My Vampire Prince

My Vampire Prince
Dia Rize yang Kukenal part 1


__ADS_3

Di atas motor mereka berdua saling bercerita. Coral benar-benar penasaran ingin tau siapa gadis yang sudah membuat sahabatnya itu jatuh cinta. Zio menceritakan awal pertemuannya dengan gadis yang dia panggil malaikat cantiknya.


"Jadi, dia yang mengajarimu bela diri dan memberi semangat kamu harus berani dengan anak-anak tukang bully itu?"


Zio mengangguk. "Dia seorang gadis, tapi tidak takut pada Rufo dan teman-temannya. Dia dengan kerennya mengalahkan Rufo dan lainnya."


"Andai aku bisa seperti dia, aku bakal tendang itu Luana dan Taza jika berani denganku."


"Kamu bisa belajar bela diri dengannya nanti dan dia pasti tidak akan keberatan mau mengajari kamu."


"Iya, juga ingin bisa melindungi diriku sendiri, apa lagi --." Coral terdiam.


"Apa lagi apa? Kamu sebenarnya tidak perlu bisa bela diri, bukannya ada Rize yang akan selalu melindungi dan menjagamu."


Coral masih kepikiran tentang siapa Rize sebenarnya. Apa dia waktu itu berhalusinasi atau memang Rize adalah vampire?


"Coral, lihat."


Motor Zio berjalan perlahan karena ada mobil yang berjalan lebih cepat di depannya dan memotongnya dari arah agak jauh. Mobil itu berhenti dan seorang pria keluar dari sana.


"Rize? Kenapa dia bisa ada di sini?"


Motor Zio berhenti, tapi Coral tidak mau turun dari atas motor karena masih takut dan tidak yakin jika dia Rize yang dia kenal.


Rize yang tau akan sikap Coral, berjalan mendekat ke arah kekasihnya itu.


"Aku tadi ke rumahmu, tapi kata Deona kamu sedang sakit. Kenapa sekarang ada di sini bersama dengan Zio? Kamu sengaja menghindariku? Ada apa?" Tangan Rize memegang lembut tangan gadis yang masih menjadi kekasihnya itu.


Coral dengan cepat menarik tangannya dari tangan Rize dan melihat takut pada kekasihnya itu. "Aku tidak menghindarimu, Rize. Tadi aku memang tidak enak badan, tapi setelah aku buat istirahat sebentar, keadaanku agak enakkan dan aku pergi ke rumah Zio karena nenek Zio kemarin meninggal dunia."


"Apa? Nenek kamu meninggal dunia? Aku turut berduka cita, Zio."


"Terima kasih, Rize. Rize, kamu itu sebenarnya manusia apa vampire?" celetuk Zio yang akhirnya mendapat pukulan tepat di pundaknya.

__ADS_1


"Zio! Kenapa bertanya seenaknya seperti itu?"


"Dari pada kamu bingung dan memikirkan terus tentang masalah itu, lebih baik aku tanyakan langsung pada orangnya."


"Vampire? Maksud kamu bagaimana?" Rize berpura-pura bingung.


"Rize, kemarin malam ada kejadian buruk yang hampir menimpa Coral di rumahnya."


"Kejadian? Kejadian buruk apa?"


"Coral hampir dinodai oleh sepupunya Leonil dan Deona yang bernama Dre."


"Apa?" Rize melihat pada Coral yang terdiam melihat ke arahnya. "Coral, di mana pria itu sekarang?" tanya Rize dengan wajah marah.


Coral memundurkan langkahnya dan mencoba menghindar dari tangan Rize yang memegang pundaknya.


"Bukannya kamu sudah menghisap darah Dre Rize. Aku melihatnya sendiri."


"Apa maksud kamu, Coral? Aku sama sekali tidak mengerti yang kamu ucapkan."


"Memang itu yang akan aku lakukan jika kau bertemu dengan Dre, aku akan menghabisi pria yang sudah berani menyentuh calon istriku!" seru Rize dengan wajah dinginnya.


Coral yang melihat seketika terdiam karena dia melihat Rize memang sangat marah dan itu karena tau jika dirinya akan disakiti.


"Coral, kalau jadi Rize, aku juga akan marah. Apa lagi perbuatan Dre memang sudah sangat keterlaluan."


Rize berjalan mendekat pads kekasihnya itu dan Coral terdiam dengan pandangan tidak dilepaskan pada Rize.


Tangan Rize menarik Tubun Coral mendekat ke arahnya dan memeluk Coral dengan erat. "Jangan takut padaku karena aku tidak akan pernah menyakitimu. Aku mencintaimu dan aku akan menjadikanmu istriku. Aku bahkan ingin menghilangkan semua penderitaan di dunia ini."


Coral yang ada di dekapan Rize terdiam. Jujur saja jika di dalam hatinya dia merasakan betapa tulusnya Rize kepadanya terlepas jika memang Rize adalah vampire.


Coral melepaskan pelukan Rize dan dia mengeluarkan cincin yang Coral temukan di rumahnya pada saat kejadian itu.

__ADS_1


"Ini milikmu 'kan Rize?" Rize tampak tenang melihat cincin itu. "Jika kamu tidak ada di sana, kenapa cincin ini bisa berada di sana saat malam aku hampir dinodai oleh Dre, dan saat aku bangun, aku melihat Leonil tampak bingung di sana seperti sedang mencari sesuatu.


"Itu bukan cincinku karena cincinku masih ada di jari tanganku." Rize menunjukkan cincinnya yang benar sekali ada di jari tengahnya, dan dia cincin itu sangat mirip.


"Benar-benar rencana keluarga kamu yang sempurna, mereka bahkan membuat cincin yang mirip dengan milik Rize agar kamu nanti berpikiran buruk yang berbuat jahat denganmu adalah Rize. Keluargamu memang kejam Coral."


Coral sekali lagi terdiam mencerna ucapan sahabatnya. Sepertinya memang ini rencana keluarganya dan ingin dia dengan Rize berpisah, dan mungkin saja vampire yang dia lihat itu hanya halusinasinya yang sangat mengharapkan Rize datang untuk menolongnya.


"Lalu, siapa yang menolongku saat itu karena aku bangun dan tampak tidak terjadi apa-apa?"


"Mungkin ada sesuatu hal yang membuat Dre tidak jadi melakukan hal itu atau mungkin ada seseorang di pesta itu yang memergoki hal buruk yang akan dilakukan Dre terhadapmu."


"Sekarang jangan memikirkan hal buruk itu lagi. Selama aku berada di sini, aku akan menjamin jika kamu akan aman, Coral."


"Kamu ke mana selama beberapa hari ini, Rize? Kenapa kamu tidak memberi kabar padaku? Kamu menghilang begitu saja dan apa kamu tau jika aku sangat khawatir sama kamu?"


"Aku minta maaf, Coral. Aku sakit dan ayahku mengajak aku pulang ke rumahku untuk menjalani perawatan di sana."


"Apa? Kamu sakit?"


"Iya, aku sakit di rumah dan Paman Helius menghubungi ayahku kemudian ayah mengajakku pulang karena di sana tidak ada yang akan merawatku."


Coral sekarang memeluk Rize dengan erat. "Aku minta maaf jika tidak tau akan hal itu. Aku mencarimu ke rumah, tapi keadaan rumahmu tampak sepi."


"Kamu mencariku ke rumah?" Coral mengangguk dalam pelukan Rize. "Sendirian?"


"Iya, tapi karena kamu tidak datang, lantas aku pulang saja."


"Ehem! Apa kalian tidak bisa melihat ada aku di sini? Coral, kamu pulang dengan Rize saja, siapa tau kalian ingin berbicara banyak hal."


"Biar aku yang mengantar Coral pulang, Zio. Terima kasih sebelumnya."


"Kamu sudah tidak takut lagi pada Rize 'kan, Coral? Dia juga tidak akan menggigitmu jika memang dia vampire. Kalau dia mau menggigitmu, kesempatan itu sangat besar dari dulu."

__ADS_1


Coral mengangguk dan dia akhirnya mau pulang dengan Rize.


Di dalam mobil Rize membantu Coral memasangkan sabuk pengamannya.


__ADS_2