
Coral masuk ke dalam ruangan untuk memilih gaun yang cocok dengannya. Coral tidak bisa memilih gaun yang tepat dan akhirnya pegawai toko baju itu yang memilihkan.
Gaun berwarna hitam dengan model sepan panjang selutut dan ada belahan kecil di sebelah kanannya sehingga paha Coral tampak terlihat manis.
"Rize, baju ini terlihat tidak nyaman." Coral yang memang tidak pernah memakai pakaian seperti itu tampak risih sendiri.
Rize masih menatapnya dengan pandangan tidak berkedip sama sekali. Dia tidak menyangka jika gadis di depannya ini yang terbiasa terlihat biasa saja, kenapa seolah menjelma seperti putri raja. Bahkan gadis vampire dari golongan atas yang pernah hampir dijodohkan, tidak bisa menyaingi cantiknya Coral saat ini.
"Rize, kamu kenapa diam saja? Pasti sekarang kamu mau menertawakan aku? Aku terlihat lucu, ya?"
Coral yang berjalan perlahan menuju arah pria yang masih berdiri menatapnya itu dengan hati-hati karena dia memakai sepatu hak tinggi.
Saat akan sampai pada Rize. Tiba-tiba Coral malah terjatuh, tapi dengan cepat Rize menangkap tubuh gadis itu.
Glek!
Rize mencoba menelan salivanya dengan susah, saat dia melihat leher jenjang Coral yang saat ini posisi Coral terlentang dengan posisi Rize tepat dia atasnya menahan pinggang Coral.
"Rize, terima kasih." Coral menarik tubuhnya dengan berpegangan pada lengan tangan Rize. Entah kenapa Rize merasakan rasa haus yang aneh saat melihat leher Coral itu.
__ADS_1
Inginnya dia merasakan sesuatu di sana, tapi dia tidak ingin membuatnya terluka.
"Coral, aku mau pergi ke kamar mandi dulu." Rize menghilang begitu saja pergi ke kamar mandi, meninggalkan Coral yang berdiri dengan banyak tanda tanya di atas kepalanya.
"Rize itu kenapa? Apa penampilanku terlihat aneh?" Coral berjalan perlahan ke depan cermin dan lagi-lagi dia terkejut melihat penampakan dirinya sendiri yang tampil dengan make up minimalis dan ditambah gaun model leher sabrina. Coral merasa malam ini dia tampil cantik dan berbeda, tapi kenapa ekspresi Rize seperti itu?
Coral duduk dengan berpangku tangan menunggu Rize kembali dari kamar mandi, tapi kenapa pria itu lama sekali. Apa karena melihat penampilan Coral yang aneh itu dia sampai sakit perut.
"Kenapa aku bodoh sekali mau pergi membeli gaun dengan Rize. Coral yang kesal, dia melepaskan sepatu yang sebenarnya membuat dia takut. Dia takut jatuh, tapi karena Rize yang sudah membelinya, dia harus memakainya.
"Coral, kamu mau ke mana?" tanya Rize yang baru saja datang dan dia melihat Coral berjalan menuju pintu keluar ruangan di mana dia tadi berganti baju.
Dia berbalik badan dan ingin mengambil bajunya sendiri. "Kamu sangat cantik memakai itu, oleh karena itu aku berusaha menahan diriku agar tidak menciummu," ucap Rize cepat dan jelas.
Coral seketika menjadi patung di tempatnya, dia sendiri tidak tau kenapa seperti itu? Terdengar langkah Rize semakin mendekat padanya. Coral tidak bisa berbalik badan, bahkan dia juga tidak bisa bergerak.
Rize sekarang berdiri di depan Coral dan Rize tau kenapa Coral sampai marah seperti itu karena dia sering sekali dipermainkan oleh teman-temannya.
Coral mendongakkan kepalanya melihat pada pria tinggi di depannya. "Ada apa, Rize?"
__ADS_1
Tangan Rize menelusup pada pinggang Coral dan menariknya mendekat. "Coral, aku minta maaf jika tadi sudah membuat kamu berpikir jika aku jijik dan meninggalkanmu, tapi yang terjadi justru kebalikannya, seperti apa yang aku bilang tadi."
"Aku takut akan terjadi lagi hal yang akan menghempasku begitu sakit."
Rize tau apa yang dimaksud oleh Coral. Rize memang tadi pergi agak lama karena dia harus berburu untuk menghilangkan rasa aneh tadi. Dia takut malah nanti menjadi Coral kaumnya dan melanggar apa yang sudah ditetapkan oleh kerajaannya sejak lama untuk tidak menghisap darah manusia.
Coral berganti baju. Baju serta sepatu barunya itu di simpan dalam kotak dan dibawa oleh Coral pulang. Sebelum pulang, Coral diajak oleh Rize makan siang di sebuah cafe.
"Kamu kenapa tidak makan, Rize?"
"Aku tidak mau. Jangan mencoba memaksaku, tau aku bisa sangat marah, Coral."
"Belum aku laksanakan, kenapa kamu sudah bisa menebaknya? Aku penasaran, kenapa kamu tidak pernah terlihat makan jika bersamaku?"
"Cepat habiskan, dan segera aku antar pulang karena aku masih ada urusan lainnya."
Coral yang tidak mau Rize mendapat masalah, dengan cepat menghabiskan makanannya dan setelah itu mereka pergi dari sana.
Diperjalanan, Coral tampak berpikir nanti apa yang akan dilakukan oleh Ibunya melihat Coral membawa barang-barang itu karena Rize ingin Coral datang untuk makan malam.
__ADS_1
Benar saja. Wanita yang adalah ibu tiri Rize datang dan berdiri di depan pintu bersama dengan putrinya.