
Zio menatap ke arah Rize, entah kenapa dia merasa bahwa Rise seolah menjadi penyebab segel yang ada di perutnya terasa bergerak.
Rize yang mendapat tatapan itu biasa saja karena dia tidak melihat ada sesuatu yang aneh pada tatapan Zio.
"Zio, kamu kenapa? Kenapa melihat terus ke arah Rize, apa ada yang salah dengan Rize?"
"Tidak ada apa-apa, Coral, aku hanya berpikir bagaimana bisa tampil seperti Rize supaya banyak yang menyukaiku." Zio terkekeh pelan. Dia sengaja mencoba mengalihkan perhatian agar Coral tidak curiga apa yang sedang dia pikirkan pada Rize."
"Kenapa harus menjadi orang lain jika ingin dikagumi oleh banyak orang? Cukup menjadi dirimu sendiri saja, Zio. Aku saja suka dengan sifat kamu yang seperti ini." Tangan Coral menepuk beberapa kali pundak Zio, kemudian dia beranjak dari tempatnya dan kembali duduk pada bangkunya.
Zio berdiri dari tempatnya dan dia berjalan dengan cepat menuju ke kamar mandi. Zio memeriksa di kamar mandi sedang sepi, kemudian dia perlahan membuka baju seragamnya, dia ingin melihat apa yang terjadi dengan tatto segel di perutnya.
"Adapa apa sebenarnya ini? Apa dia ingin memberitahu jika Rize sebenarnya bukan seorang manusia? Tapi tidak mungkin, Rize terlihat biasa saja. Ya sudahlah! Mungkin memang reaksinya seperti ini, aku sendiri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba seperti ini." Zio kembali menutup seragamnya dengan rapi dan dia kembali ke dalam kelasnya karena pelajaran akan segera dimulai.
Pelajaran dimulai dengan baik sampai jam istirahat berbunyi.
Rize berdiri dan berjalan menghampiri meja Coral, dia ingin mengajak Coral ke kantin karena tahu jika kasihnya itu pasti belum makan pagi seperti biasanya.
Coral ini mengucapkan sesuatu, tapi bibirnya berhenti menganga karena dia melihat Deona berjalan masuk ke dalam kelas. Coral tahu Deona pasti sedang mengawasinya dan nanti dia bisa melaporkan pada ayahnya jika Coral masih dekat-dekat dengan Rize.
"Hai, Coral, hai Rize. Oh ya, Coral, bukannya ayah sudah mengingatkan kamu agar tidak berhubungan dengan pria bernama Rize."
"Aku tahu hal itu, kamu tidak perlu mengingatkannya, Deona. Apa yang Ibumu dan kamu lakukan benar-benar tidak bisa aku terima. Kalian sangat jahat."
__ADS_1
"Jahat dari mana? Kami justru ini sangat sayang sama kamu, Coral, sehingga kami ingin kamu tidak pernah bisa bahagia dalam hidup ini." Tangan Deona mengusap kepala Coral, Coral dengan cepat menangkisnya dengan kasar.
"Dengar, ya Deona! Apaa yang ibumu katakan pada Coral tidak akan pernah menjadi kenyataan, meskipun ayah Coral tidak menyetujui hubunganku dengan Coral, aku tidak akan pernah menyukaimu atau siapapun." Rize menggandeng tangan Coral dan mengajaknya pergi dari sana. Coral yang terkejut hanya bisa mengikuti Rize berjalan di belakangnya.
"Lihat saja, aku akan bilang pada ayah hal yang akan membuat kamu mendapat marah. Ayah akan marah besar sama kamu."
Di perpustakaan yang kala itu sedang sepi. Leonil sedang duduk di depan komputer yang dia pinjam di perpustakaan sekolah. Ada sesuatu yang sedang dia cari di dalam komputer itu dan Leonil tampak sangat fokus mengotak-atik benda itu.
"Aku akan mencari tahu apa maksud pembicaraan Coral dan juga Rize. Apa Rize memang bukan manusia? Dia saja tidak pernah terlihat memakan sesuatu dan minuman yang dia minum itu pun terasa seperti darah. Apa benar makhluk bernama vampir yang hanya ada dalam cerita benar-benar ada nyata di dunia ini?"
Leonil sedang membuka beberapa web tentang keberadaan makhluk bernama vampir dan apa saja ciri-ciri mereka. Dia benar-benar ingin mencari tahu.
Bahkan Leonil pun sekarang membuka situs khusus agar dia bisa mengetahui tentang seseorang dan riwayat hidup yang tidak banyak orang lain bisa membukanya. Leonil berani membayar mahal untuk hal itu. Dia ingin mengetahui tentang Rize yang dia ketahui adalah salah satu anak dari orang yang berpengaruh di sebuah kota yang tidak terlalu terekspos.
"Pangeran Autum Rize, nama yang bagus. Dia anak dari seorang yang cukup ternama di Kota Poladium, bahkan mereka adalah keluarga kerajaan di sana karena ayah Rize adalah sosok raja yang sangat baik dan bijaksana. Apa situs ini dapat dipercaya? Tapi dia bilang jika informasi yang dia berikan dapat dipercaya."
"Rize, aku minta maaf jika sikapku nanti akan sangat menyebalkan karena aku mungkin akan menjaga jarak denganmu."
"Karena ayahmu? Aku bisa memahaminya. Kamu sangat menyayangi ayahmu dan aku sangat senang dengan sikap baikmu itu."
"Aku benar-benar bingung harus menjelaskan bagaimana lagi kepada ayahku tentang sikap ibu tiriku. Rize, jujur saja jika aku sama sekali tidak mau membuat ayahmu sedih jika harus mengetahui bagaimana sikap asli ibu tiriku kepadaku selama ini."
"Coral, aku akan berusaha untuk mendekati ayahmu dan meyakinkan tentang diriku yang ingin serius bersama denganmu."
__ADS_1
"Ibu tiriku memang jahat. Kenapa dulu ayah harus mencintai wanita sejahat itu? Dan kenapa dulu aku bisa menerimanya menjadi ibu tiriku kalau nanti akhirnya akan seperti ini."
Tangan Rize mengusap perlahan tangan Coral. Mereka tidak tau jika dari kejauhan Leonil memperhatikan mereka berdua.
"Rize tidak makan dan hanya ada makanan di atas meja Coral. Dia benar-benar orang yang mencurigakan.
Jam masuk berbunyi, mereka kembali ke dalam kelas masing-masing. Coral melihat pada bangku Zio, dan sahabatnya itu tidak ada di sana.
"Ini anak ke mana? Kenapa dia malah tidak kembali di saat jam masuk? Zio tidak pernah seperti ini sebelumnya."
Guru mereka menanyakan di mana Zio berada, tapi tidak ada satupun yang tau, bahkan Coral juga di tanya ke mana Zio berada karena setau guru kelas itu, Coral dan Zio adalah dua orang sahabat sejak lama
"Mungkin dia sakit perut, Bu, sebab tadi sewaktu dia baru masuk sekolah, saya lihat dia memegangi perutnya yang sakit dan izin ke belakang."
"Kenapa dia tidak izin pulang saja kalau memang tidak enak badan?"
"Zio mungkin takut ketinggalan pelajaran, apa lagi kita akan menghadapi ujian besar."
"Ya sudah kalau begitu kita mulai saja pelajarannya dan biarkan anak itu, mungkin dia masih beristirahat di ruang kesehatan."
Pelajaran kembali dimulai dan anak-anak mengikuti dengan sangat baik.
Sampai jam pelajaran usai, sosok Zio tidak juga kembali ke dalam kelas. Coral mencoba mencari Zio di rumah kesehatan, tapi Zio tidak ada.
__ADS_1
"Rize, Zio ke mana? Kenapa dia tidak ada di ruang kesehatan?" Coral bertanya cemas pada Rize.
"Coba kita cari di kamar mandi. Biar aku saja yang mencarinya di dalam kamar mandi."