My Vampire Prince

My Vampire Prince
Sosok Zio part 1


__ADS_3

Terdengar suara teriakan dari lorong itu. Wanita itu sudah berada di atas tubuh pria itu dengan gigitan tepat di leher pria itu dan membuat pria itu mengerang kesakitan, tapi erangan pria itu seolah tidak di dengarkan oleh wanita tersebut.


"Sekarang aku menjadikanmu sepertiku dan kita akan bisa bersama selamanya," ucap wanita itu dengan tawa senangnya.


"Tentu saja kalian akan bisa bersama, tapi tidak di sini," sebuah suara tiba-tiba muncul di sana dan membuat wanita itu terkejut dan sekarang dia bergidik ngeri melihat siapa yang ada di depannya.


"Jangan mencampuri.urusanku karena aku tidak mencari masalah denganmu. Pergi saja dari sini," usir wanita itu.


Namun, bukannya pria itu takut karena dia mengetahui wanita itu adalah vampire, tapi malah dia tersenyum dengan lebarnya, dan membalas usiran itu dengan pedang panjangnya yang diarahkan tepat pada wajah wanita itu.


"Kamu memang tidak menggangguku, tapi kamu membuat masalah di tempat yang tidak seharusnya dirimu ada di sini."


"Jangan!"


Terjadi pertarungan antara vampire wanita itu dan pria pembawa pedang panjang itu. Pria pemilik pedang itu seolah tidak akan memberi ampun pada wanita itu. Dia tampak terlihat marah.


Sebuah sabitan dan langsung membuat tubuh wanita itu menghilang dengan cepat seperti butiran debu di udara.


"Berani sekali kamu ingin menciptakan banyak kaum sepertimu. Selama masih ada aku, maka tidak akan kubiarkan hal itu terjadi." Pria itu menekan tombol pada pedangnya dan seketika pedang itu kembali mengecil, dan dia berjalan pergi dari sana.


Pria itu mendekati tubuh pria yang tadi digigit oleh wanita vampire itu dan seketika dia mengeluarkan sekali lagi pedangnya dan dengan cepat dia menancapkan pedang itu tepat di dada pria yang wajahnya hampir berubah menjadi seorang vampire.


"Tugasku seperti akan semakin banyak kali ini. Mereka benar- benar tidak akan bisa dikendalikan.


Pria itu dengan cepat sekarang melompat dari satu gedung ke gedung lain sehingga memperlihatkan jubahnya yang panjang menyibak dengan indah di udara.


Di tempat lain, di mana sedang terjadi pertempuran antara Mara dan beberapa vampire baru. Di sana Mara tampak kewalahan karena vampire baru itu selain mereka haus darah, mereka juga sangat bringas dan kuat.


Mara mencoba menghancurkan mereka karena mereka bisa membahayakan kaum vampire lainnya yang tidak suka berbuat onar.


"Kamu juga seorang vampire, kenapa malah ingin membunuh sesama vampire?" tanya salah satu vampire yang menjadi pemicu utama para vampire baru tercipta.

__ADS_1


Pria dengan perawakan sedang dan rambut plontosnya itu terlihat dia bukanlah vampire baru, tapi dia yang membuat vampire baru itu tercipta.


"Aku memang sering vampire, tapi aku tidak sama dengan kalian, dan apa yang kamu lakukan ini bisa membahayakan kaum vampire lainnya. Kenapa kalian malah berburu di tempat terbuka seperti ini? Manusia akan mengetahui keberadaan kalian dan apa kamu tau? Mereka bisa menciptakan senjata yang akan bisa menghabisi kaum kita dengan sangat cepat," terang Mara.


"Sebelum hal itu terjadi. Kita akan buat lebih banyak pasukan agar kaum kita lebih kuat nantinya," ucapnya enteng dengan wajah tersenyum.


"Pemikiran yang bodoh. Kamu kira akan segampang itu melakukannya? Memang lebih baik kalian aku musnahkan agar tidak membahayakan lainnya."


Mara menyerang vampire itu, tapi dengan cepat vampire dengan kepala plontos itu bisa melawan serangan Mara. Pertarungan kembali terjadi. Vampire pria itu bisa mengunci tubun Mara.


"Kamu yang akan aku musnahkan karena sudah menghalangi jalanku untuk membuat kaum kita lebih banyak lagi.


Saat sebuah gigitan akan mengenai leher Mara. Tiba-tiba dari arah belakang vampire jahat itu ada seseorang yang menyerang dan terlihat butiran debu kembali berterbangan di udara.


Mara kaget melihat ada seseorang dengan Jubah panjangnya dan wajah yang tertutup sebagian oleh cadar hitam melihat ke arah Mara.


Belum sempat Mara berkata, pria itu dengan cepat dan tanpa ampun menebaskan pedangnya pada semua vampire baru yang ada di sana.


"Apa kamu baik-baik saja?"


"Aku baik, dan terima kasih karena sudah menolongku."


Pria itu terdiam sejenak dan kemudian pandangannya mengarah pada sesuatu yang pada leher Mara.


"Argh!" Pria itu tiba-tiba merintih kesakitan sembari memegangi kepalanya.


"Kamu tidak apa-apa?" Mara tampak panik.


"Aku baik-baik saja. Maaf, aku harus segera pergi." Pria itu sekali lagi dengan cepat menarik satu persatu beberapa rumah yang ada di perumahan yang tidak terlalu padat itu.


"Siapa dia? Apa dia seperti Paman Dom?

__ADS_1


Tapi kenapa dia tidak membunuhku juga? Apa dia tidak tau jika aku ini seorang vampire?"


"Hei!" Sebuah tepukan tepat berada di pundak Mara dan seketika membuat gadis itu terkejut.


"Sky? Sejak kapan kamu berada di sini? Bukannya kamu berada di luar negara ini?" Mara melihat heran pada pria itu.


"Aku merindukanmu, mainnya aku datang ke sini untuk mencarimu."


"Jangan bicara sembarangan Sky." Mara berjalan secepat kilat pergi dari sana. Sky tersenyum dan mengejar gadis itu.


Di kamar yang terlihat remang karen kurang cahaya. Zio tampak memegangi kepalanya yang sakit akibat terbentur meja saat dia jatuh dari tempat tidurnya.


"Kenapa aku harus bermimpi lagi tentang hal itu? Kenapa aku ini?" dialognya terdengar frustasi sendiri.


Zio bangkit dan ingin mengambil air minum. Saat dia melewati depan kaca besar di kamarnya, langkah Zio terhenti dan kedua matanya melotot melihat apa yang dia lihat di depan cermin.


"Apa ini? Ke-kenapa ada tatto sebesar ini di perutku?" Zio meneliti tatto yang ada pada perutnya. Tatto berbentuk circle tulisan yang Zio sendiri tidak tau arti tulisan itu. Dia melihat tatto itu seolah timbul, tapi Zio bingung sejak kapan tubuhnya di tatto seperti itu dan siapa yang mentattonya?


"Argh!" Zio sekali lagi merintih kesakitan memegangi kepalanya. Saat dia seperti itu tatonya seolah menyala berwarna keemasan dan entah kenapa dia merasa seolah tubuhnya memiliki kekuatan yang sangat besar.


Sebuah gambaran tentang sesuatu melintas di atas kepalanya.


Tampak dua orang sedang menggendong seorang bayi laki-laki yang lucu, bayi itu memiliki manik mata coklat seperti yang dimiliki oleh Zio.


"Dia kelak akan menjadi penerusku yang hebat. Penerus keluarga Lazario sang pemburu terkuat di dunia ini.


"Sayang, hidup kita selalu dikelilingi oleh bahaya, apa lagi musuh kita adalah para vampire yang di mana mereka sangat kuat dan tidak kenal ampun. Aku takut jika dia akan mengetahui tentang bayi kita ini, dia akan membunuhnya karena tidak mau ada generasi penerus dari pemburu vampire yang nantinya mengancam kaum mereka."


"Kamu tidak perlu takut, Anner, ayahmu sudah memasang segel pelindung yang akan melindungi putramu Zio dari para makhluk jahat dan buas itu."


"Bu, apa Zio akan sanggup menerima kekuatan segel penjaga itu? Bagaimana jika dia tidak mampu? Apa dia akan binasa oleh segel itu sendiri?"

__ADS_1


__ADS_2