah, karena dia masih merasa pusing dan badannya lemas.
"Dia sepertinya memang tidak tau apa-apa. Lantas, di mana Dre? Ponselnya juga tidak bisa aku hubungi."
__ADS_1
Leonil turun ke lantai bawah. Coral duduk bersandar dengan mencoba membuat nyaman dirinya.
"Aku semalam sepertinya di sini bersama dengan Dre, dan dia memaksaku untuk berciuman dengannya, tapi setelah itu--.'
Coral mencoba untuk mengingat kembali kejadian demi kejadian kemarin malam.
Akhirnya Coral berusaha mengingat dan dia meneteskan air mata saat teringat bagaimana Dre hampir merebut kesuciannya.
"Pasti ini rencana mereka lagi, dan kali ini mereka benar-benar sangat keterlaluan!"
Tangan Coral memukul lantai kayu karena kesal dan tanpa disengaja dia merasakan sesuatu pada tangannya.
"Ini apa?" Coral mengambil sebuah cincin yang tidak sengaja mengenai telapak tangannya. "Cincin siapa ini?" Coral mengamati cincin yang dia pernah lihat sebelumnya, tapi di mana?"
Coral baru ingat dan tau itu cincin siapa, setelah melihat nama yang tertulis di sana. Auntum Rize.
Sebuah ingatan tentang kejadian mengerikan kemarin malam pun tergambar kembali dan sekarang bulu kudu Coral merinding mengingat wajah Rize yang terlihat sangat menyeramkan saat kedua taringnya keluar.
"Rize vampire, dia seorang vampire," ucap Coral dengan bibir bergetar.
Tidak lama terdengar suara panggilan seseorang dari arah bawah. Coral tersentak kaget saat dia mendengar suara yang sangat dia kenali.
Coral perlahan mendekati jendela dan mengintip guna memastikan bahwa yang memanggilnya itu benar adalah pria yang kemarin malam berubah menjadi seorang vampire dan benar saja itu adalah Rize.
"Rize, dia ada di sini dan berarti kemarin malam itu benar-benar dia. Oh Tuhan! Selama ini aku telah bersama seorang vampire yang sangat menyeramkan, pantas saja waktu aku bercerita melihat vampire dia seolah menghindari hal itu."
"Coral! Ada Rize di bawah dan dia ingin bertemu denganmu," Deona mengatakan hal itu dengan suara kesal.
"Deona, kamu bilang saja pada Rize jika aku sedang tidak enak badan hari ini dan aku tidak ingin bertemu dengan siapa-siapa."
__ADS_1