My Vampire Prince

My Vampire Prince
Sosok Zio part 2


__ADS_3

Wanita tua itu tersenyum kecil. Sekali dia meyakinkan putrinya jika bayinya pasti akan aman dan dia adalah bayi laki-laki yang kuat karena terlahir dari ibu dan ayah yang sama-sama pemilik darah sang pemburu. Apa lagi Zio lahir di saat cahaya bulan membentuk kesempurnaan. Para suku pemburu sedang melakukan beberapa ritual khusus dan Zio pun lahir.


Jadi, sebenarnya Zio ini adalah anak laki-laki yang memiliki kekuatan besar, hanya saja dia ditinggal oleh kedua orang tuanya dari kecil sehingga dia tidak bisa mengasah kemampuannya itu.


Namun, kekuatan itu akan bisa muncul tanpa di sadari oleh Zio.


"Apa ini? Seorang pemburu? Pemburu vampire?" Zio seolah bisa mencerna semua gambaran yang datang padanya.


Zio sekarang menjatuhkan pandangannya pada lemari bajunya yang sangat aneh. Ada sebuah pintu rahasia yang terbuka di sana. Zio berjalan mendekat dan dia bingung kenapa bisa ada pintu rahasia di lemari ini dan posisinya terbuka.


Zio melihat ada kalung pemberian ayahnya yang tergeletak di sana.


Zio mencoba mengingat semuanya dan akhirnya dia ingat jika dia yang sedang sedih melihat pada kalung ayahnya dan entah kenapa dia mengambil sesuatu dari dalam kantong liontin yang selama beberapa tahun tidak pernah ada keinginan untuk mengambilnya. Dia kaget dan melihat ada sebuah kunci yang memiliki simbol sama persis seperti yang pernah dia lihat pada pintu lemari bajunya.

__ADS_1


Dari situ dia mencoba mencari sesuatu petunjuk di lemari tersebut dan menemukan pintu rahasia itu. Saat membuka pintu itu Zio langsung pingsan karena tersilau sesuatu yang sangat besar.


Zio masuk ke dalam ruangan itu. Dia melihat banyak barang-barang yang membuatnya terpukau karena sebelumnya dia tidak pernah melihat hal itu semua.


"Jubah besar itu aku gunakan dan---." Zio ingat dia tadi menggunakan jubah yang dia sendiri tidak tau kenapa bisa melekat pada tubuhnya dan dia memakai pedang yang Mara berikan padanya.


Zio kembali teringat saat dia pingsan dan dia terbangun mengambil jubah yang terpasang pada manekin tiang yang ada ruangan itu kemudian dia menyambar pedang milik Mara dan pergi dari rumah melewati jendela.


"Apa ini semua milik ayah dan ibu? Ini buku harian ibu." Zio mengambil buku berwarna hitam dan ada nama Anner di sana. Zio mengambil buku itu dan segera keluar dari ruangan itu karena mendengar ada suara yang memanggilnya.


"Kak Hena memanggil, sebaiknya aku segera keluar dan menutupi pintu rahasia ini."


Zio bergegas keluar ruangan rahasia dan turun menemui kak Hena.

__ADS_1


"Kak Hena, ada apa?"


"Zio, aku mau pergi dengan teman-temanku beberapa hari ini untuk tugas kuliah. Apa kamu tidak apa-apa aku tinggal selama beberapa hari di rumah sendirian?"


"Kakak mau berangkat malam ini juga?"


"Iya karena perjalanan yang agak jauh, aku dan teman-temanku memutuskan berangkat malam ini juga agar besok pagi bisa sampai di tempat tujuan kami."


"Baiklah kalau begitu. Kak Hena hati-hati di jalan. Kakak tenang saja karena aku akan baik-baik saja di rumah."


"Kamu jangan berbuat macam-macam di rumah ya, Zio."


"Macam-macam? Maksud Kak Hena apa?"

__ADS_1


__ADS_2