
Rize seketika darahnya mendidih mendengar apa yang Zartu katakan, dan dia dengan cepat menyerang Zartu.
"Aku habisi kamu jika sampai berani menyentuh gadis itu." Rize mencekik leher vampire bernama Zartu itu sampai vampire itu wajahnya seperti menahan napas, dahal mereka sudah tidak bernapas.
"Argh ...!"
Sekarang teriakan dari sang pangeran karena ternyata ada sebuah kekuatan seperti asap berwarna hitam menyeruak diseluruh tubuhnya dan membuat Rize pun seperti tercekik. Mara yang melihatnya ingin membantu, tapi dengan cepat Rize memberi isyarat dengan tangannya agar Mara tidak perlu membantunya karena Rize bukan seorang pengecut. Rize mencoba menahan asap pencengkeram itu dengan memberi sebuah bantingan pada Zartu sehingga vampire itu terpental jauh dan Rize terus menyerangnya tanpa jeda.
"Aku akan memusnahkan kamu!' seru Rize dengan marahnya. Zartu yang merasa akan kalah melawan Rize memilih kabur, tapi Rize hari ini tidak akan melepaskan vampire jahat itu. Kebetulan sekali Zartu keluar dari wilayahnya dan dengan begitu Rize akan dengan mudah memusnahkannya.
Rize berlari secepat kilat mengejar vampire jahat itu.
"Itu apa? Eh, tapi kenapa mirip manusia dan apa itu, Rize?" Leonil yang melewati sebuah jalanan melihat ada dua sosok sekelebatan seperri bayangan yang melintas di samping mobilnya berjalan.
"Ada apa Leonil? Kenapa muka kamu aneh begitu?" tanya teman Leonil yang sedang mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
"Apa kamu tadi tidak melihat ada seperti dua orang yang sedang berlari dengan cepat di area pepohonan itu, Dre?"
"Hah? Mana ada yang lewat dari pepohonan itu? Lagi pula kenapa juga dia melewati jalanan semak dan pepohonan di sana? Kamu kebanyakan minum ya?"
"Siapa yang minum? Tapi memang gara-gara ingin mencari tau siapa Rize. Jadinya aku seolah-olah melihat dia terus."
"Rize? Siapa Rize? Apa dia mengganggumu?"
"Dia kekasih Coral saudara tiriku yang tidak berguna itu," ujar Leonil marah.
"Tentu saja, apa lagi kekasihnya itu sangat tampan dan anak orang kaya di kota lain
"Wow! Bagus sekali nasib saudara tirimu yang kamu benci itu. Lalu, kenapa kamu marah? Kamu iri?"
"Bukan iri, Dre, tapi lebih ke arah muak dan menyebalkan melihatnya."
__ADS_1
"Tunggu-tunggu! Kamu menyukai saudara tiri kamu."
"Enak saja! Siapa yang menyukainya? Aku tidak mungkin menyukainya, aku malah ingin menyingkirkannya dari rumah agar ayahku hanya menyayangiku dan Deona."
Mobil yang mereka kendarai berhenti tepat di depan rumah dan sekali lagi Leonil tampak mengerutkan kedua alisnya melihat ada dua orang sedang berkelahi dan tiba-tiba menghilang dengan cepat.
"Itu Rize, tapi kenapa dia bisa menghilang secepat itu?" Leonil mengucek kedua matanya guna menyakinkan jika dirinya tidak salah melihat.
"Kamu kenapa malah diam di situ? Ayo turun dan kita buat rencana untuk saudaramu itu. Aku aka membantumu menyingkirkan saudara tirimu itu."
Leonil tersadar dan akhirnya dia mengikuti temannya itu masuk ke sebuah cafe yang tidak terlalu besar.
Leonil menceritakan jika ibunya mengatakan pada ayahnya jika Coral sudah berubah menjadi gadis liar karena terpengaruh oleh kekasihnya dan sekarang ibunya itu ingin membuat apa yang dia ucapkan menjadi kenyataan.
"Aku saja yang mengajaknya bersenang-senang dan membuat gadis itu merasakan apa itu rasa nikmat dan kemarahan dari ayahnya." Pria muda yang lebih tua dari Leonil itu adalah saudara sepupunya yang mengajak janjian bertemu.
__ADS_1