My Vampire Prince

My Vampire Prince
Mengetahui Kebenarannya part 2


__ADS_3

Leonil menceritakan apa yang baru dia lihat, tapi ibunya malah mengira dia sedang berhalusinasi karena memikirkan Dre yang menghilang. Leonil terus meyakinkan jika apa yang dia lihat itu adalah benar dan bukan halusinasi.


"Sebaiknya kamu tidur karena ini sudah sangat malam dan jangan berpikiran aneh-aneh tentang Dre, siapa tau dia memang menghilang karena inginnya sendiri bukan karena sesuatu hal." Tangan wanita itu menepuk pundak putranya dan berjalan pergi dari sana.


Leonil tampak kesal karena ibunya malah tidak percaya dengan apa yang dia katakan. Leonil penasaran dengan Rize dan dia yakin jika Coral juga mengetahui tentang Rize.


"Aku akan membuktikan pada kalian jika apa yang aku katakan ini adalah benar."


Leo pergi ke loteng untuk memeriksa Coral. Apa Coral sudah tidur atau belum? Siapa tau dia sedang bicara dengan Rize dan Leonil bisa mencuri dengar.


Leonil berjalan perlahan-lahan dan mengendap-endap naik ke kamar Coral. Dia melihat pintu kamar tertutup dan Leonil mencoba membukanya perlahan.


"Dia tidur dan tidak ada yang aneh di sini." Leonil tidak tau jika Coral sebenarnya sedang menangis dengan posisi berbaring karena tadi dia mendengar ada suara langkah kaki mendekat ke atas.


Leonil lebih dalam lagi masuk ke dalam dan dia memeriksa keadaan kamar Coral. Leonil mengedarkan pandangannya ke segala arah dengan teliti. Memeriksa setia sudut ruangan. Melihat setiap benda milik Coral, tapi dia tidak menemukan apapun.


"Leonil, apa yang kamu lakukan di sini?" Coral pura-pura terkejut melihat Leonil dia dalam kamar lotengnya.


"Memangnya kenapa kalau aku di sini? Ini juga bagian dari rumahku dan aku di sini sedang mencari benda milik Dre yang tertinggal di atas loteng."


"Tidak ada benda milik Dre di sini. Kalaupun aku menemukan barang yang bukan milikku, pasti akan aku kembalikan sama kamu."


"Ya sudah kalau begitu."


"Leonil, tunggu!"


Langkah kaki Leonil terhenti dan melihat pada Coral kembali. "Ada apa?"


"Di mana sekarang Dre? Bukannya dari kemarin aku dengar kamu mencarinya. Apa dia sudah ditemukan? Kalau sudah aku ingin kamu memberitahunya agar dia bisa sedikit menghormati seorang wanita karena ibunya juga seorang wanita."


"Apa maksudmu?"

__ADS_1


"Waktu itu dia pernah ke kamarku saat aku ingin beristirahat karena kepalaku sakit, dan dia malah seenaknya ingin berbuat buruk padaku, tapi aku bisa mengusirnya sampai dia keluar dari kamarku. Aku akan katakan pada ayahku jika dia mencoba lagi ingin melakukan hal buruk seperti itu lagi padaku. Dia bisa membeli wanita di luar seperti apa yang biasa dia lakukan. Jangan menggangguku."


"Jadi, dia benar dari kamarmu malam itu dan setelah itu kamu tidak mengetahui di mana dia berada?"


"Apa maksudmu menanyakan hal itu?" Coral berpura-pura sekali lagi.


"Oh! Tidak apa-apa. Aku akan memberitahu Dre untuk tidak mendekati gadis yang tidak penting seperti kamu."


Leonil segera berlari turun dari kamar Coral. Coral seketika terduduk lemas setelah melihat Leonil pergi dari kamarnya. Dia kembali menangis teringat akan apa yang dia lihat tadi.


"Aku tidak bisa berada di sini, Ibu, aku ingin pergi saja menemui ibu di sana. Semua yang aku cintai sudah menyakitiku Secara tidak langsung. Ayah dan Rize, aku tidak mau dekat dengan mereka. Aku ingin pergi menemui ibu di surga." Coral yang sebenarnya menangis dengan keras, tapi dia tahan dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


***


Pagi itu Leonil langsung menceritakan pada ibu dan saudara tirinya yang sedang makan pagi sebelum berangkat sekolah.


"Jadi, Dre belum melakukan apa yang sudah kita rencanakan? Dre memang tidak bisa diandalkan. Kenapa juga kamu menyuruh orang itu?" Muka Deona ditekuk kesal.


"Mungkin saja dia pergi ke tempat hiburan saat malam itu karena ditolak oleh Coral dan dia pergi karena takut kita marah padanya."


"Bisa saja apa yang dikatakan oleh Deona itu, Leonil."


Leonil tampak berpikir sejenak. "Dre bukan tipe pengecut seperti itu, Bu. Jika dia memang gagal melakukan hal itu, dia akan mengatakan pada kita dan akan mencari cara lainnya agar kita bisa merencanakan hal lainnya."


"Hem! Siapa tau kali ini dia merasa takut dimarahi oleh ibu."


"Oh ya, Leonil. Apa Coral tidak curiga dengan apa yang kamu lakukan di kamarnya? Apa dia tidak curiga dengan rencana kita?"


"Sepertinya tidak."


"Bu, kenapa gadis menyebalkan itu belum turun? Bukannya dia biasa bangun lebih awal?"

__ADS_1


Rose menggedikkan bahunya acuh. "Aku tidak tau dan tidak peduli. Biarkan saja dia mau sekolah atau tidak. Aku berharap dia malah tidak bangun saja dari tidurnya." Rose dan Deona malah tertawa dengan bahagianya.


Di rumahnya, Paman Helius terkejut melihat ada Coral di depan rumah Rize pagi-pagi sekali. Dia melihat penampilan Coral yang sedikit aneh, sepertinya Coral tidak tidur semalam.


"Nona Coral, apa kamu baik-baik saja?"


"Paman, apa Rize ada?"


"Pang--. Maksudku tuan muda Rize ada di dalam, dia sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dan akan menjemput Nona Coral di rumah."


"Paman, aku ingin bertemu dengan Rize, apa aku boleh masuk?" tanya Coral dengan tatapan datarnya.


Paman Helius ini agak heran dan khawatir sebenarnya melihat keadaan Coral saat ini. "Silakan masuk, Nona Coral dan akan saya Pesankan makan pagi untukmu."


Coral berjalan masuk ditemani oleh paman Helius. Rize ternyata sedang duduk di ruang makan dengan segelas minuman berwarna merah kesukaannya.


"Coral?" Rize tampak terkejut dan langsung berdiri menghampiri gadis itu. "Kenapa kamu pagi-pagi sekali berada di rumahku? Apa ada yang terjadi denganmu?"


Coral menggeleng pelan. "Aku hanya ingin menemuimu di sini dan berbicara hal penting denganmu, Rize."


"Tuan Muda, sebaiknya biarkan Nona Coral duduk dulu dan aku akan menyiapkan makanan."


Di rumah itu sebenarnya tidak ada bahan makanan, tapi karena Rize berpikiran jika Coral pasti akan sering dia ajak ke sana, dan agar dia dianggap seperti manusia pada umumnya, jadi Rize menyediakan bahan makanan yang bisa dia masak atau paman Helius buat.


"Kamu duduklah di sini dulu."


Rize menggandeng tangan Coral dan gadis yang digandeng oleh Rize itu melihat datar pada Rize. Coral merasakan rasa yang sangat dingin pada tangan yang digandeng Rize.


"Kamu duduklah di sini dulu dan akan aku ambilkan minuman untukmu."


Rize menuangkan segelas air putih pada gelas Coral dan dengan cepat Coral menghabiskannya seolah dia sangat haus sekali.

__ADS_1


"Kamu tadi ke sini bagaimana caranya? Apa kamu bertemu seseorang atau meminta tolong seseorang mengantarkanmu?"


__ADS_2