
Rize tidak main-main dengan apa yang dia katakan. Coral sampai di depan rumah yang terbilang cukup unik, letaknya pun berada jauh dari pemukiman dan masih sangat sepi.
"Tempat ini sepi sekali, kenapa kamu tinggal di perumahan yang masih sepi begini, Rize?"
"Aku suka hal yang tenang dan jauh dari kebisingan."
Entah siapa yang membisiki Coral, sehingga terlintas dalam pikirannya jika Rize ini pasti orang jahat yang sedang mencari korban.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" Rize mengerutkan kedua alisnya saat dia ditatap oleh Coral dengan mata curiga.
"Kamu orang jahat yang ingin menyakitiku, kan?"
"Apa?" Rize terkejut.
"Kamu pura-pura menolongku, mencari simpatiku dan sekarang kamu akan melancarkan aksimu, supaya tidak ada yang curiga jika dirimu orang jahat."
Rize mendekatkan wajahnya pada Coral, seketika gadis itu mundur sampai punggungnya menabrak pintu mobil. "Kamu cerdas juga ternyata, kamu bisa membaca rencanaku dengan baik." Rize tersenyum miring.
Coral menarik napasnya panjang dengan wajah takut. "Jadi, apa yang aku katakan benar?"
__ADS_1
"Tentu saja, aku akan mengikatmu dan menghisap darahmu sampai habis karena aku sudah lama tidak meminum darah manusia."
Coral malah tertawa sekarang. "Memangnya kamu nyamuk, menghisap darah manusia."
"Aku vampire, Coral."
Rize turun dan dia membuka pintu, menyuruh Coral turun. Coral yang tadinya tertawa, sekarang dia kembali takut lagi.
"Aku tidak mau turun, aku mau pulang Rize." Coral sangat takut sekarang.
Rize tidak mau banyak bicara, dia sekali lagi menggendong Coral dan saat gadis itu berontak, Rize mengancam akan menciumnya lagi. Coral seketika terdiam karena dia tidak mau dicium oleh Rize lagi. Sebenarnya dalam hatinya yang paling dalam, bahkan yang sangat dalam, dia tidak merindukan ciuman Rize.
Coral dibawa masuk ke dalam rumah, dan di sana sudah ada Paman Helius yang berdiri di depan meja makan sedang mempersiapkan makanan untuk mereka.
"Namaku Coral, Paman."
"Nona Coral silakan duduk, saya sudah menyiapkan makan siang untuk Nona."
Coral mengedipkan kedua matanya beberapa kali melihat hidangan yang semuanya terlihat sangat enak. Coral sampai menelan salivanya dengan susah.
__ADS_1
"Coral kamu kalau mau makan saja dulu, aku mau berganti baju." Rize berjalan masuk ke dalam kamar yang memiliki pintu berwarna putih.
"Nona, silakan duduk dan nikmati makan siangmu."
Coral tampak sedang berpikir. Apa Rize sengaja memberinya makan dulu agar dia mati tidak dalam keadaan lapar? Tapi dilihat dari sikapnya. Rize tidak pantas jika menjadi pembunuh.
"Nona, kamu sedang melamun apa? Silakan makan lebih dulu."
"Aku menunggu Rize saja, Paman."
"Tapi Pang--. Maksud saya Tuan Rize tidak makan makanan ini."
"Apa? Tidak makan makanan seperti ini? Memangnya dia makan apa? Apa dia vegertarian? Itu ada sayuran."
Paman Helius bingung harus menjelaskan seperti apa pada Coral. Rize itu, kan, bukan manusia, dan dia tidak makan makananan manusia.
"Paman, terima kasih sudah disiapkan makan siangnya. Bisa tinggalkan aku berdua dengan Coral, aku tidak mau diganggu."
"Baik, Tuan Muda Rize."
__ADS_1
Paman Helius berjalan pergi dari sana. Coral terpaku melihat pria dengan wajah tampannya sedang duduk di sampingnya.
"Mau aku suapi?"