My Vampire Prince

My Vampire Prince
Para Vampire menyerang part 2


__ADS_3

Coral merasa lega setelah mendengar penjelasan Rize bahwa dirinya akan bisa meyakinkan dewan tertinggi untuk tidak mendapat hukuman karena waktu itu Rize memiliki alasan yang kuat melakukan hal itu.


Namun, Rize tidak bisa menjawab pertanyaan Coral yang menginginkan agar dia dijadikan menjadi kaum vampir seperti dirinya. Coral pun tidak ingin membahas hal itu lebih dulu karena dia mungkin akan memikirkan supaya lulus sekolah dulu.


"Coral kamu mau ke mana?"


"Aku ingin memberi hadiah pada Luana yang berulang tahun." Coral berjalan dengan tegasnya dan tanpa rasa takut menghampiri meja Luana yang sedang berbicara dengan Taza dan juga teman lainnya.


Rufo dan Dre tidak datang di acara pesta ulang tahun Luana mungkin mereka malu dan lebih memilih untuk menyembunyikan diri.


"Si Gadis sampah datang ke sini. Ada apa? Apakah mau izin pulang untuk mandi karena kamu bau? Kamu bau sekali, Coral, sebaiknya kamu pulang saja dan mandi yang bersih di rumah."


"Aku hanya ingin memberikan kado ulang tahun untukmu."


Coral mengeluarkan sebuah kotak kecil dan menyodorkannya pada Luana, Luana hanya melihat dengan mata memicing hadiah itu.


"Bukalah? Ini hadiah yang pasti kamu sukai ayahku yang memberikannya untukku, tapi aku ingat jika kamu pasti akan menyukai kado ulang tahun ini. Jadi, memberikan ini untukmu."


Luana segera mengambilnya dan membukanya..Sebuah cincin yang sangat indah, Coral berikan pada Luana.


"Kamu serius memberikan ini untukku?"


"Tentu saja aku serius. Kamu menyukainya? Cincin itu memang bagus dan mungkin pantas di jarimu daripada di jariku." Setelah mengatakan hal itu Coral pergi dari sana.


Luana masih tercengang dengan hadiah pemberian Coral, dia tidak menyangka jika Coral akan memberikan hadiah yang indah itu.


"Ini tidak mungkin, dia pasti sedang merencanakan sesuatu untukku, cincin ini pasti ada sesuatunya." Luana coba memeriksa cincin itu, tapi ternyata memang tidak ada apa-apanya. Entah kenapa Luana merasa jika dia sudah salah dengan Coral selama ini.


Dia menjadi baik dan tidak dendam padaku, malahan dia memberikan cincin ini. Luana tampak melamun. Deona yang melihat itu tidak suka dia langsung merebut cincin milik Luana. "Deona, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu merebut cincin pemberian Coral."


"Kamu jangan tertipu dengan gadis itu, dia memang pintar memainkan perasaan seseorang, yaitu pura-pura baik."

__ADS_1


"Tapi dia memberikan cincin ini dan ini sangat bagus, dia meminta pada ayahnya, tapi dia malah memberikan sebagai kado untukku."


"Pokoknya jangan percaya, dia itu berpura-pura baik, tapi pasti sebentar lagi dia akan membalas dendam padamu."


"Coral tidak akan melakukan itu. Berikan cincinku, Deona!"


"Cincin ini jelek, Luana. Taza buang saja cincin ini."


Deona memberikan cincinnya pada Taza, tapi Luana langsung merebutnya dan terjadi tarik-menarik sampai akhirnya ketiga orang itu terjatuh tepat di atas meja yang berisi tiga kue tart


Semua yang di sana menertawakan apa yang terjadi. Mereka bertiga tampak belepotan.


Tiba-tiba ada seorang gadis berteriak di acara pesta itu


Mereka bertiga yang jatuh dengan wajah belepotan banyak kue melihat ke arah gadis yang berteriak itu. Wajah gadis itu berubah menjadi pucat dan matanya pun menjadi memerah seolah ada sesuatu yang terjadi padanya.


Rize dan yang lainnya melihat jika gadis itu telah tergigit dan sekarang dia menjalani proses menjadi seorang vampir baru dan dia pasti sangat haus darah.


"Mara, kamu lindungi Coral. Coral sebaiknya kamu pergi dari sini dengan Mara."


"Aku tidak mau Rize, aku ingin bersamamu, aku takut raja Pedrona menyakitimu."


"Dia tidak akan ada di sini sementara waktu karena dia baru saja tertembak oleh peluru Palladium yang ditembakkan oleh ayahku. Sekarang lebih baik kamu pergi dengan Mara. jauhi tempat ini, aku akan membereskannya dulu."


Suasana di sana menjadi kacau, banyak yang tergigit oleh vampir baru itu dan akhirnya tercipta banyak vampir baru.


"Tolong aku!" Deona sedang berusaha menahan vampire yang ingin menggigitnya.


Rize dengan cepat menarik vampir itu dan mematahkan lehernya sehingga vampire itu pun menjadi hancur.


Deona yang melihat hal itu sangat terkejut. Dia disuruh Rize lari dari sana, tapi dia malah tercengang di sana.

__ADS_1


"Sky, kamu jaga pintu utama, biarkan orang-orang lain yang tidak tergigit keluar dan jangan biarkan vampire itu keluar dari ruangan ini, kita akan memusnahkan mereka di sini, sehingga tidak akan ada yang menyebar keluar. Kita juga akan mencari siapa yang mengigit gadis itu."


Sky ke arah luar dan membantu anak-anak sekolah yang masih belum tergigit oleh vampire itu.


Leonil tampak senang karena apa yang dia pikirkan tentang vampire memang benar-benar ada."


"Pasti kamu juga salah satu dari vampire itu, Rize. Aku juga yakin jika Dre sudah kamu gigit dan mungkin sudah kamu bunuh juga."


Keadaan di sana benar-benar tidak terkendali, bahkan Sky pun tidak dapat melawan begitu banyak yang menjadi vampir baru. Semua di sana tidak dapat dikendalikan.


"Bagaimana ini, Rize? Kita tidak akan mampu mengurusi mereka semua yang ada di sini, mereka akan menyebar lebih banyak di luar."


Rize menjadi bingung, apa yang harus dilakukan ? Nanti akan banyak manusia menjadi vampir, dan akan banyak pula yang harus dia memusnahkan.


"Rize, bagaimana ini? Cepat ambil keputusan! Jangan banyak berpikir, semakin banyak vampire di sini yang tidak bisa dikendalikan dan aku tidak bisa menahan pintu ini."


Tiba-tiba ada tali dari atas dan seseorang turun menggunakan tali itu. Pria dengan jubah besarnya dan pedang di tangan, dia dengan cepat melenyapkan beberapa vampir yang ada di sana. Rize dan Sky tercengang.0


"Kenapa kalian diam saja? Bantu aku untuk mengurusi para vampir ini, dan kamu jaga di pintu depan, jika ada vampir jangan biarkan keluar. Aku akan memusnahkan yang ada di sini, biar mereka tidak menggigit yang lainnya."


Rize akhirnya membantu pria dengan jubah besarnya itu. Rize tidak dapat melihat wajah pria itu karena di tutupi oleh cadar.


"Apa kamu seorang pembasmi vampir? Apa kamu putra dari paman Dom?"


Gerakan pria itu melambat setelah Rize bertanya tentang putra Paman Dom. Dom adalah panggilan singkat ayahnya.


Setelah membereskan para vampir itu, dia akan bertanya pada Rize tentang ayahnya. Zio sangat penasaran, kenapa Rize bisa mengetahui tentang ayahnya? Apa Rize pernah mengenal ayahnya itu?


Sky menutup semua pinta dan menyusahkan beberapa vampire yang baru tercipta, dengan gerakan cepat mereka memusnahkan para vampire itu.


"Benar-benar kejadian yang mengerikan, Rize."

__ADS_1


__ADS_2