
Gadis itu melihat pada tangannya yang dipegangi oleh Zio. Dia jujur saja tidak suka ada orang asing yang berbuat hal itu.
"Singkirkan tanganmu, atau aku gigit kamu!"
Zio seketika menyingkirkan tangannya dan meminta maaf karena dia tadi reflek memegang tangan gadis itu.
"Nama kamu siapa? Perkenalkan, namaku Zio." Zio mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan.
Gadis itu hanya memandang datar pada Zio. "Namaku Tsamara, kamu bisa memanggilku Mara." Gadis bernama Mara itu tidak mau berjabatan tangan dengan Zio.
Kenapa nama kamu sama seperti orangnya?" seloroh Zio.
"Apa maksudmu?" Wajah Mara tampak ditekuk kesal.
"Tidak ada maksud apa-apa. Apa mau aku antarkan kamu mencari alamat temanmu?"
"Tidak perlu karena kamu pasti sangat menyusahkan."
__ADS_1
Gadis itu berjalan pergi dari sana, tapi tiba-tiba beberapa pria membawa motornya berhenti di depan Mara. Mara menatap tajam pada orang-orang yang Mara rasakan adalah orang jahat.
Zio secepatnya berlari ke arah Mara karena dia mengenal orang-orang yang menghadang Mara.
"Kalian siapa?" tanya Mara santai.
"Aku dengar kamu tadi sudah mempermalukan saudaraku di sekolah."
"Saudara kamu? Apa dia?" Mara menunjuk pada seseorang yang ada di dekat pria yang bertanya pada Mata itu.
"Hei, bocah penakut! Kamu sebaiknya pergi dari sini dan jangan menggangguku. Aku hari ini akan bersenang-senang dengan gadis cantik yang katanya jago bela diri ini." Tatapan Rufo mengarah pada Mara yang malah sebal melihatnya.
"Troy, tolong jangan sakiti gadis ini. Dia masih baru di kota ini." Zio tampak memohon pada saudara dari Rufo.
"Minggir, kamu!" Zio dihempaskan dengan kasar oleh Troy.
"Hei! Jangan berbuat kasar pada temanmu!" seru Mara dengan lantang.
__ADS_1
"Dia memang pantas diperlakukan seperti itu karena suka sekali ikut campur masalahku. Gadis cantik, apa kamu mau ikut denganku?"
Mara melirik kesal pada Troy dari atas ke bawah. "Aku tidak tertarik dengan ajakanmu."
"Sombong sekali!"
Tangan Rufo tiba-tiba ingin menggandeng tangan Mara, tapi dengan cepat marah memutar tangan Troy sehingga Troy merintih kesakitan.
Beberapa teman Troy membantu, tapi yang ada Mara berhasil menghajar satu persatu teman Troy sehingga mereka semua tersungkur ke tanah.
Salah satu teman Troy merasa jika gadis yang sedang mereka lawan ini bukan gadis sembarangan dia seolah memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, dan gerakannya sangat cepat sampai mata mereka tidak dapat melihat bagaimana gadis itu bisa memukul dan berpindah tempat dengan. cepat.
"Kalian benar-benar memalukan karena melawan seorang gadis. Pria ini tidak bersalah. Apa hidup kalian tidak enak kalau tidak mengganggunya?" Mara berbicara dengan berkacak pinggang di depan para anak nakal itu.
"Dia kuat sekali. Sebaiknya kita tidak meneruskan melawannya Troy, atau kita akan semakin parah."
Mara tersenyum miring melihat anak-anak nakal itu tampak ketakutan dan heran. "Memang kalian lebih baik pergi dari sini karena aku seolah ikut mendidih otakku saat melihat kalian. Eh, sebelum kalian pergi katakan dulu kenapa kamu suka sekali menyakiti dia?" Telunjuk Mara mengarah pada Zio.
__ADS_1