My Vampire Prince

My Vampire Prince
Kejadian Buruk Setelah Makan Malam part 2


__ADS_3

Mereka semua di sana tampak panik. Deona mencoba melepaskan tangannya yang dipegang oleh salah satu pria yang menghadang mereka.


"Kalian mau apa?" tanya Rose.


"Serahkan semua uang yang kalian miliki dan kami akan melepaskan kalian."


"Uang? Kalau mau uang kalian harus bekerja, jangan meminta seenaknya!" seru Leonil marah.


"Banyak bicara kamu." Sebuah tonjokan tepat di wajah Leonil menyebabkan Leonil menangis dengan keras. Rose yang melihat hal itu seketika mendelik dan langsung mengeluarkan beberapa uang yang dia miliki.


"Ambil ini semua, dan lepaskan anakku."


"Hah? Cuma ini uangmu? Berikan semuanya! Atau putri cantik-cantikmu ini akan kami bawa dan bisa kita jual."


"Apa? Ibu, aku tidak mau!" teriak Deona takut.


"Lepaskan aku, ibu tolong aku!" Coral juga berteriak ketakutan.


"Aku tidak punya lagi."


Deona mengambil beberapa uang dalam dompetnya dan memberikan pada salah satu penjahat itu. "Aku memberimu uang, sekarang lepaskan, aku!"


"Kamu berikan uangmu pada kami dan akan kami lepaskan."


"Uang? Aku tidak punya uang sama sekali. Aku mohon lepaskan aku karena aku tidak akan berguna bagi kalian bertiga."


Mereka bertiga malah tertawa dengan senangnya. "Kamu bisa sangat berguna jika kami jual ke tempat hiburan di kota lain, dan pastinya hargamu pasti sangat mahal karena kamu masih sangat muda."


"Tolong, jangan lakukan itu. Ibu tolong aku," Coral menangis dan memohon.


"Kalian, lepaskan dia, atau aku akan melaporkan perbuatan kalian pada penjaga kota ini."


"Lakukan saja kalau kamu berani. Aku akan membunuh kalian semua." Pria yang berbicara itu mengeluarkan belati kecil miliknya.

__ADS_1


Coral yang melihat hal itu berusaha melawan, hingga tangannya malah terkena belati itu dan berdarah.


"Darah," ucap seseorang yang berada di kegelapan, dan ada seorang pria yang ada di bawahnya menggelepar dengan leher terdapat bekas gigitan.


Pria yang digigit itu berteriak keras. Seketika dia merasakan ada sesuatu yang teramat menyakitkan yang sedang menjalar pada seluruh tubuhnya.


Coral ternyata dibawa oleh ketiga pria jahat itu. Dia diseret dengan paksa masuk ke dalam mobil, tapi mobil itu tidak bisa jalan karena tiba-tiba ada mereka dikejutkan oleh seseorang di atas kap mobil mereka.


"Kamu siapa?"


Dug!


Terdengar suara lagi di atas mobil para penjahat itu. Ibu tiri Coral dan kedua saudara tiri Coral melihat hal itu dari kejauhan. Mereka tampak takut jika rencana yang sedang mereka jalankan akan ketahuan.


"Kita pergi saja dari sini, Bu." ajak Deona.


"Eh, tapi tunggu. Siapa mereka? Kenapa mereka terlihat aneh?" Leonil mencoba melihat dari jarak dekat, tapi ibunya dengan cepat menarik tangan anaknya dan membawanya pergi dari sana.


"Kita pergi saja. Urusan kita dengan mereka sudah selesai. Jangan sampai mereka melihat kita dan mengatakan jika kita yang menyuruh mereka. Ibu sudah berusaha menyembunyikan identitas kita dari mereka. Sekarang terserah para penjahat itu mau berbuat apa dengan Coral. Kita tunggu beritanya saja."


Ternyata ketiga penjahat itu adalah orang suruhan Rose si ibu tiri untuk menyingkirkan Coral dengan dibuat seolah mereka dirampok di jalan dan Coral diculik karena Rose memiliki banyak uang.


Rose bahkan nanti akan ke kantor penjaga kota untuk melapor agar rencananya seolah-olah seperti kejadian perampokan dan penculikan di jalan.


Mereka pergi dari sana meninggalkan Coral yang sekarang tidak hanya di incar oleh para penjahat, tapi juga para vampir yang baru terbentuk menjadi vampire baru.


Para new born itu pergi ke arah Coral dan para penjahat karena mencium bau darah dari tangan Coral yang terluka. Bau darah Coral itu bagi mereka seperti makanan yang sangat lezat karena berbeda dengan bau darah biasanya.


"Kalian siapa?"


Ketiga penjahat itu tampak ketakutan karena melihat dia pria itu sangat aneh. Apa lagi terlihat bekas darah pada tepi bibirnya. Wajah kedua orang itu juga pucat.


"Darah," ucap mereka sembari memperlihatkan kedua taring kecilnya.

__ADS_1


"Kalian siapa?" Salah satu dari mereka mencoba melukai dengan belati yang dibawanya, tapi ternyata kulit mereka yang tersobek oleh belati tidak mengeluarkan darah walaupun terkelupas.


"Kalian vampire?" ceplos Coral dan akhirnya ketiga orang itu sadar juga jika kedua orang yang tiba-tiba datang itu bukan manusia biasa. Mereka melepaskan Coral dan hendak berlari, tapi kedua vampir itu malah mengejar dan menggigit satu persatu dengan brutal.


Coral yang melihat hal itu sampai terjatuh karena kakinya langsung lemas. Dia perlahan-lahan mundur menjauh dari para vampire itu.


"Rize, aku takut, kamu di mana?" Entah kenapa tiba-tiba Coral malah memanggil nama Rize? Apa mungkin karena dia merasa nyaman dan terlindungi saat bersama dengan Rize?"


Salah satu vampire itu melihat ke arah Coral dan gadis itu seketika bangun dan mencoba berlari, tapi sayang dia terjatuh karena tidak melihat ada batu. Coral yang hampir pingsan merasa tubuhnya digendong oleh seseorang dan samar dia melihat wajah seorang pria yang dia kenali.


"Rize, tolong aku." Coral memejamkan kedua matanya.


Kedua vampire itu berhenti karena mereka melihat ada Rize di depannya. "Berikan gadis itu."


Rize seolah merasa aneh saat dia mencium bau darah Coral. Rize melihat tangan Coral yang terluka. Ada sesuatu yang seketika menghinggap pada hatinya.


"Paman Helius, tolong bawa Coral pergi dari sini karena aku akan membereskan para vampire yang tidak memiliki aturan ini."


"Hati-hati, Pangeran Rize."


Pertarungan antara sang pangeran dengan dua vampire yang baru menetas itupun akhirnya terjadi. Rize yang tentu saja adalah vampire yang sudah lama terbentuk dapat dengan mudah mengalahkan dua vampire itu.


Salah satu dari mereka berhasil Rize musnahkan dan dia menyisahkan satu untuk dia tanyai siapa yang pertama kali sudah menggigitnya karena Rize dapat melihat jika vampire yang satu ini digigit sudah dari lama. Saat menyentuh tubuh vampire itu dia melihat ada bayangan seseorang yang mengincarnya dan Rize akhirnya tau jika raja vampire dari dunia bawah, yaitu Raja Pedrona sudah berani sampai ke wilayah ini.


"Dia pasti sudah mengetahui di mana bola mutiara hitam itu berada."


Rize segera memusnahkan vampire itu. Paman Helius membawa Coral ke dalam mobil dan memeriksa apa salah satu vampire tadi sampai menciptakan luka pada tubuh Coral karena jika hal itu terjadi maka, Coral pasti akan menjadi seorang vampire baru yang pastinya tidak terkendali.


"Paman, bagaimana keadaan Coral?"


"Dia baik-baik saja dan tidak ada luka sama sekali."


"Paman, kita harus melindungi Coral lebih ketat lagi karena mungkin raja Pedrona akan mengincar Coral karena dia sudah berani masuk ke dalam wilayah lain dan menciptakan para vampire baru itu."

__ADS_1


__ADS_2