My Vampire Prince

My Vampire Prince
Kejadian Tak Diinginkan


__ADS_3

Tentu saja aku mau, Pangeranku." Coral menerima uluran tangan Rize, dan mereka berdua berdansa seperti putri raja dan pangerannya. Mereka tampak menikmati dansa bersama di tengah bunga-bunga berwarna ungu yang bermekaran dengan indah di sana. Senyum Coral tidak berhenti dan wajah Coral pun terlihat sangat bahagia."


"Apa nanti setelah jam dua belas malam kamu akan berubah, Pangeran Rize?"


"Aku tidak akan berubah menjadi apapun, Coral, kecuali kalau ada seseorang yang ingin menyakitimu, aku bisa berubah menjadi orang yang tidak akan kamu kenali."


Mereka kembali melanjutkan dansanya hingga Coral teringat bahwa dia harus segera pulang.


"Rize, terima kasih untuk malam ini, tapi aku harus segera pulang, aku takut jika nanti ayahku curiga aku tidak ada di dalam kamar."


"Baiklah aku akan mengantarmu pulang, , Ratuku, berpeganglah yang erat." Rize kembali menggendong Coral dan tangan gadis itu pun mengalung pada leher Rize.


"Aku sangat mencintaimu, Rize," ucap Coral sembari mengusap lembut wajah sang kekasih.


"Aku juga sangat mencintaimu, Coral, aku akan membuat kamu menjadi milikku."


"Aku menunggu hal itu tiba, Rize." Mereka pun berciuman sejenak kemudian Rize segera membawa Coral pergi dari sana."


Coral tidak hentinya memandangi wajah Rize saat dia berada digendongannya.


Namun, perlahan Coral melihat ada perubahan dari wajah Rize dan gerakan Rize pun menjadi lambat sampai akhirnya Rize menghentikan langkahnya


"Ada apa, Rize? Apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Jangan bersuara Coral, ada seseorang yang sedang mengawasi kita."


"Siapa? Apa itu Leonil?" Coral mencoba mengedarkan pandangannya.


"Leonil tidak akan mungkin bisa mengikutiku sampai sini, sepertinya ada vampir dari ras lain yang sedang berada di sini." Rize menurunkan Coral dan menggenggam tangan Coral sangat erat.


"Rize, apa dia vampir jahat atau dia dari kaummu? Aku takut, Rize." Wajah Coral tampak cemas dan ketakutan


"Percayalah padaku, kamu akan baik-baik saja, aku akan melindungimu, bahkan dengan nyawaku sendiri.'

__ADS_1


"Selamat malam, Pangeran Auntum Rize," suara terdengar dari belakang mereka dan Rais sangat mengenal suara itu


"Raja Pedrona, akhirnya kamu keluar dari tempatmu. Bagaimana? Apa keadaanmu sudah baik-baik saja?"


"Aku sangat baik dan lebih baik setelah melihat gadis yang membawa bola mutiara hitam itu." Tatapan mata dengan manik hitam itu melihat ke arah Coral. Coral yang takut bersembunyi di balik punggung Rize.


Rize tidak mau kalau sampai Raja Pedrona mengatakan jika Rize mendekati Coral hanya karena ingin bola mutiara hitam itu. Memang itu dulu adalah salah satu alasan Rize mendekati Coral, tapi malah karena hal itu Rize jatuh cinta dengan Coral.


"Jangan melukainya karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi Raja Pedrona."


"Ternyata gadis itu cantik sekali ya, Rize, pantas saja kau tidak langsung membunuhnya. Apa yang akan kau lakukan padanya? Menggigitnya dan menjadikan dia sepertimu atau kamu ingin membunuhnya dengan cara yang lebih baik agar bola mutiara hitam itu keluar?"


"Rize apa yang dikatakan oleh vampire menyeramkan itu?"


Sebenarnya Raja Pedrona adalah vampir yang memiliki wajah tampan, hanya saja dia memiliki manik hitam sehingga wajahnya terlihat menyeramkan.


"Kamu tidak perlu mendengarkan dia Coral, semua yang dikatakannya itu adalah sesuatu yang jahat, dia adalah vampir dari ras yang menghisap darah manusia dan dia sangat jahat."


Rize mengeraskan kedua rahangnya menahan amarah. Dia ingin sekali menyumpal mulut raja Pedrona itu agar tidak berbicara yang bisa membuat Coral yang nantinya akan membenci Rize.


"Diam kamu raja Pedrona! Aku akan memusnahkanmu setelah mendapat bola mutiara hitam itu."


"Kamu mau memusnahkan aku? Apa kamu sedang bermimpi pangeran kecil. Aku yang akan membuatmu musnah dan seluruh rakyatmu pun akan aku musnahkan jika mereka tidak mau menjadi pasukanku, dan kekasihmu itu--." Raja Pedrona melihat ke arah Coral yang masih sembunyi di belakang Rize.


"Kamu tidak perlu takut, Coral." Tangan Rize menggenggam lebih erat lagi tangan Coral.


"Sayang sekali dia membawa bola mutiara hitam itu. Kalau dia tidak membawa bola itu, pasti aku akan dengan senang hati menjadikan kamu ratu di kerajaanku. Aku yakin jika kamu akan bisa memberikan bayi vampire yang sangat kuat."


"Jaga bicaramu Raja Pedrona!"


Tidak lama Mara dan Sky datang ke sana. Ternyata Rize tadi sengaja memanggil Sky, dan Sky tau arti panggilan tanpa suara yang Rize lakukan.


"Sky, bawa Coral pergi dari sini. Aku akan menghadapi Raja Pedrona."

__ADS_1


"Rize, aku akan membantumu."


"Kalian para vampire kecil yang bermimpi bisa melawanku. Hai, Gadis pembawa bola mutiara hitam, apa kamu tau jika sang pangeran ini hanya ingin memanfaatkanmu saja. Dia hanya ingin mengeluarkan bola mutiara hitam itu dari tubuhmu dengan menikahimu dan setelah tubuh kalian menyatu dan bola itu keluar. Lihat saja, kamu akan segera ditinggalkan oleh pangeran vampirmu."


"Apa? Rize?" Coral melihat ke arah Rize yang terdiam karena semua ucapan yang Raja Pedrona katakan itu memang benar.


"Aku akan menjelaskan semuanya sama kamu setelah aku menghabisi Raja Pedrona." Rize dengan cepat menyerang raja itu. Pun dengan Mara juga menyerang dengan cepat raja Pedrona.


Pedrona dengan cepat juga menangkis semua serangan yang dilakukan oleh Rize dan Mara.


"Coral, sebaiknya kita pergi dari sini karena jika kamu di sini, maka akan membahayakan nyawamu dan kita semua. Rize akan kesulitan untuk bertarung karena memikirkan keselamatanmu."


Coral yang saat ini perasaanya sedang tidak karuan karena mendengar apa yang raja Pedrona katakan, membuat dia sakit hati dan kecewa pada Rize, tapi dia juga khawatir akan keselamatan Rize saat ini.


Coral dibawa oleh Sky berlari secepat kilat. Coral terdiam dalam gendongan Sky.


Sampai di loteng rumah Coral. Sky menurunkan Coral. "Coral, di bawah akan ada beberapa penjaga yang mengawasimu. Aku akan kembali ke tempat Rize untuk membantunya melawan raja Pedrona.


"Sky," panggil Coral cepat sebelum Sky pergi dari sana.


"Ada apa? Apa kamu membutuhkan sesuatu?"


"Apa benar semua yang dikatakan oleh raja Pedrona tadi?"


Sky tampak bingung dia harus menjelaskan apa pada Coral. "Sky, jawab aku!" seru Coral kesal.


"Memang niat awal Rize seperti itu, tapi setelah beberapa lama dia bersama denganmu, dia benar-benar jatuh cinta padamu."


Coral perlahan memundurkan langkahnya seolah dirinya selama ini sudah dibohongi oleh pria yang sangat dia cintai.


"Coral, aku harus pergi sekarang. Rize pasti membutuhkan aku di sana." Sky pergi secepat kilat.


Coral yang masih dengan gaun yang diberikan oleh Rize terduduk di bawah dengan lemas.

__ADS_1


__ADS_2