My Vampire Prince

My Vampire Prince
Jebakan yang Gagal part 2


__ADS_3

Rufo menahan pundak Zio dengan kuat, tapi dia mendapat perlawanan dari Zio. Rufo heran karena Zio tidak biasanya seperti itu.


Zio seolah menjadi pria kuat dan pemberani. Di depan Rufo ini seolah bukan sosok Zio yang mereka kenal.


"Zio, aku takut sekali sama mereka. Kalian ini sebenarnya mau apa? Pergi dari sini dan jangan menggangguku dengan Zio."


"Kamu tidak akan mengganggumu, kamu pasti ingin berdua dengan Zio. Kalau begitu kalian berduanya di kamar Zio saja, kasihan temanku ini tidak pernah mendapat sentuhan lembut dari seorang gadis. Zio, kalau kamu sama dia, lebih baik kamu berikan gadis tangguhmu itu padaku karena aku menyukai tipe gadis seperti dia."


"Jangan bicaramu, Troy! Mara gadis yang baik dan jangan berani macam-macam dengannya."


Troy berjalan dan mendekatkan wajahnya pada wajah Zio. "Apa kamu sedang mengancamku, anak culun?"


"Aku tidak mengancammu, tapi aku sedang memberitahumu saja."


"Kamu jangan belajar menjadi playboy karena kamu tidak pantas. Lebih baik kamu bersama dengan gadis sexy ini dan bersenang-senanglah." Troy mengedipkan salah satu matanya dan tersenyum seolah mengejek Zio.


"Siapa namamu?" Zio bertanya pada gadis di sebelahnya yang dari tadi memegangi tangan Zio.


"Aku Siza. Zio sebaiknya kita pergi saja ke suatu tempat berdua agar mereka tidak mengganggu kita."


"Aku tidak bisa. Sebaiknya aku mengantar kamu pulang dan kalian semua sebaiknya pergi dari rumahku karena aku sedang tidak ingin menerima tamu."


Siza malah menangis dengan kencang karena usiran Zio. Rufo yang melihat hal itu malah mengoloknya dengan diikuti tawa semua temannya.


"Kamu jangan kejam begitu, Zio. Kasihan gadis ini yang sangat baik mau mengajak kamu jalan-jalan di mana tidak ada satu gadis pun yang mau denganmu karena penampilan culunmu."


"Kalian banyak basa basi. Sebaiknya kita bawa masuk saja dua orang ini agar bisa bersenang-senang di dalam kamar, dan kamu akan dengan senang hati merekamnya agar menjadi berita yang sangat heboh." Tangan Rufo mendorong tubuh Zio dan Siza masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Hentikan! Kalian jangan berbuat seenaknya, aku tidak mau melakukan apa yang kalian inginkan!" teriak Zio marah.


Zio dan Siza masuk ke dalam kamar dan dengan kasar mereka mendorong Zio sampai jatuh di atas tempat tidur.


"Kalian mau apa?"


"Kami ingin membuat kamu mendapat malu satu sekolah dan bahkan kamu tidak akan pernah bisa menampakkan wajahmu."


Kedua tangan Zio dipegangi oleh teman Rufo dan dengan kasar Rufo menarik baju Zio sampai kancing baju Zio terlepas dan memperlihatkan tubuh Zio yang sama sekali tidak Rufo dan Troy bayangkan.Bu


Zio memiliki perut six pack dan ada tatto yang membuat tubuh pria yang dianggap culun itu tampak sangat mempesona.


Siza yang melihatnya pun sampai menelan salivanya dengan susah.


"Tubuh kamu bagus sekali, Zio. Kalian bilang jika anak culun ini bukan pria yang tangguh, tapi buktinya dia pria yang mempesona, apa lagi tubuhnya ini." Siza tampak tersenyum gemas melihat tubuh Zio.


"Anak culun ini ternyata boleh juga. Dia memiliki tatto yang bentuknya unik."


Zio yang tidak mau teman-temanya mengetahui tentang tatto di perutnya yang bisa menyala dengan cepat dia bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil kemejanya yang sudah tidak berkancing. Zio dengan cepat memakainya dan sekali lagi mengusir teman-temannya itu.


"Dia berani ternyata."


"Aku bilang keluar! Atau aku buat kalian mendekat malu seperti apa yang selalu kalian lakukan padaku dan anak-anak yang kalian tindas lainnya."


Rufo yang tidak terima dengan ucapan Zio melayangkan tinjunya pada wajah Zio, tapi dengan cepat Zio menahannya kepalan tangan Rufo. Zio dengan wajah datarnya mencengkeram kepalan tangan Rufo sampai pria itu meringis kesakitan.


Teman Rufo lainnya yang ingin membantu dengan cepat ditendang sampai terjerembab dan menabrak meja yang ada di kamar Zio.

__ADS_1


Siza yang melihat itu menjadi takut dan dia mundur di pojokan, Troy yang melihat rufo kesakitan berusaha memukul tangan Rufo dengan tongkat kayu yang ada di kamar Zio, tapi mereka tercengang karena tongkat kayu itu yang malah patah, bukan tangan Zio yang patah atau kesakitan.


"Kamu pikir aku Zio, anak sekolah yang sering kalian hina dan bully seenaknya di sekolah. Kali ini kalian yang akan aku permainan seperti kalian yang suka mempermainkan aku."


Mereka di dalam kamar itu dihajar oleh Zio habis-habisan. Siza yang hendak keluar dengan cepat pintu ditutup oleh Zio dengan melemparkan salah satu teman Rufo sampai pingsan dan menghalangi pintu itu.


"Zio, kami minta maaf sama kamu, tolong ampuni kami. Kamu janji tidak akan menyiksa bahkan membullymu lagi," ucap mohon salah satu teman Rufo.


"Aku juga minta maaf karena aku hanya disuruh oleh mereka untuk merayumu dan mengajak kamu berbuat hal yang di luar batas di dalam kamar agar mereka dapat mempermalukan kamu dihadapan banyak orang."


"Hapus video yang tadi kamu sudah kirim di media sosialmu dan buat klarifikasi tentang video itu. Bersihkan namaku di sana, dan setelah itu aku akan membuat hukuman untuk kalian jika kalian ingin aku maafkan," terang Zio dengan nada tegasnya.


"Troy, lakukan apa yan Zio ucapkan. Kamu tidak mau 'kan kalau kita sampai diajar lagi. Badanku sudah sakit semua, Troy, dan aku tidak mau kalau sampai masuk rumah sakit."


Troy yang wajahnya juga sudah memar dan ada darah pada tepi bibirnya mengambil ponsel miliknya dan menghapus video yang baru saja dia upload. Troy juga memberikan pernyataan tentang video itu. Dia sudah memberishkan nama baik Zio.


"Sekarang biarkan kami pergi dari sini."


"Enak saja kalian pergi." Zio tampak tersenyum miring dan terlihat kejam.


Beberapa jam kemudian di medis sosial terutama yang dilihat oleh teman-teman satu sekolah dengan Rufo dan Zio melihat ada video lucu dan menghebohkan, di mana ada tarian yang dibawakan oleh Rufo, Troy dan teman-temannya hanya dengan menggunakan celana dalaman pendek, mereka menari-nari dengan diiringi musik.


Zio benar-benar mempermalukan anak-anak nakal yang suka sekali membuat rusuh di sekolah dan sekali membuat anak-anak yang lemah menderita.


Zio tampak sangat puas sudah membalas perlakuan buruk mereka selama ini. Rufo dan Troy merasa sangat malu saat ini dan mungkin mereka tidak akan masuk ke sekolah dalam beberapa hari ini.


"Ini tidak mungkin. Bagaimana Troy dan Rufo seperti ini?"

__ADS_1


__ADS_2