My Vampire Prince

My Vampire Prince
Ketakutan Coral Part 2


__ADS_3

Deona tampak terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Coral. Kenapa Coral seolah tidak ingin bertemu Rize, dahal dari kemarin Coral terlihat sangat menginginkan bertemu dengan Rize.


"Kalian kenapa? Apa ada masalah?"


"Aku dan Rize tidak ada masalah apa-apa."


"Kenapa tidak mau bertemu dengan Rize? Pasti kalian ada masalah, aku berharapnya, sih, kalian ada masalah dan kalau bisa juga kamu pergi meninggalkan Rize atau Rize meninggalkan kamu karena kalian memang sama sekali tidak cocok," ucap Deona dengan bersidekap dan berjalan pergi dari sana.


"Apa benar Rize seorang vampir? Kalau itu benar, dia mendekatiku pasti ingin menghabisiku seperti Dre waktu itu." Coral tampak ketakutan sendiri.


Deona turun dan memberitahu pada Rize jika Coral tidak bisa menemuinya karena tidak enak badan.


"Dia sakit apa? Apa aku boleh melihat keadaannya?"


Deona melihat ke arah ibunya, ibunya tidak ingin sebenarnya Rize bertemu dengan Coral. Malahan dia berharap mereka berdua bisa putus.


"Biarkan Coral istirahat dulu, mungkin besok dia akan lebih baik, lagi pula aku juga tidak bisa membiarkan kamu naik ke atas kamar Coral, kalau ada yang melihat dan suamiku tahu hal itu pasti aku akan dimarahi, dikira aku tidak bisa menjaga Coral dengan baik. Apa kamu bisa mengerti yang aku maksudkan?"


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu dan tolong sampaikan salamku kepada Coral." Rize pergi dari sana. Rize tahu mungkin Coral takut setelah kejadian kemarin malam.


Setelah melihat mobil Rize pergi dari sana, Deona mengajak ibunya masuk ke dalam rumah. Deona tanpa tersenyum senang karena sepertinya Rize kecewa dengan Coral. Ini hanya sebagian kecil, setelah ini Rize akan benar-benar membencinya bahkan tidak mau mengenal gadis seperti Coral."


"Apa benar anak tidak tahu diri itu sedang tidak enak badan? Apa karena teringat kejadian bersama dengan Dre, sehingga dirinya menjadi malu untuk bertemu dengan kekasihnya?" Rose tertawa dengan sangat kerasnya.


"Mungkin saja, Bu, baguslah kalau dia tahu diri tidak ingin bertemu dengan Rize."


"Kalau begitu kita naik saja sekarang sekalian kita ini berpura-pura tidak tahu apa yang sudah terjadi dan kalau dia menceritakannya kita akan berpura-pura simpati padanya."


"Iya, Bu, kita berpura-pura nangis saja, biar dia percaya jika kita sangat peduli padanya, nanti baru kita buat dia bertambah sedih lagi karena kejadian itu." Mereka berdua tertawa seperti dua iblis wanita.


Coral tampak duduk di sudut ruangan di sana. Dia memeluk lututnya dengan sangat erat dan memandangi cincin Rize yang ada di depannya."

__ADS_1


"Aku lihat sendiri dia memang seorang vampir dan dia dengan tega telah menggigit Dre. Oh Tuhan! Sekarang Dre di mana? Apa dia sudah mati karena digigit oleh Rize? Aku tidak mau ikut disalahkan karena masalah ini."


Wajah Coral benar-benar tambah ketakutan saat ini, dia juga shock karena pria yang sangat dicintai dan percayai membohonginya begitu besar.


Terdengar suara pintu loteng dibuka, dan dengan cepat Coral mengambil cincin milik Rize itu dan menyembunyikannya.


"Ibu, Deona ada apa kalian ke sini?"


"Coral apa kamu baik-baik saja, Nak? Kata Deona, kamu sedang tidak enak badan. Kamu kenapa? Demam?" Tangan wanita itu menyentuh dahi Putri tirinya, tapi dia tidak merasakan jika Coral itu demam.


"Aku hanya tidak enak badan, Bu. Bu, apa bisa tinggalkan aku sendirian karena aku mau istirahat saja hari ini."


"Kemarin malam apa tidurmu nyenyak, Coral?"


"Aku kemarin malam sangat nyenyak tidurnya, Bu, tapi--."


"Tapi kenapa?"


Coral bingung, apa dia harus bercerita tentang Dre yang di kamarnya atau tidak? Apa Coral juga perlu mengatakan tentang Rize yang ternyata adalah seorang vampire?"


"Tidak ada apa-apa, Bu. Aku hanya mimpi buruk saja kemari malam dan mimpi itu sangat menakutkan."


Tangan wanita paruh baya itu mendekat dan mengusap lembut kepala Coral. "Kamu jangan memikirkan tentang mimpi buruk, yang terpenting kamu tidak kenapa-napa. Kalau begitu kamu tidur saja dulu."


Rose mengajak Deona pergi dari sana. Deona kesal karena seharusnya pagi ini Coral bangun dengan melihat ada pria lain yang sudah menidurinya dan dia menjadi shock, tapi nyatanya tidak seperti itu.


"Bu, kenapa dia tampak tidak terlalu sedih begitu? Apa karena dia mungkin tidak tau jika dia sudah berbuat hal di luar batas dengan Dre? Atau Dre memang tidak melakukan apapun, bahkan dia juga tidak ada buktinya."


"Kita tunggu Dre saja. Entah ke mana anak itu?"


"Kalau sampai rencana ini gagal juga. Aku tidak mau menganggap dia saudara sepupu lagi." Muka Deona tampak ditekuk kesal.

__ADS_1


Leonil berjalan masuk ke dalam rumah dengan muka bingungnya. Rose yang melihat wajah putranya tampak bingung juga.


"Kamu dari mana? Kenapa wajahmu seperti itu?"


"Aku dari kemarin malam mencari di mana Dre berada, Bu, tapi tetap saja dia tidak aku ketemukan."


Leonil duduk dan menghabiskan satu gelas air di depannya. "Apa dia tidak minum di club malam?"


"Aku sudah mencarinya ke sana, tpi dia tidak ada dan pegawai di sana juga mengatakan terakhir kali melihat Dre saat bersamaku."


"Apa dia sudah pulang ke rumahnya?"


"Dia masih belum masuk kuliah, Deona. Dia bilang padaku jika seminggu lagi dia akan pulang. Dia ingin menghabiskan waktunya di sini dulu."


Dre jika ke rumah bibinya itu tidak pernah menginap di rumah karena dia lebih senang menyewa hotel agar dia lebih bebas.


"Lalu, dia ke mana? Atau Coba saja kamu menghubungi rumah, siapa tau dia sudah pulang dan tidak memberitahu kita, tapi jangan mengaku kalau saudara sepupunya, katakan saja jika kamu adalah temannya."


Leonil akhirnya menyetujui usulan ibunya dan dia mencoba menghubungi telepon rumah Dre.


Leonil berbicara dengan salah satu pelayan di rumah Dre, dan mereka mengatakan jika Dre ada di rumah saudara sepupunya.


Mereka bertiga tampak kaget dan sekarang seketika mereka panik.


"Kalau begitu, di mana Dre? Kenapa bisa dia tiba-tiba menghilang seperti ini?" Leonil tampak panik.


"Leonil, bagaimana kalau kita tanyakan saja pada Coral di mana Dre berada?" tanya Deona.


"Kamu gila! Kalau kita bertanya pada Coral, sama saja kita membuka rencana yang sudah kita rencanakan untuk dia. Kita akan mencari cara lainnya saja untuk mengurus masalah ini dan semoga Dre segara kembali."


Rose ini juga khawatir sekarang, apa lagi kedua orang tua Dre pasti akan menegur Rose karena Dre menghilang saat liburan di rumahnya.

__ADS_1


Di dalam kamarnya. Coral masih saja duduk termenung sendirian dengan masih memeluk kedua lututnya.


"Kenapa Rize harus membohongiku di saat aku sudah sangat percaya padanya?" Coral menangis dengan menyembunyikan kepalanya di kedua lututnya.


__ADS_2