My Vampire Prince

My Vampire Prince
Motivasi dari Sang Kekasih


__ADS_3

Coral sekali lagi mengatakan jika dia dan Zio adalah sahabat baik. Jadi, jangan membuat persahabatan Zio dan Coral menjadi rusak akibat Rize yang sok cemburu melihat kedekatan mereka.


"Siapa yang sok cemburu? Aku memang tidak suka jika kamu dan Zio terlalu dekat. Wajar saja jika aku tidak suka, Coral."


"Rize, bukan aku yang meminta kamu menjadi kekasihku dan lagian hubungan kita ini benar-benar sangat cepat. Aku kadang masih belum bisa percaya dengan semua ini."


Tangan Rize tiba-tiba menarik pinggang Coral membuat gadis itu terkejut sampai tubuhnya menabrak dengan keras pada tubuh Rize. Kedua mata Coral mendelik melihat pria dia depannya. Pria yang menatapnya dengan tajam dan benar-benar seolah Coral dihipnotis oleh manik mata indah itu.


"Rize, bibir kamu kenapa?" Pandangan Coral tiba-tiba berubah melihat ada bekas darah pada sudut bibir Rize.


Rize mengusap darah pada bibirnya dan melepaskan pelukannya pada Coral. "Rize, itu kenapa? Kamu habis berkelahi dengan siapa?"


"Aku baru saja menghilangkan rasa dahagaku." Rize berjalan pergi dari sana dengan menggandeng Coral mengajaknya masuk ke dalam kelas.


Dari kejauhan tampak dua gadis sedang mengawasi mereka dari tadi. Luana tampak benar-benar marah pada Coral.

__ADS_1


"Awas kamu, gadis culun!"


"Rize itu sepertinya memang memiliki selera yang buruk."


"Aku tidak tahu apa yang ada dipikiran, Rize dengan menjadikan Coral sebagai kekasihnya? Rize harus tahu siapa Coral sebenarnya, dia gadis menyebalkan dan tidak pantas bersanding dengan Rice karena akan membuat Rize ikut malu juga."


"Kamu benar, Luana. Rize harus tau siapa Coral."


"Rize itu pria yang aku sukai dan aku tidak mau sampai kalah atau saingan dengan gadis yang selalu aku permainkan. Mau aku taruh di mana harga diriku jika aku kalah dengan Coral?" Kedua tangan Luana menggenggam erat


"Kamu gadis yang pintar. Sebaiknya kamu jangan suka di manfaatkan oleh Luana."


"Ke-kenapa kamu bisa tau?".


"Aku mengawasimu dan Luana dari tempatku. Coral, apa kamu tidak berani untuk berkata tidak pada Luana? Aku tau jika dia jahat sama kamu dan tadi dia ingin memberikan bukunya agar dapat kamu kerjakan."

__ADS_1


"Kamu tau akan hal itu, Rize?"


"Tentu saja aku mengetahuinya. Coral, jadilah gadis yang berani dan lawan temanmu yang jahat dan suka mempermainkanmu."


Coral tertunduk karena dia tidak berani menjawab perkataan Rize.


"Coral, katakan kenapa kamu sangat takut pada mereka?" Jari Rize menaikkan dagu Coral agar gadis itu dapat dilihat wajahnya oleh Rize.


"Aku takut, Rize. Di dunia ini tidak ada yang. mendukungku dan berani berdiri di sampingku jika aku membutuhkan untuk hanya sekadar menangis."


"Aku yang akan sekarang dan seterusnya berada di belakangmu. Aku yang akan membela dan melindungimu, tapi kamu sendiri juga harus berani bersikap dengan perbuatan mereka padamu."


"Aku tidak tau apa aku bisa, Rize?"


"Semua itu berasal dari dalam hatimu. Kamu juga harus meyakinkan jika kamu tidak mau diperlakukan seperti ini dan kamu bisa melawan, maka, kamu akan memiliki keberanian itu."

__ADS_1


__ADS_2