My Vampire Prince

My Vampire Prince
Menginap Di rumah Rize part 2


__ADS_3

Rize menjelaskan jika Coral tidak perlu takut padanya. Kalau Rize memang vampire seperti mereka, pasti dari awal dia menggigit Coral.


"Jangan takut seperti itu?" Rize menarik dengan cepat lengan tangan Coral sampai gadis itu terjerembab menabrak tubuh Rize. Pandangan matanya pun menatap lekat pada Rize.


"Kamu vampire apa bukan?" tanya Coral agak takut.


Rize masih terdiam menatap datar pada Coral. "Apa sekarang hal itu penting?"


"Jawab saja, Rize. Jangan malah berbicara hal yang ambigu. Aku bingung jadinya."


Rize sekali lagi terdiam. Dia sebenarnya bingung mau jujur apa bohong. Inginnya sih dia berbohong, tapi saat menatap kedua mata gadis di pelukannya itu dia seolah tidak ingin membohongi gadis ini.


"Aku pangeran vampire."


Kedua mata Coral mendelik. Rize memang pernah mengatakan hal itu, tapi waktu itu dia tidak percaya karena bagi Coral cerita tentang makhluk bernama vampire itu tidak ada. Namun, saat kejadian malam itu dia melihat dengan mata kepalanya sendiri. Coral jadi yakin jika memang ada makhluk bernama vampire di dunia ini.


"Rize, aku mau lihat gigi kamu."

__ADS_1


"Hah? Untuk apa?"


"Buka saja." Coral malah menekan kedua pipi Rize sampai mulut pria dingin itu manyun ke depan. Rize sama sekali tidak marah dengan apa yang Coral lakukan, walaupun seumur-umur dia tidak pernah diperlakukan seperti itu karena tentu saja tidak ada yang berani padanya.


"Tidak ada taringnya? Kamu kenapa menakutiku terus, Rize?" Coral yang kesal malah memukul-pukul dada Rize. "Aku kira kamu serius dengan apa yang kamu ucapkan."


Rize hanya bisa menarik napasnya dalam karena sekali lagi gadis unik bin lucu bernama Coral ini tidak percaya jika dirinya vampire.


"Aku takut sekali, Rize." Coral sekarang malah menangis.


"Jangan menangis."


"Jangan menangis bagaimana? Aku takut kalau kamu beneran vampire. Aku sama kamu tidak akan bisa memiliki hubungan karena dunia kita berbeda Rize," Coral bicara dengan kepala menunduk terisak.


Raut wajah Rize tampak kaget mendengar apa yang Coral katakan. Rize mengira jika Coral takut jika Rize seorang vampire yang akan menghisap darahnya, tapi ternyata Coral takut jika dia tidak bisa dekat lagi dengan Rize.


Apa Coral jatuh cinta pada Rize?

__ADS_1


Rize menunggu terdiam di sana menunggu Coral menyelesaikan tangisannya. Mereka berdiri saling berhadapan.


Beberapa menit berlalu dan terlihat sekarang Coral tampak sudah lebih baik. Rize mengatakan dia ingin memasak makanan untuk Coral dan menyuruh Coral duduk di ruang makan menunggunya membuat makanan.


"Memangnya kamu bisa memasak, Rize?"


"Tidak bisa, tapi aku bisa melihat di acara televisi. Paman Helius sudah membelikan bahan yang aku minta."


"Rize, kenapa kamu ingin membuatkan masakan untukku?"


"Karena aku ingin belajar memasak saja. Aku ingin menjadi manusia seperti pada umumnya."


"Huft! Aku kira kamu bakalan berkata jika melakukan hal ingin karena untuk aku," gerutu Coral pelan, tapi pendengar Rize masih sangat tajam mendengar hal itu.


Sekitar hampir satu jam Rize mencoba memasak. Akhirnya dihadapan Coral terhidang sepiring nasi goreng lengkap dengan telur mata sapinya.


"Cobalah! Jangan kamu melihat saja pada makanan itu. Susah sekali ternyata membuat nasi goreng ini. Namanya juga aneh," umpat Rize.

__ADS_1


__ADS_2