
Zio mendengarkan semua apa yang ayahnya katakan pada video itu ayahnya mengatakan jika semua vampir tidak berasal dari ras dunia bawah yang jahat, ada sebuah ras yang para vampirnya hanya menghisap darah binatang dan mereka termasuk vampir yang cerdas dan baik, hanya saja harus tetap berhati-hati karena mereka juga bisa melanggar peraturan dengan menghisap darah manusia jika mereka dalam keadaan benar-benar marah dan terpojok.
Pria dalam video itu yang adalah ayah Zio juga menjelaskan dia selama ini tidak bisa menemui Zio karena dia mengabdikan diri pada vampir dengan ras yang hanya menghisap darah binatang.
Ayah Zio melakukan itu karena raja dari vampir itu sudah menolongnya sehingga dia bisa tetap hidup dan untuk membalas budinya serta untuk melindungi Zio kecil, dia harus menjauh dari dunia manusia dan hidup di sebuah kerajaan dengan para vampir penghisap darah hewan, bahkan ayahnya Zio menjadi sahabat sang raja itu.
Apa yang dilakukan Ayah Zio hanya untuk melindungi Zio serta nenek dari ancaman para vampir jahat yang mungkin menaruh dendam padanya, dengan begitu hidup Zio dan nenek akan lebih baik serta merasa aman.
"Ayah sangat melindungiku dan nenek, tapi aku belum bisa membalas semua itu." Zio menundukkan kepalanya.
"Ayah berharap sekali saja bisa melihatmu, Nak, tapi jika tidak bisa, setidaknya ayah mengetahui keadaanmu baik-baik saja. Ayah juga ingin bisa meninggal dalam pelukanmu."
Saat mengucapkan hal itu Zio langsung mengangkat kepalanya, dia teringat pada kata-kata seseorang. Zio kembali mengamati wajah pria yang ada dalam video itu dan seketika wajahnya tampak terkejut. Ia mengingat seorang pria yang waktu itu pernah dia tolong, tapi pria itu menyuruhnya untuk menusukkan pisau pada dadanya.
"Ayah, jadi pria yang waktu itu aku temui saat study tour adalah ayahku, dan pria itu sudah lenyap, dia menghilang seperti para vampir yang aku bunuh dengan pedang. Apakah ayahku berubah menjadi vampir oleh karena itu dia ingin agar aku membunuhnya?"
Seketika air mata Zio menetes mengingat kejadian itu. Salah satu keinginan ayahnya pun dapat terwujud, yaitu mati di dalam pelukannya, dan dia sekarang tahu di mana keberadaannya ayahnya. Ayahnya sudah pergi selamanya sama seperti ibunya meninggalkannya dan juga neneknya.
Zio benar-benar sekarang tidak memiliki siapapun, yang dia miliki hanya kak Hena
dan keluarganya.
"Apakah Kak Hena juga salah satu pemburu vampir sepertiku? Atau dia tidak mengerti sama sekali? Aku tidak mau menanyakan hal itu pada Kak Hena karena juga tidak enak jika dia bukan seorang pemburu. Rahasia sang pemburu bisa saja terbongkar dan itu sangat tidak baik.
Tiba-tiba pintu rumah Zio diketuk oleh seseorang. Zio yang terkejut segera menghapus air matanya dan dia segera beranjak keluar.
__ADS_1
Zio membuka pintu dan melihat ada seorang gadis berdiri di depan pintunya, gadis itu menggunakan pakaiannya sedikit terbuka.
Siapa gadis ini dan untuk apa dia datang ke sini? Batin Zio.
"Hai, Zio, apa kamu lupa denganku?" Gadis itu berbicara dengan suara ceria dan manjanya.
"Maaf, kamu siapa? Dan aku tidak mengenalmu."
"Kamu jahat sekali, sih! Aku sahabat waktu kita kecil dulu dan kita sama-sama bersekolah di sekolah dekat rumah kamu ini. Apa kamu lupa?"
"Maaf aku benar-benar tidak ingat siapa kamu, kalaupun kamu temanku untuk apa kamu datang ke sini dan ada perlu apa denganku?"
"Tadi aku kebetulan lewat sini dan aku ingat juga kamu rumahnya ada di sini, makanya itu aku ingin mampir sebentar. Apa kamu sedang sendirian di rumah? Oh, ya! Aku mendengar nenekmu baru saja meninggal, aku turut berduka cita, Zio."
"Zio." Tiba-tiba gadis itu memeluk Zio. Zio yang terkejut tampak terdiam.
"Siapa gadis itu? Apa itu kekasihnya si pria lemah itu? Dasar manusia mata keranjang! Kenapa dia memberikan kalung padaku, tapi dia malah berpelukan dengan gadis lain. Menyebalkan!"
Mara yang tadinya pergi untuk mencari Zio ke rumahnya, seketika marah melihat hal itu. Dia sendiri juga tidak tahu kenapa dia harus marah saat Zio dipeluk oleh gadis lain.
Gadis itu menangis dalam pelukan Zio. Dia mengatakan, jika dia sebenarnya dari dulu suka sama Zio waktu mereka satu sekolah, tapi dia takut untuk mengatakannya. Sekarang saja dia lebih berani karena merasa dia mungkin pantas pacaran sama Zio sebab dulu dia memang dekil dan takut mendekati Zio.
"Kamu seorang wanita. Cobalah bersikap dengan baik. Zio melepaskan pelukan gadis itu dan memundurkan tubuhnya.
"Zio, kenapa kamu bersikap kasar seperti itu?"
__ADS_1
"Aku tidak kasar, aku hanya bersikap sopan sama kamu. Oh ya! Rumahmu di mana? Aku akan mengantarkan kamu pulang saja karena aku juga sendirian di rumah, tidak enak jika kamu masuk ke dalam rumahku, apa lagi kakak sepupuku juga berpesan agar tidak membawa masuk seorang gadis ke dalam rumah."
"Memangnya kenapa kalau aku masuk ke rumahmu? Kita tidak melakukan apapun, tapi jika kamu mau melakukan sesuatu juga tidak apa-apa." Tangan gadis itu mengusap lengan tangan Zio perlahan dan langsung menarik tangan Zio masuk ke dalam rumah.
Zio menepis perlahan tangan gadis itu dan malah menggandengnya mengajak keluar dari dalam rumah Zio.
"Zio? Wow! Kamu nakal juga ya ternyata. Siapa gadis ini dan kalian mau melakukan apa di dalam rumah?"
Segerombolan anak-anak nakal yang tak lain adalah Rufo dan Troy beserta teman-temannya tiba-tiba berada di rumah Zio.
"Kalian mau apa ke sini?"
"Kami ingin berkunjung saja, apa tidak boleh. Eh, ternyata di sini ada gadis yang cantik. Siapa kamu? Apa kamu pacar Zio?"
"Aku dan Zio bertema dekat dan kalian siapa?" Gadis itu malah memeluk lengan tangan Zio dengan erat.
"Bagaimana jika kita memotret kemesraan kalian?" Salah satu teman Rufo mengambil ponselnya dan memotret Zio dan gadis itu.
Si anak culun akhirnya menemukan pasangannya dan ternyata si anak culun yang sok baik ini bisa nakal juga. Mereka terpergok di dalam rumah berduaan dengan seseorang gadis sexy. Kita tulis saja begitu dan sebarkan di media sosial."
"Jangan lakukan hal itu karena kamu akan menyesal jika melakukannya." Kedua mata Zio menatap tajam pada Rufo dan teman-temannya.
"Ih ... aku takut sekali dengan ancaman kamu." Mereka tertawa bersama-sama.
Zio melepaskan pegangan tangan gadis itu dan sekali lagi mengajak gadis itu keluar rumahnya, tapi langkahnya terhenti karena dihalangi oleh Troy dan teman-temannya.
__ADS_1