
Luana masuk ke dalam kelas dan melihat Rize sedang mengusap lembut air mata Coral, tentu saja dia semakin ingin mencakar dan menjambak Coral.
"Sepertinya, harapan kamu untuk mendapatkan Rize tidak akan bisa tercapai, Luana. Rize benar-benar mencintai gadis bodoh itu." Taza bersidekap.
"Luana tidak akan pernah bisa dikalahkan, apa lagi dengan gadis tidak berguna itu."
Pelajaran kembali di mulai. Semua murid mengikuti pelajaran hari ini dengan baik.
Saat sedang mengerjakan tugas yang di berikan, ada seorang murid laki-laki yang seenaknya meminjam pinsil pada Coral dan dia seenaknya juga melemparkan pinsil itu sehingga mengenai kepala Coral. Coral hanya dia saja karena dia biasa diperlakukan seperti itu.
Rize berdiri dari tempatnya dan tanpa basa basi, dia menarik kra baju anak itu hingga anak itu terangkat ke atas sampai kakinya pun menggantung. Tenaga Rize terlihat sangat kuat karena memang dia bukan seorang manusia.
"Bersikaplah sopan pada kekasihku. Jika tidak, akan aku buat kamu tidak akan bisa melihat dunia ini lagi," ucap Rize dengan tatapan tajam seolah dia ingin menghisap saja darah pria itu sampai habis.
"A-aku minta maaf," Pemuda itu seketika ketakutan.
"Rize, lepaskan dia. Kamu bisa mendapat masalah nantinya." Coral mencoba menarik tangan Rize agar temannya itu dilepaskan.
"Rasakan! Kamu juga sering sekali berbuat jahat pada Coral," seloroh Zio.
"Zio!"
Guru mereka yang baru dari kamar mandi masuk dan kaget melihat muridnya di cengkeram seperti itu oleh salah satu muridnya juga.
"Rize, apa yang kamu lakukan? Lepaskan dia."
Rize tidak memperdulikan apa yang gurunya katakan. "Minta maaf pada kekasihku. Sekarang!" bentaknya marah.
"Rize, sudah, aku tidak apa-apa. Mungkin dia tadi tidak sengaja."
"Jangan terus menutupi penyiksaan yang mereka lakukan padamu, Coral." Sekarang Rize melihat tajam pada gurunya. Wanita paruh baya yang adalah wali kelas Coral tampak agak takut melihat pandangan mata murid barunya itu.
"Rize, kamu kenapa melihat ibu seperti itu? Lepaskan anak itu."
__ADS_1
"Apa kamu tau jika si brengsek ini sudah berbuat kasar pada kekasihku? Dan kamu sering melihat muridmu disakiti oleh temannya sendiri, tapi kamu hanya diam saja karena yang menyakiti adalah murid yang bisa menutup mulutmu dengan semua benda berharga."
"Rize! Jaga bicaramu! Kamu ini murid baru dan tidak tau apa-apa."
"Oh ya? Apa kamu tidak melihat selama ini Coral diperlakukan buruk di sekolah ini? Apa perlu aku melakukan sesuatu agar semua jelas."
Seketika wanita itu takut. Rize ini terlihat tidak main-main dan dia juga tau jika ayah Rize salah satu orang terpandang di kota besar. Keluarga Rize ini benar-benar bisa menyembunyikan identitas asli mereka.
"Rize, tidak perlu di perpanjang lagi. Ibu akan menghukum anak ini jika dia memang bersalah."
"Aku mau dia minta maaf pada kekasih dan jangan sampai aku melihat dia berbuat seenaknya pada Coral."
Rize melepasnya cengkraman tangannya. Anak laki-laki itu tampak mencoba bernapas. Dia terbata-bata mengatakan jika dia tidak akan berbuat buruk lagi pada Coral dan dia minta maaf berkali-kali pada Coral.
Luana dan Taza yang melihat benar-benar merasa takut sekarang, apa lagi mereka berdua sering sekali membully Coral di sekolah. Sekarang mereka harus berhati-hati jika ingin menyiksa gadis lugu itu.
Rize keluar dari dalam kelas dengan menggandeng tangan Coral. Dia berjalan tegas dan tidak memperdulikan Luana dan Taza yang menyapanya.
Coral hanya bisa terdiam mengikuti pria yang sekarang adalah guardian angelnya.
"Kita kerjain saja dia, Luana. Aku akan meminta bantuan kakakku Troy untuk membuat gadis itu mendapat malu semalu-malunya hingga Rize pun akan membencinya nanti."
Dua gadis ini merencanakan sesuatu yang buruk pada Coral.
"Rize, apa kamu serius akan mengajakku pergi membeli gaun?"
"Tentu saja, apa yang sudah aku katakan pasti akan aku laksanakan."
"Coral!" Dari kejauhan Deona berlari menghampiri saudara tirinya itu.
"Deona, ada apa?"
"Coral, ayo kita pulang! Ibu pasti sudah menunggu kita dan menyiapkan makan siang yang enak."
__ADS_1
"Ka-kamu mengajakku pulang?" Coral kaget. Kenapa tumben sekali Deona mau mengajaknya pulang. Biasanya tidak pernah seperti ini.
"Iya, bukannya kita saudara dan rumah kita juga sama." Deona memeluk Coral dan berbisik agar Coral tidak mengatakan apapun pada Rize. Rize yang bisa mendengar semuanya dengan jelas hanya bisa tersenyum miring.
"Coral akan pulang bersamaku karena aku mau mengajaknya pergi sebentar, dan kamu tolong bilang sama ibumu agar tidak memarahi Coral karena itu." Rize menyuruh Coral masuk ke dalam mobil dan mereka segera pergi dari sana.
Deona yang melihatnya tidak percaya. Leonil yang juga memperhatikan dari kejauhan merasa ada yang aneh pada Rize. Darimana Rize datang dan tiba-tiba dia seolah menjadi malaikat pelindung dari Coral. Apa lagi tadi Leonil melihat saat Rize sedang berurusan dengan teman Coral di kelas.
"Gadis itu menemukan keajaiban karena bertemu dengan Rize. Siapa sebenarnya Rize? Dan kenapa dia tiba-tiba bisa menjadi kekasih Coral?" Leonil melihat heran pada Deona.
"Aku tidak peduli siapa Rize, yang jelas aku tidak suka Coral bisa menjadi kekasih Rize karena aku menyukai Rize dan aku akan membuat mereka berpisah bahkan Rize kalau perlu membenci Coral."
Rize dan kekasihnya sampai di depan sebuah toko yang terlihat mencolok di deretan banyak toko baju di sana. Rize mengajak Coral masuk dengan sedikit pemaksaan karena gadis lugu nan polos bernama Coral itu tidak mau masuk ke sana. Dia tetap saja merengek ingin pulang.
"Kamu jangan berhenti di depan pintu seperti ini."
"Rize, untuk apa ke sini? Kalau ingin aku memakai gaun di acara undangan makan malammu, nanti aku akan memakai gaun milikku, atau kalau perlu aku akan meminjam pada Deona."
Rize tersenyum miring. "Apa kamu punya gaun? Dan apa Deona akan meminjamkan gaunnya untukmu?"
Coral terdiam karena semua pertanyaan Rize itu Rize juga sudah menjawabnya sendiri.
"Silakan masuk, kenapa malah berdiri di depan pintu?" tegur salah satu pelayan toko di sana.
"Coral, kamu mau masuk atau aku menggendongmu?" Rize menatap Coral dengan mendelik.
Gadis itu seketika mengangguk memberi tanda jika dia akan masuk dan berjalan sendiri saja.
Coral diajak pergi ke lorong di mana ada beberapa gaun yang sangat cantik dan pasti cocok untuk dipakai Coral saat makan malam.
"Pilihlah gaun yang kamu inginkan dan aku akan menunggu di sini."
"Tapi, Rize." Coral tampak bingung.
__ADS_1
"Jangan takut, Coral."